Kelola APBN Rp75 Miliar, KSOP Kalianget Diminta Diaudit Ketat oleh BPK RI

Minggu, 7 Juni 2026 - 05:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Sekretaris BEM nusantara (BEMNUS) Jawa Timur, Noh Syauqi (Kanan), Kepala KSOP Kelas IV Kalianget Azwar Anas SH., M. Hum (Kiri)

Foto. Sekretaris BEM nusantara (BEMNUS) Jawa Timur, Noh Syauqi (Kanan), Kepala KSOP Kelas IV Kalianget Azwar Anas SH., M. Hum (Kiri)

SUMENEP, nusainsider.com Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp75,27 miliar di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kalianget, Kabupaten Sumenep, mendapat perhatian dari BEM Nusantara (BEMNUS) Jawa Timur.

Sekretaris BEMNUS Jatim, Moh. Syauqi, meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI memperkuat pengawasan terhadap penggunaan anggaran tersebut agar berjalan sesuai aturan dan terhindar dari potensi penyimpangan.

Diketahui, pada Tahun Anggaran 2026, KSOP Kalianget mengelola APBN sebesar Rp75.271.169.000 yang bersumber dari Kementerian Perhubungan RI.

Menurut Syauqi, nilai anggaran yang mencapai puluhan miliar rupiah itu tidak bisa dipandang biasa. Karena itu, pengawasan harus dilakukan secara maksimal.

“Ini bukan anggaran kecil. Selevel KSOP mendapat kucuran dana puluhan miliar rupiah tentu patut mendapatkan pengawasan ekstra agar tidak terjadi penyimpangan,” kata Syauqi kepada media ini, Sabtu (6/6/2026).

Ia menilai Kemenhub perlu memastikan seluruh program dan kegiatan yang dibiayai APBN di lingkungan KSOP Kalianget berjalan sesuai ketentuan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Baca Juga :  ALARM Soroti Anggaran Proyek Pelabuhan PELRA Kalianget 45M, Kualitas Konstruksi Jadi Perhatian Utama

Tak hanya itu, Syauqi juga mengusulkan adanya audit khusus pada pertengahan tahun anggaran sebagai langkah pencegahan sejak dini.

“Kalau perlu dilakukan audit ekstra pada pertengahan tahun ini. Tujuannya menjaga keuangan negara dari kemungkinan penyalahgunaan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Selain persoalan anggaran, Syauqi turut menyinggung pentingnya keterbukaan informasi publik. Menurutnya, instansi yang mengelola uang negara harus membuka ruang komunikasi yang sehat dengan masyarakat, termasuk melalui media.

Ia menilai media memiliki fungsi penting sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan publik. Karena itu, sikap tertutup terhadap permintaan informasi justru berpotensi menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat.

“Apalagi jika pimpinan KSOP memilih tertutup terhadap media sebagai corong informasi publik. Ini menjadi catatan penting yang perlu dievaluasi oleh Kementerian Perhubungan,” tegasnya.

Lebih jauh, Syauqi menyebut pengelolaan APBN di KSOP Kalianget dapat menjadi tolok ukur untuk melihat sejauh mana transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana negara dijalankan.

Baca Juga :  Beasiswa Cendekia Baznas 2026 Dibuka, Cetak Mahasiswa Unggul dan Peduli Sosial

Menurut dia, apabila di kemudian hari ditemukan adanya penyimpangan, maka hal tersebut bisa menjadi pintu masuk untuk memperluas pengawasan terhadap satuan kerja lain yang mengelola anggaran serupa.

“Persoalan penggunaan uang negara di KSOP Kalianget harus menjadi sampel awal untuk membuktikan transparansi dan keutuhan pengelolaan anggaran. Jika ditemukan penyalahgunaan, bukan tidak mungkin pola serupa terjadi di tempat lain sehingga perlu dilakukan pemeriksaan lebih luas,” katanya.

