Dinas Pendidikan Sumenep Sampaikan SE Penguatan Paud, Berikut Linknya

Sabtu, 4 Maret 2023 - 10:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surat Edaran (SE) yang diterima jurnalis berdasarkan nomor surat 420/9/435.101.2/2023 perihal Penguatan Transisi Pendidikan Anak Usia Dini Ke Sekolah Dasar Kelas Awal (Sumber Foto: Istimewa).

Surat Edaran (SE) yang diterima jurnalis berdasarkan nomor surat 420/9/435.101.2/2023 perihal Penguatan Transisi Pendidikan Anak Usia Dini Ke Sekolah Dasar Kelas Awal (Sumber Foto: Istimewa).

SUMENEP, nusainsider.com — Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep menyampaikan surat edaran (SE) Penguatan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pada Sekolah Dasar (SD) Kelas Awal, Jum’at (3/3/2023).

Berdasarkan SE yang diterima jurnalis, Nomor Surat 420/9/435.101.2/2023 perihal Penguatan Transisi Pendidikan Anak Usia Dini Ke Sekolah Dasar Kelas Awal.

Pada SE tersebut Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sumenep, Agus Dwi Saputra menandatangani langsung, pada 22 Februari 2023.

Tujuan SE tersebut kepada Pengawas atau Penilik PAUD, Kepala Sekolah PAUD, Pengawas SD, dan Kepala SD di lingkungan Disdik Kabupaten Sumenep.

Kadisdik Sumenep, Agus Dwi Saputra menyambut baik Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Nomor: 0759/C/HK.04.01/2023 tanggal 28 Januari 2023 tentang Penguatan Transisi PAUD ke Sekolah Dasar Kelas Awal.

Baca Juga :  Festival Tembakau 2025, PR Mulya Indah dan Bima Dharma Perkenalkan Kretek Madura ke Bupati

“Edaran ini kami sampaikan untuk pelaksanaan penguatan Transisi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ke Sekolah Dasar (SD) kelas awal, Bersama ini kami sampaikan bagian dari kegiatan belajar mengajar di satuan PAUD dan SD kelas awal,” katanya kepada media ini, Kamis (03/03/2023).

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, agar penerimaan peserta didik baru pada SD tidak menerapkan tes kemampuan membaca, menulis, berhitung, atau bentuk tes lain pada TK, SD, SMP, SMA, dan SMK.

“Penerapan tes kemampuan ini berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru,” katanya menjelaskan.

Baca Juga :  Karena Tidak ada Kejelasan dan Keadilan, Aktivis Pemuda Timur Daya Gelar Tahlil Kemanusiaan

Kemudian, lanjut Agus, pelaksanaan pengenalan lingkungan sekolah bagi peserta didik baru mengacu pada ketentuan perundang-undangan, yang mengatur mengenai pengenalan lingkungan sekolah.

“Selain melakukan pengenalan lingkungan sekolah bagi peserta didik baru, dalam rentang waktu dua minggu pertama pada tahun ajaran baru melakukan pengenalan peserta didik dengan lingkungan belajarnya agar peserta didik merasa nyaman berkegiatan di lingkungan sekolah,” paparnya.

“Merancang kegiatan pembelajaran yang bertujuan untuk mendapatkan potret capaian peserta didik melalui asesmen awa dan melakukan asesmen awal pembelajaran yang bersifat holistik dengan dapat menggunakan atau memodifikasi,” sambungnya.

Agus menambahkan, pelaksanaan pembelajaran pada satuan PAUD dan SD kelas awal dengan mempertimbangkan kebutuhan belajar peserta didik, sejak di PAUD sampai dengan kelas 2 (dua) SD.

Baca Juga :  Kasus Rokok Ilegal Pamekasan Naik Level, PR HJS Terseret Radar KPK

Untuk itu, satuan pendidikan perlu menyesuaikan layanannya, agar dapat memfasilitasi peserta didik yang belum pernah mendapatkan pembinaan kemampuan melalui satuan PAUD.

“Rangkaian praktik pembelajaran tersebut, berupa buklet advokasi penguatan transisi PAUD-SD dapat diakses melalui tautan laman s.id/booklet-transisipaudsd,” tandasnya.

Sebatas informasi tambahan, Satuan PAUD dan SD, kata Agus, perlu melakukan persiapan agar pada tahun ajaran 2023/2024 dapat menerapkan ketentuan tersebut.

Bahkan, Kemendikbud Ristek telah menyiapkan serangkaian alat bantu. Akses alat bantu itu pada tautan laman s.id/transisipaudsd dan tautan laman Platform Merdeka Mengajar (PMM)Disini

Loading

Berita Terkait

Berat Barang Bukti Berbeda, BEMSU Singgung Lemahnya Komunikasi Publik Kasus Kokain
Baru 4 Hari Klarifikasi, SPPG Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Kembali Disorot: Makanan MBG Diduga Berulat Lagi
Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK
Tak Lagi Parsial, Lia Istifhama Dorong Pengelolaan Dana Umat Lebih Transparan Lewat PDUF
Baru Buka, SkY Coffee Grounds Diserbu Pengunjung, Nongkrong Naik Level!
Detikzone Tebar Kepedulian, Santuni Pekerja Informal Lewat Program Jumat Berkah
Gerakan Hijau DPRD Sumenep, Anggota PDIP Pilih Sepeda ke Kantor
KI Sumenep Bangun Budaya Transparansi Lewat Kolaborasi Akademik

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 11:19 WIB

Berat Barang Bukti Berbeda, BEMSU Singgung Lemahnya Komunikasi Publik Kasus Kokain

Sabtu, 18 April 2026 - 08:32 WIB

Baru 4 Hari Klarifikasi, SPPG Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Kembali Disorot: Makanan MBG Diduga Berulat Lagi

Sabtu, 18 April 2026 - 07:45 WIB

Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK

Sabtu, 18 April 2026 - 03:15 WIB

Tak Lagi Parsial, Lia Istifhama Dorong Pengelolaan Dana Umat Lebih Transparan Lewat PDUF

Jumat, 17 April 2026 - 18:17 WIB

Detikzone Tebar Kepedulian, Santuni Pekerja Informal Lewat Program Jumat Berkah

Jumat, 17 April 2026 - 15:51 WIB

Gerakan Hijau DPRD Sumenep, Anggota PDIP Pilih Sepeda ke Kantor

Jumat, 17 April 2026 - 09:03 WIB

KI Sumenep Bangun Budaya Transparansi Lewat Kolaborasi Akademik

Jumat, 17 April 2026 - 06:34 WIB

Tabir Skandal Cukai Mulai Terbuka, KPK Bidik Perusahaan Rokok di Madura

Berita Terbaru

Foto. Pintu Masuk dan Keluar Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur

Berita

Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK

Sabtu, 18 Apr 2026 - 07:45 WIB