SUMENEP, nusainsider.com — Dalam rangkaian acara budaya tahunan Kerapan Sapi di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep, tepatnya di Pulau Sapudi, industri rokok lokal Madura kembali menunjukkan eksistensinya melalui peluncuran produk terbaru.
Perusahaan rokok lokal DRT memperkenalkan dua varian Sigaret Kretek Tangan (SKT), yakni DRT Exclusive dan DRT Apel, sebagai bagian dari upaya pengembangan produk kretek berbasis kearifan lokal.
Peluncuran tersebut berlangsung di arena Kerapan Sapi Poday dan menyita perhatian para pengunjung yang memadati lokasi kegiatan.
DRT Exclusive diperkenalkan sebagai varian dengan karakter tembakau kretek klasik yang kuat, menyasar penikmat kretek tradisional.
Sementara itu, DRT Apel hadir dengan inovasi aroma buah apel yang memberikan sensasi berbeda dibandingkan produk sejenis di kelasnya.
Kedua produk tersebut dipasarkan dengan harga yang relatif terjangkau bagi masyarakat lokal, yakni sekitar Rp10.000 per bungkus dengan isi 12 batang.
Strategi harga ini dinilai sebagai langkah untuk menjangkau konsumen yang lebih luas, khususnya di wilayah Madura dan sekitarnya.
Pihak pengembang menyampaikan bahwa peluncuran ini merupakan bagian dari dinamika industri kretek lokal yang terus berkembang. Inovasi produk dinilai menjadi kunci untuk menjaga daya saing di tengah perubahan selera pasar.
“Peluncuran ini bukan sekadar memperkenalkan produk baru, tetapi juga bentuk komitmen kami dalam menjaga keberlangsungan industri kretek lokal dengan tetap mengangkat nilai tradisi Madura,” ujarnya.
Berdasarkan pantauan media ini, kegiatan peluncuran berlangsung meriah dan menyatu dengan semarak budaya Kerapan Sapi yang menjadi daya tarik utama masyarakat.
Kehadiran produk kretek lokal di tengah event budaya tersebut sekaligus mempertegas keterkaitan antara industri tembakau dengan identitas sosial dan budaya masyarakat Madura.
![]()
Penulis : Wafa
