Syauqi berharap Kementerian Perhubungan RI, Inspektorat Jenderal Kemenhub, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), serta lembaga pengawas lainnya dapat meningkatkan fungsi pengawasan terhadap penggunaan APBN di lingkungan KSOP Kalianget.

Menurutnya, setiap rupiah uang negara harus dipastikan digunakan secara tepat sasaran untuk meningkatkan pelayanan kepelabuhanan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Baca Juga :  Emil Dardak–Lia Istifhama Dinilai Punya Peluang Besar Bertarung di Pilgub Jawa Timur 2029

Ia juga mengaku akan berkoordinasi dengan BEM Nusantara tingkat pusat guna mengawal isu tersebut sekaligus mendorong adanya perhatian lebih lanjut terhadap pengelolaan anggaran negara di KSOP Kalianget.

Dorongan audit ini muncul di tengah pelaksanaan proyek pembangunan lanjutan fasilitas Pelabuhan Rakyat (PELRA) di Desa Kalianget Timur, Kecamatan Kalianget. Proyek yang berada di bawah pengawasan KSOP Kalianget itu disebut telah mencapai progres pekerjaan sekitar 75 persen.

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, Kepala KSOP Kelas IV Kalianget, Azwar Anas, SH, M.Hum., belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang dilakukan media terkait pengawasan proyek pembangunan lanjutan fasilitas Pelabuhan Rakyat (PELRA) di Kalianget. Bahkan di telfon berulang kali tetap tidak ada respon apapun meski terlihat berdering.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Ketua DPRD Sumenep Singgung Kedisiplinan Sekda Baru, Agus Dwi Syahputra Beri Tanggapan Tenang
Kontroversi Pelarangan Liputan, Ratusan Massa Siap Kepung Mapolresta Sumenep
Taretan Sumenep, Inovasi Baru Disdik Sumenep Bangun Kolaborasi Kampus dan Sekolah Hadapi Defisit Guru
PBB-P2 Jadi Instrumen Penguatan PAD, Bapenda Sumenep Gelar Sosialisasi di Giligenting
Madrasah Aliyah di Pamekasan Perkuat Tata Kelola dan Pembelajaran Lewat Rakor KKMA 02
Ucapan Hotman Paris kepada Jurnalis Berbuntut Panjang, PWI Pamekasan Minta Proses Hukum Tetap Berjalan
Kolaborasi UNESA dan Disdik Sumenep Perkuat Pembelajaran Berbasis Budaya Keris dan Literasi Ekologi
Retaknya Komando Birokrasi? Publik Pertanyakan Kepemimpinan Sekda Sumenep

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 08:39 WIB

Ketua DPRD Sumenep Singgung Kedisiplinan Sekda Baru, Agus Dwi Syahputra Beri Tanggapan Tenang

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:39 WIB

Kontroversi Pelarangan Liputan, Ratusan Massa Siap Kepung Mapolresta Sumenep

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:59 WIB

Taretan Sumenep, Inovasi Baru Disdik Sumenep Bangun Kolaborasi Kampus dan Sekolah Hadapi Defisit Guru

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:42 WIB

PBB-P2 Jadi Instrumen Penguatan PAD, Bapenda Sumenep Gelar Sosialisasi di Giligenting

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:24 WIB

Madrasah Aliyah di Pamekasan Perkuat Tata Kelola dan Pembelajaran Lewat Rakor KKMA 02

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:34 WIB

Kolaborasi UNESA dan Disdik Sumenep Perkuat Pembelajaran Berbasis Budaya Keris dan Literasi Ekologi

Senin, 20 Juli 2026 - 12:57 WIB

Retaknya Komando Birokrasi? Publik Pertanyakan Kepemimpinan Sekda Sumenep

Senin, 20 Juli 2026 - 12:39 WIB

Mosi Tak Percaya Mengemuka, Banggar DPRD Tunda Pembahasan KUA-PPAS APBD 2027

Berita Terbaru