Dukung Peningkatan Layanan Kesehatan, Dana BHCHT RSUDMA Tembus 1 Milyar Untuk Kebutuhan Hospital Bed

Senin, 21 Oktober 2024 - 15:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Direktur RSUD Moh Anwar Sumenep, Dr Erliyati, M. Kes (Ist/nusainsider.com)

Foto. Direktur RSUD Moh Anwar Sumenep, Dr Erliyati, M. Kes (Ist/nusainsider.com)

SUMENEP, nusainsider.com — Realisasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) berperan penting tidak hanya bagi petani tembakau dan industri rokok, tetapi juga dalam peningkatan sektor kesehatan di Sumenep. Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Erliyati.

Menurutnya, DBHCHT secara rutin dialokasikan untuk pengadaan alat kesehatan yang mendukung pelayanan rumah sakit. Tahun 2024, RSUD dr. H. Moh. Anwar mendapat alokasi sebesar Rp 1 miliar, yang akan digunakan untuk pembelian 25 unit tempat tidur pasien (hospital bed).

“Alokasi tahun ini kami gunakan untuk pengadaan hospital bed. Pengadaan ini menjadi penting karena beberapa tempat tidur yang ada saat ini belum sesuai standar,” ungkap Erliyati melalui keterangan Rilis yang diterima media nusainsider. com, Senin 21 Oktober 2024.

RSUDMA Sumenep terus memanfaatkan alokasi DBHCHT untuk pengadaan alat-alat kesehatan (Alkes) guna memastikan ketersediaan kebutuhan Pasien.

Baca Juga :  DBHCHT, Dukungan Pemerintah untuk Kesejahteraan Buruh Tembakau di Sumenep

Untuk tahun 2024, rumah sakit tersebut mendapat alokasi sekitar Rp 1 miliar, yang akan difokuskan untuk membeli 25 tempat tidur pasien baru.

“Tahun ini kami memperoleh sekitar Rp 1 miliar dari DBHCHT, dan dana tersebut akan kami gunakan untuk pengadaan tempat tidur pasien,” imbuhnya.

Langkah ini diambil seiring dengan persiapan RSUDMA Sumenep untuk memenuhi Kamar Rawat Inap Standar (KRIS).

Persyaratan ini mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 59 Tahun 2024 dan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 40 Tahun 2022 yang mengatur standar kamar rawat inap, baik dari segi fasilitas maupun tenaga medis.

Erliyati menekankan bahwa masih ada beberapa fasilitas, termasuk tempat tidur, yang belum memenuhi standar tersebut.

Oleh karena itu, pengadaan alat kesehatan yang sesuai menjadi prioritas, dan RSUDMA Sumenep ditargetkan untuk memenuhinya sebelum batas waktu pada 1 Juli 2025.

“Kami masih perlu meningkatkan beberapa fasilitas kesehatan di RSUD dr. H. Moh. Anwar. Dengan adanya DBHCHT, kami sangat terbantu untuk memperbaiki layanan kesehatan di Sumenep,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Dadang Dedy Iskandar, turut mengapresiasi pemanfaatan DBHCHT ini.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung program ini dengan membeli rokok legal yang memiliki pita cukai.

Baca Juga :  Peringati Hari Sumpah Pemuda, BEM STKIP PGRI Sumenep Bedah Buku Karya Achmad Fauzi Wongsojudo

“Tarif cukai yang diterapkan pada rokok dan produk tembakau lainnya tidak hanya masuk ke kas negara, tetapi juga dikembalikan ke daerah penghasil, seperti Sumenep, melalui DBHCHT,” ujar Dadang.

Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa alokasi DBHCHT, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 215/PMK.07/2021, didistribusikan ke beberapa sektor, yakni 50 persen untuk kesejahteraan masyarakat, 10 persen untuk penegakan hukum, dan 40 persen untuk sektor kesehatan.

“Diharapkan, penggunaan DBHCHT ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat, terutama di bidang kesehatan dan kesejahteraan,” tutup Dadang.

Dengan adanya dukungan DBHCHT, Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui RSUDMA Sumenep terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan agar dapat mencapai standar yang telah ditetapkan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat.

Loading

Penulis : Dre

Berita Terkait

Menyapa Madrasah dari Hal Sederhana, Jurnalis Sapudi Salurkan Bantuan AMDK
Pemulihan BBM di Bali Dipercepat, 108 Mobil Tangki dan 465 Awak Disiagakan
LUKW Unitomo dan IJTI Dorong Profesionalisme Wartawan Lewat Uji Kompetensi di Surabaya
Mukernas TDA 9.0 di Surabaya, Himpun 500 Pengurus dari 119 Daerah
Hadapi Era Digital, Ning Lia Dorong Mahasiswa Miliki Karakter dan Integritas
Kementan RI Apresiasi Sumenep atas Keberhasilan Program Pertanian UPLAND
Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi
Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Menyapa Madrasah dari Hal Sederhana, Jurnalis Sapudi Salurkan Bantuan AMDK

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Pemulihan BBM di Bali Dipercepat, 108 Mobil Tangki dan 465 Awak Disiagakan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:07 WIB

LUKW Unitomo dan IJTI Dorong Profesionalisme Wartawan Lewat Uji Kompetensi di Surabaya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Mukernas TDA 9.0 di Surabaya, Himpun 500 Pengurus dari 119 Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:34 WIB

Hadapi Era Digital, Ning Lia Dorong Mahasiswa Miliki Karakter dan Integritas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 02:37 WIB

Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Dari Pantai Slopeng, Khofifah Indar Parawansa Dorong Potensi Maritim Sumenep dan Kesejahteraan Nelayan

Berita Terbaru