Edukasi Lingkungan Berbasis Aksi, DLH Sumenep Gelar Kemah Hijau

Minggu, 14 Desember 2025 - 17:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf AP., M.Si

Foto. Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf AP., M.Si

SUMENEP, nusainsider.com Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep, Anwar Syahroni Yusuf, AP., M.Si., menegaskan pentingnya edukasi lingkungan sejak usia dini melalui kegiatan yang bersifat praktis dan aplikatif.

Hal tersebut disampaikan Anwar Syahroni saat membuka kegiatan Kemah Hijau yang digelar di Pantai Matahari, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, pada 13–14 Desember 2025.

Bappeda Sumenep

Menurutnya, pembinaan kesadaran lingkungan kepada generasi muda tidak cukup hanya melalui teori, tetapi harus dibarengi dengan pengalaman langsung di lapangan.

“Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan edukasi serta menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk mencintai, menjaga, dan merawat lingkungan secara berkelanjutan,” tegas Anwar Syahroni dalam sambutannya.

Kemah Hijau merupakan hasil kolaborasi antara DLH Kabupaten Sumenep dengan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Sumenep. Kegiatan tersebut diikuti oleh 70 peserta yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa perwakilan 10 lembaga pendidikan.

Baca Juga :  Tolak Main Harga, Petani Sumenep Desak Pedagang Patuhi TIHT

Peserta berasal dari tiga perguruan tinggi, dua sekolah menengah atas (SMA), serta lima sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Sumenep. Mereka mengikuti rangkaian kegiatan edukatif selama dua hari penuh.

Dalam pelaksanaannya, Kemah Hijau tidak hanya menyajikan materi teoritis, tetapi juga menekankan aksi nyata di lapangan. Peserta dibekali keterampilan pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis.

Beberapa praktik yang diberikan antara lain pengolahan sampah organik menggunakan maggot, pembuatan ecobrick dari sampah plastik, hingga kegiatan bersih-bersih pantai sebagai bentuk kepedulian terhadap ekosistem pesisir.

Baca Juga :  Akibat Tidak Ada Pembeli, Nelayan Masalembu Buang Hasil Tangkap Ratusan Ikan di Pesisir Pantai

Selain itu, peserta juga diajak melakukan penanaman mangrove di sekitar kawasan Pantai Matahari sebagai upaya rehabilitasi lingkungan sekaligus pencegahan abrasi.

“Ini merupakan upaya konkret untuk membangun kepedulian lingkungan sekaligus memberikan keterampilan yang bermanfaat bagi peserta,” tambah Anwar Syahroni.

Ia berharap, ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama Kemah Hijau dapat diterapkan di lingkungan sekolah, kampus, maupun masyarakat masing-masing.

Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan oleh perwakilan Kwarcab Gerakan Pramuka Sumenep, Moh. Ramdani. Ia menilai Kemah Hijau sangat relevan dalam membentuk karakter generasi muda yang peduli lingkungan.

“Peserta diajarkan bagaimana mengolah sampah di sekitar menjadi bernilai ekonomis, sekaligus diberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Ramdani.

Menurutnya, Pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk sikap disiplin, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap alam sejak usia muda.

Baca Juga :  Rayakan HUT ke-8, SMSI Sumenep Tegaskan Komitmen Jurnalisme Berkualitas

Melalui kegiatan Kemah Hijau ini, sinergi antara DLH dan Gerakan Pramuka diharapkan mampu mencetak agen-agen perubahan lingkungan di kalangan generasi muda.

Kolaborasi tersebut juga diharapkan dapat mendorong lahirnya inovasi pengelolaan sampah yang kreatif, berkelanjutan, serta berdampak positif bagi masyarakat Kabupaten Sumenep secara luas.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Dari 35 ke 50 Persen, Pemkab Sumenep Pasang Target Baru Penebusan Pupuk Bersubsidi
HIMPASS Bongkar Dugaan Penyelewengan PKH di Sapeken, Kartu Bantuan Diduga Ditahan Agen
PKL Sapudi Siap Direlokasi, Pemda Bangun Pasar UMKM demi Ketertiban Kota
Belanja Online Harus Transparan, Lia Istifhama: Jangan Sampai Jadi Rojali-Rohana Digital
Ruang Kota Kian Bobrok, Abdul Mahmud Desak Bupati Evaluasi OPD Terkait
Isu Maladministrasi Seleksi Sekda Dipatahkan Surat Resmi BKN, Begini
Kasus Anak di Ganding Sumenep, Keluarga Tegaskan Bukan Pencabulan
Pembatasan Pita Cukai Rokok Sebabkan PR di Sumenep Tertekan dan Kehilangan Pasar
banner 325x300

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 15:53 WIB

Dari 35 ke 50 Persen, Pemkab Sumenep Pasang Target Baru Penebusan Pupuk Bersubsidi

Rabu, 21 Januari 2026 - 14:21 WIB

HIMPASS Bongkar Dugaan Penyelewengan PKH di Sapeken, Kartu Bantuan Diduga Ditahan Agen

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:31 WIB

PKL Sapudi Siap Direlokasi, Pemda Bangun Pasar UMKM demi Ketertiban Kota

Selasa, 20 Januari 2026 - 20:39 WIB

Belanja Online Harus Transparan, Lia Istifhama: Jangan Sampai Jadi Rojali-Rohana Digital

Selasa, 20 Januari 2026 - 20:29 WIB

Ruang Kota Kian Bobrok, Abdul Mahmud Desak Bupati Evaluasi OPD Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:47 WIB

Kasus Anak di Ganding Sumenep, Keluarga Tegaskan Bukan Pencabulan

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:46 WIB

Pembatasan Pita Cukai Rokok Sebabkan PR di Sumenep Tertekan dan Kehilangan Pasar

Selasa, 20 Januari 2026 - 10:47 WIB

Dari Bencana Menuju Harapan, BAZNAS Sumenep Perbaiki Rumah Warga Pabian

Berita Terbaru