Empati, Edukasi, Prestasi: Tiga Pilar ini Antarkan Sosok Lia Istifhama Hingga ke Senayan

Minggu, 29 Juni 2025 - 16:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Dr Lia Istifhama, S.Sos.i., M.E.I saat menyampaikan Sekapur Sirih pada Acara SMSI Award 2025 di pendopo Agung keraton Sumenep.

Foto. Dr Lia Istifhama, S.Sos.i., M.E.I saat menyampaikan Sekapur Sirih pada Acara SMSI Award 2025 di pendopo Agung keraton Sumenep.

SUMENEP, nusainsider.com Nama Dr. Lia Istifhama mencuri perhatian publik usai terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Dapil Jawa Timur pada Pemilu 2024.

Ia meraih 2.739.123 suara, menjadikannya senator perempuan non-petahana dengan suara tertinggi secara nasional, hanya kalah dari Komeng (Jabar) dan Gus Yasin (Jateng).

Bappeda Sumenep

Meski keponakan dari mantan Gubernur Jawa Timur dan Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, Ning Lia dikenal rendah hati dan dekat dengan masyarakat. Ia bukan berasal dari partai politik, melainkan sosok aktivis sosial, advokat, akademisi, penulis, hingga musisi.

Putri bungsu KH Maskur Hasyim, tokoh Nahdlatul Ulama Jawa Timur ini, tumbuh sebagai pribadi yang dikenal jujur, pemaaf, pekerja keras, dan peduli wong cilik. Bagi Lia, suara hampir tiga juta bukanlah sekadar angka, melainkan hasil dari dedikasi, ketulusan, dan semangat pengabdian.

“Saya ingin publik tahu saya juga berasal dari rakyat biasa. Pernah jadi sales kartu kredit, karyawati yang panas-panasan naik motor,” ungkapnya merendah.

Ning Lia memiliki rekam jejak pendidikan yang luar biasa. Ia tercatat pernah kuliah S1 di tiga kampus sekaligus: Universitas Airlangga (Unair), IAIN Sunan Ampel (kini UINSA), dan STID Taruna Surabaya. Kecintaannya pada ilmu membawanya dijuluki “kutu buku” karena hampir setiap hari berada di perpustakaan.

“Pernah ikut kuliah lintas prodi, bahkan beda angkatan. Jadi kadang yang paling tua sendiri,” candanya.

Sejak mahasiswa, ia sudah bekerja sambil kuliah, mulai dari penerima tamu hingga event organizer. Setelah lulus S1, ia bekerja penuh waktu sambil mengejar pendidikan S2 dan S3 dengan beasiswa Kementerian Agama. Bahkan saat mengandung, ia tetap aktif kuliah dan bekerja sebagai dosen.

Baca Juga :  Viral ! Nur Faizin Desak Pemerintah Tegas Berantas Rokok Ilegal

Salah satu momen uniknya terjadi saat kampanye di Madiun. Sebuah video viral memperlihatkan seorang ODGJ mencium banner kampanyenya. Alih-alih marah, Ning Lia menanggapinya dengan empati:

“Orang ODGJ itu polos, nggak ada niat jelek. Anggap saja sebagai tanda tulus.”

Tak lama setelah Pemilu, fotonya sempat dicatut oleh lawan politik dalam materi kampanye. Meski dapat membawa kasus itu ke ranah hukum, Ning Lia justru memilih memaafkan.

“Niat kami hanya edukasi. Politik harus jujur. Saya malah mengajak rival saling sinergi seperti saudara,” ujarnya bijak.

Kiprah sosial Ning Lia pun sangat menonjol. Ia telah menerima berbagai penghargaan bergengsi, antara lain:

  • Woman of The Year Jatim 2023 (TIMES Indonesia)
  • Pejuang Literasi 2024
  • 100 Tokoh Muda Nasional 2020 (APN)
  • Tokoh Peduli Desa Wisata dan Pertanian
  • Tokoh Sosial Inklusif dan Interaktif 2025
Baca Juga :  Bupati Fauzi: Jalan Santai Bukan Sekadar Hiburan, Tapi Gerakan Hidup Sehat

Perjalanan Lia Istifhama menunjukkan bahwa politik bukan hanya panggung kekuasaan, tetapi ruang pengabdian bagi mereka yang tulus melayani.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Cukai Tembakau Jadi Mesin Uang Negara, Daerah Penghasil Masih Jadi Korban
Dari Rumah Layak Menuju Hidup Bermartabat, Bupati Fauzi Serahkan RTLH di Lenteng
Inovasi Digital Tak Harus dari Kota, Rumah Desa Hebat Tuai Pujian Ning Lia
Job and Edu Fair, SMKN 1 Sumenep Teken MoU dengan Delapan Mitra Industri
Tak Sekadar RS Jiwa, RS Menur Tunjukkan Layanan Komprehensif Berkat Dukungan Khofifah
Bullying dan Game Online Mengancam Anak, Senator Lia Istifhama: Mental Tangguh Harus Dibentuk Sejak Dini
68 Tahun Hidup di Keluarga, Lia Istifhama Minta Negara Serius Bangun Ketahanan Bangsa
Makanan Tak Layak Konsumsi hingga Dugaan Korupsi, Dear Jatim Bongkar Masalah MBG Sumenep
banner 325x300

Berita Terkait

Senin, 19 Januari 2026 - 11:38 WIB

Cukai Tembakau Jadi Mesin Uang Negara, Daerah Penghasil Masih Jadi Korban

Senin, 19 Januari 2026 - 10:36 WIB

Dari Rumah Layak Menuju Hidup Bermartabat, Bupati Fauzi Serahkan RTLH di Lenteng

Senin, 19 Januari 2026 - 09:26 WIB

Inovasi Digital Tak Harus dari Kota, Rumah Desa Hebat Tuai Pujian Ning Lia

Minggu, 18 Januari 2026 - 08:41 WIB

Job and Edu Fair, SMKN 1 Sumenep Teken MoU dengan Delapan Mitra Industri

Minggu, 18 Januari 2026 - 03:14 WIB

Tak Sekadar RS Jiwa, RS Menur Tunjukkan Layanan Komprehensif Berkat Dukungan Khofifah

Sabtu, 17 Januari 2026 - 23:22 WIB

68 Tahun Hidup di Keluarga, Lia Istifhama Minta Negara Serius Bangun Ketahanan Bangsa

Sabtu, 17 Januari 2026 - 18:55 WIB

Makanan Tak Layak Konsumsi hingga Dugaan Korupsi, Dear Jatim Bongkar Masalah MBG Sumenep

Sabtu, 17 Januari 2026 - 11:23 WIB

Kolaborasi Pemkab Sumenep bersama SKK Migas – KEI, Jadikan Edukasi dan PMT sebagai Senjata Lawan Stunting

Berita Terbaru