DRT The Big Family Angkat Nilai Budaya Madura Lewat Kerapan Sapi Kapolres Sumenep Cup 2025

Minggu, 14 Desember 2025 - 12:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. H. Syafwan wahyudi atau akrab disapa H Udik Pimpinan DRT The Big Family saat Bersama Yanuar Yudha Bahtiar di lapangan Tembak Polres Sumenep.

Foto. H. Syafwan wahyudi atau akrab disapa H Udik Pimpinan DRT The Big Family saat Bersama Yanuar Yudha Bahtiar di lapangan Tembak Polres Sumenep.

SUMENEP, nusainsider.com DRT The Big Family kembali menunjukkan komitmennya dalam pembangunan daerah sekaligus pelestarian budaya lokal Madura melalui Lomba Kerapan Sapi Kapolres Sumenep Cup 2025. Kegiatan ini digelar di Lapangan Kerapan Sapi Sumenep, Sabtu (13/12/2025).

Ajang bergengsi tersebut sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun Do’a Reng Toah (DRT). Sebanyak 64 peserta ambil bagian dalam lomba ini, yang berasal dari empat kabupaten di Madura, yakni Sumenep, Pamekasan, Bangkalan, dan Sampang.

Owner DRT The Big Family, H. Syafwan Wahyudi atau yang akrab disapa H. Udik, menegaskan bahwa kerapan sapi bukan sekadar perlombaan adu kecepatan, melainkan sarana edukasi budaya dan pembentukan karakter generasi muda.

Menurutnya, kerapan sapi merupakan warisan budaya Madura yang sarat dengan nilai-nilai luhur. Melalui tradisi ini, peserta diajarkan tentang disiplin, kerja sama tim, kesabaran, serta tanggung jawab dalam merawat hewan dan menghormati proses.

“Kerapan sapi bukan hanya soal lomba atau menang-kalah. Di dalamnya terdapat nilai pendidikan karakter yang sangat kuat, seperti disiplin, kerja keras, dan tanggung jawab. Ini penting untuk ditanamkan kepada generasi muda,” ujar H. Udik.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut menjadi bentuk kontribusi nyata DRT The Big Family dalam menjaga kelestarian budaya sekaligus memperkuat identitas masyarakat Madura. Tradisi lokal, menurutnya, harus terus dirawat agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

“Melestarikan budaya adalah bagian dari membangun karakter bangsa. Olahraga tradisional seperti kerapan sapi mengajarkan nilai-nilai yang tidak selalu diperoleh di bangku sekolah,” jelasnya.

H. Udik juga menekankan bahwa event ini dirancang sebagai sarana pendidikan yang menyenangkan, sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga di Madura. Kerapan sapi dinilai mampu menjadi media pemersatu masyarakat lintas daerah.

Baca Juga :  Buruh dan Petani Tembakau di Sumenep Terima BLT Rp900 Ribu

Ia berharap, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga mampu menginspirasi masyarakat, khususnya generasi muda, agar tetap mencintai dan bangga terhadap budaya daerahnya.

“Budaya yang lestari akan memperkuat identitas daerah dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap tanah kelahiran. Ini yang terus kami dorong melalui event seperti ini,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, H. Udik juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan pemenang lomba. Ia berharap prestasi yang diraih dapat menjadi motivasi untuk terus menjunjung tinggi sportivitas dan nilai-nilai budaya.

“Selamat kepada para pemenang. Semoga keberhasilan ini menjadi penyemangat untuk terus berlatih, menghargai tradisi, dan menjunjung sportivitas dalam setiap ajang,” katanya.

Sekadar diketahui, pada babak final, sapi andalan milik H. Fathor Rosi dari Pamekasan yang bernama “Tak Mau Dimadu 99” berhasil keluar sebagai juara pertama. Sapi tersebut bersaing ketat dengan dua finalis lainnya yang berasal dari Bangkalan.

Baca Juga :  Pemuda “Rudal” Gerakkan Ekonomi Legung Timur Lewat Ketoprak dan UMKM

Keberhasilan penyelenggaraan lomba ini, menurut H. Udik, merupakan hasil kerja keras, dedikasi, serta semangat kebersamaan semua pihak yang terlibat. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan pesan edukatif yang ingin disampaikan melalui lomba kerapan sapi.

Melalui kegiatan ini, DRT The Big Family membuktikan bahwa pelestarian budaya Madura dapat berjalan seiring dengan pembangunan karakter generasi muda. Kerapan sapi tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi sarana belajar yang hidup dan inspiratif bagi masyarakat luas.

Loading

Penulis : Fer

Berita Terkait

Sekolah Gerakan PMII UPI Sumenep Dibuka, Siapkan Agen Perubahan untuk Kampus dan Masyarakat
H. Bambang Budianto ; Dari Pembinaan Menuju Kemandirian dan Masa Depan yang Lebih Baik
CV Ayunda Permata Sejahtera Dukung Transformasi Lapas Pamekasan Jadi Tempat Pembinaan yang Produktif
Bupati Fauzi Dorong Budaya Digital, Belanja Kuliner Rp1 dengan QRIS Ramaikan Jumat Sehat
KPRI RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep Raih Predikat Koperasi Sehat, Wujud Komitmen Bangun Ekosistem SDM Berkualitas
Surga Tersembunyi Sumenep Diminta Jadi Sumber PAD Baru, Wakil Ketua DPRD Soroti Infrastruktur Wisata
Gerakan Green School UINSA Dorong Siswa SD di Bondowoso Jadi Pelopor Peduli Lingkungan
MPLS Hari Kelima Lughatul Islamiyah Berlangsung Meriah, Disdik Sumenep Apresiasi Pendekatan Ramah Anak

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:36 WIB

Sekolah Gerakan PMII UPI Sumenep Dibuka, Siapkan Agen Perubahan untuk Kampus dan Masyarakat

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:48 WIB

H. Bambang Budianto ; Dari Pembinaan Menuju Kemandirian dan Masa Depan yang Lebih Baik

Sabtu, 18 Juli 2026 - 06:42 WIB

CV Ayunda Permata Sejahtera Dukung Transformasi Lapas Pamekasan Jadi Tempat Pembinaan yang Produktif

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:36 WIB

Bupati Fauzi Dorong Budaya Digital, Belanja Kuliner Rp1 dengan QRIS Ramaikan Jumat Sehat

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:32 WIB

Surga Tersembunyi Sumenep Diminta Jadi Sumber PAD Baru, Wakil Ketua DPRD Soroti Infrastruktur Wisata

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:50 WIB

Gerakan Green School UINSA Dorong Siswa SD di Bondowoso Jadi Pelopor Peduli Lingkungan

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:53 WIB

MPLS Hari Kelima Lughatul Islamiyah Berlangsung Meriah, Disdik Sumenep Apresiasi Pendekatan Ramah Anak

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:47 WIB

Astaghfirullah! Diduga Tinggal Bersama Wanita Lain, Seorang Suami Digerebek Istri di Kos Kota Sumenep

Berita Terbaru

Foto. Fauzi As, Pengamat Kebijakan Publik asal kota Keris Sumenep, Istimewa for nusainsider.com/Toifur Ali Wafa

Hukum

Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun

Sabtu, 18 Jul 2026 - 09:49 WIB