JATIM, nusainsider.com — Kinerja ekspor Jawa Timur kembali menorehkan capaian impresif. Selama periode Januari–Oktober 2025, nilai ekspor Jatim tumbuh pesat hingga 16,64 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024.
Kenaikan ini menjadi sinyal kuat bahwa produk-produk asal Jawa Timur semakin kompetitif dan tetap bertahan menghadapi dinamika ekonomi global.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, total ekspor migas dan nonmigas pada periode tersebut mencapai USD 25,34 miliar.
Sementara itu, kinerja impor justru mengalami penurunan sebesar 3,56 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan impor ini menandakan perbaikan struktur perdagangan luar negeri serta penguatan basis produksi dalam negeri.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa capaian ekspor yang melonjak signifikan tersebut membuktikan kemampuan pelaku industri dan usaha Jatim dalam memanfaatkan peluang pasar global.
Menurutnya, kekuatan sektor industri, pertanian, dan produk olahan Jawa Timur terbukti mampu memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.
“Ini adalah bukti konkret bahwa produk-produk Jawa Timur mampu bersaing secara global. Kinerja ekspor yang terus meningkat juga memperlihatkan peran signifikan Jawa Timur dalam menjaga stabilitas ekonomi regional dan nasional,” tegas Khofifah.
Ia menambahkan bahwa pemerintah provinsi terus memperluas jejaring dagang dan memperkuat fasilitasi untuk pelaku usaha agar mampu menembus pasar ekspor baru.
Selain itu, berbagai program pemberdayaan UMKM, peningkatan kualitas produk, serta penguatan hilirisasi juga menjadi fokus untuk menjaga tren ekspor tetap tumbuh positif.
Dengan capaian ini, Jawa Timur semakin meneguhkan posisinya sebagai salah satu penopang utama perdagangan nasional sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.
![]()
Penulis : Wafa

















