Kasus Anisa Berkah Wisata Memanas, Tim Kuasa Hukum Ungkap Kerugian Jamaah Rp15,16 Miliar

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ilustrasi

Foto. Ilustrasi

SUMENEP, nusainsider.com — Kerugian yang dialami para jamaah korban PT Anisa Berkah Wisata terus bertambah.

Berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi yang dilakukan oleh tim pendamping korban hingga 7 Juni 2026, total kerugian jamaah tercatat mencapai Rp15.160.618.500.

Angka tersebut merupakan akumulasi dana yang telah disetorkan para calon jamaah untuk keberangkatan ibadah umrah, namun hingga kini mereka belum memperoleh hak sebagaimana yang dijanjikan.

Tim Pendamping Korban Anisa Berkah Wisata, Sulaisi Abdurrazaq & Partners menyebut, praktik penghimpunan dana jamaah dan penyelenggaraan perjalanan ibadah umrah tanpa izin resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) merupakan tindakan yang dilarang oleh peraturan perundang-undangan.

Menurutnya, praktik umrah ilegal atau non-prosedural umumnya dilakukan melalui berbagai modus, mulai dari penggunaan badan usaha yang tidak memiliki izin PPIU, mengatasnamakan koordinator keberangkatan umrah, menawarkan paket umrah murah yang tidak realistis, hingga mengaku sebagai agen resmi suatu PPIU padahal tidak terdaftar secara resmi.

Dalam sejumlah kasus, dana yang dihimpun dari jamaah bahkan tidak masuk ke rekening perusahaan yang memiliki izin, melainkan ke rekening pribadi pihak tertentu, “Imbuhnya kepada media nusainsider.com melalui Press Releasenya, Ahad 7 Juni 2026.

Secara hukum, tindakan tersebut berpotensi melanggar ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.

Baca Juga :  Lia Istifhama Apresiasi Sidak Khofifah, Harga Sembako Ramadan dan Imlek Dijaga Stabil

Pada Pasal 122 disebutkan bahwa setiap orang yang tanpa hak bertindak sebagai penyelenggara perjalanan ibadah umrah dapat dipidana penjara paling lama enam tahun atau denda paling banyak Rp6 miliar.

Sementara Pasal 124 mengatur bahwa setiap orang yang tanpa hak mengambil sebagian atau seluruh setoran jamaah umrah dapat dipidana penjara paling lama delapan tahun dan/atau dikenakan denda sesuai ketentuan yang berlaku, “Paparnya.

Baca Juga :  Ribuan Warga Semarakkan Festival Tete Masa 2026, Tradisi Menabur Benih Tembakau Jadi Magnet Wisata

Selain itu, kata Sulaisi, pihak yang bertanggung jawab juga berpotensi dijerat dengan ketentuan pidana umum terkait penipuan dan penggelapan. Bahkan, apabila ditemukan adanya pengalihan atau penyamaran aset yang berasal dari dana para korban, kasus tersebut dapat berkembang ke dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Pihaknya juga mendesak aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan secara menyeluruh, profesional, dan transparan serta meminta agar aliran dana yang berasal dari setoran jamaah ditelusuri secara komprehensif, termasuk aset-aset yang diduga berasal dari dana korban dan pihak-pihak yang turut menikmati hasil dugaan tindak pidana tersebut.

“Kami berharap seluruh fakta dapat terungkap secara terang-benderang, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang ikut berperan dalam menghimpun maupun mengelola dana para korban,” Cecarnya.

Di sisi lain, masyarakat juga diimbau agar lebih berhati-hati sebelum mendaftar program umrah. Calon jamaah diminta memastikan legalitas penyelenggara dengan memeriksa status izin PPIU melalui sistem resmi Kementerian Agama serta tidak mudah tergiur oleh penawaran paket umrah murah yang tidak masuk akal.

Baca Juga :  Komitmen Bangun SDM Kepulauan, Medco Energi Gelar Pelatihan Deep Learning untuk Guru Sumenep

Pihaknya juga mengajak seluruh korban yang hingga saat ini belum melapor untuk segera bergabung dan menyerahkan dokumen pendukung seperti bukti transfer, kuitansi pembayaran, perjanjian, brosur, maupun percakapan elektronik guna memperkuat proses hukum yang sedang berjalan.

“Perjuangan untuk memperoleh keadilan bagi para korban akan terus dilakukan hingga seluruh fakta terungkap dan hak-hak jamaah dapat dipulihkan sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegasnya

Loading

Penulis : Waf

Berita Terkait

Pelantikan dan PKD XV PMII STITA, Momentum Menguatkan Loyalitas dan Intelektualitas
Festival Karaoke Dangdut Media Expo 2026 Sumenep Memanas, 25 Peserta Tembus Semifinal
Menimbang Ulang Eksistensi Hiburan Dunia Malam : Tegas Menertibkan, Adil Menegakkan Aturan
Dari Bazar Murah hingga Deklarasi, Sumenep Youth Movement 2026 Dorong Peran Strategis Pemuda
Semangat Sumpah Pemuda, Kapolres Pamekasan Lepas 150 Perwakilan Mahasiswa dan Santri Menuju Polda Jatim
TBIN UIN Madura Gelar Konferensi Internasional Lalonget ke-7, Hadirkan Narasumber Empat Negara
Ning Lia Hadiri Media Expo 2026, Budaya Madura Dinilai Punya Potensi Ekonomi Kreatif
Media Expo Perdana di Jatim Dibuka di Sumenep, Pemprov Jatim Dorong Pelestarian Budaya dan Kesenian

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Pelantikan dan PKD XV PMII STITA, Momentum Menguatkan Loyalitas dan Intelektualitas

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Festival Karaoke Dangdut Media Expo 2026 Sumenep Memanas, 25 Peserta Tembus Semifinal

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Menimbang Ulang Eksistensi Hiburan Dunia Malam : Tegas Menertibkan, Adil Menegakkan Aturan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Dari Bazar Murah hingga Deklarasi, Sumenep Youth Movement 2026 Dorong Peran Strategis Pemuda

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:52 WIB

Semangat Sumpah Pemuda, Kapolres Pamekasan Lepas 150 Perwakilan Mahasiswa dan Santri Menuju Polda Jatim

Rabu, 28 Oktober 2026 - 01:28 WIB

Ning Lia Hadiri Media Expo 2026, Budaya Madura Dinilai Punya Potensi Ekonomi Kreatif

Selasa, 27 Oktober 2026 - 23:11 WIB

Media Expo Perdana di Jatim Dibuka di Sumenep, Pemprov Jatim Dorong Pelestarian Budaya dan Kesenian

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:53 WIB

Membanggakan! Awan Dania Dwi Putri Raih Juara 1 Seni Tunggal Remaja Putri di Trunodjoyo National Championship III 2026

Berita Terbaru