Etika Pelayanan Dipertanyakan, Aktivis Singgung Rekam Jejak Kapus Pandian

Kamis, 20 November 2025 - 17:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Nurrahmat, Aktivis Asal Pamekasan Madura Jawa Timur.

Foto. Nurrahmat, Aktivis Asal Pamekasan Madura Jawa Timur.

SUMENEP, nusainsider.comSetelah beredarnya sebuah video serta pemberitaan di sejumlah media, publik Sumenep mendadak ramai memperbincangkan sikap seorang petugas Puskesmas Pandian yang dinilai tidak beretika.

Sorotan tajam juga diarahkan kepada Kepala Puskesmas Pandian, Fatimatul Insaniyah atau yang akrab disapa dr. Iin. Peristiwa ini mencuat pada Kamis (20/11/2025) dan langsung mendapat tanggapan dari kalangan aktivis dan pemerhati hukum.

Salah satu aktivis senior asal Pamekasan, Nurrahmat, menyayangkan tindakan petugas puskesmas yang menurutnya jelas tidak mencerminkan etika pelayanan publik.

Ia menilai, perilaku tersebut tidak terlepas dari lemahnya pembinaan pimpinan terhadap bawahannya.

“Kalau melihat video itu sudah jelas kurang ajar, tidak beretika sama sekali,” tegas Nurrahmat.

Menurutnya, Puskesmas merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Karena itu, setiap petugas baik medis, nonmedis, hingga petugas kebersihan wajib menunjukkan sikap ramah, santun, dan memiliki jiwa melayani.

Baca Juga :  Tradisi Unik! Jaran Bodhag Probolinggo Tampil Memikat di Sumenep

Apalagi, masyarakat Madura memiliki budaya ketimuran yang kuat dan menjunjung tinggi nilai etika serta kesopanan.

“Sangat tidak wajar seorang petugas pelayanan tidak punya etika sama sekali. Di sana itu tempat melayani masyarakat. Setiap petugas, termasuk cleaning service, wajib memberikan pelayanan terbaik dengan sikap ramah tamah,” ujarnya.

Nurrahmat menambahkan bahwa apa yang terjadi menunjukkan lemahnya peran kepemimpinan di Puskesmas Pandian.

Baca Juga :  Polres Sumenep Terjunkan Ratusan Personel Pengamanan Unras Garda Raya

Ia menilai baik buruknya sebuah instansi sangat bergantung pada bagaimana pemimpinnya membina dan mengarahkan bawahannya.

“Berarti selama ini pimpinan Puskesmas Pandian Sumenep kurang memberikan bimbingan dan edukasi kepada bawahan. Baik buruknya suatu instansi itu tergantung pimpinannya,” Pungkasnya.

Lebih jauh, Nurrahmat menekankan bahwa seorang pimpinan merupakan pejabat publik yang harus tegas dalam menjaga arah dan tujuan organisasi.

Ketegasan, menurutnya, penting untuk memastikan konsistensi, menjaga standar kinerja, serta menumbuhkan rasa hormat bawahan. Namun demikian, sikap tegas tetap harus diimbangi dengan keadilan dan komunikasi yang baik agar tidak berubah menjadi otoriter.

Ia mengingatkan bahwa dunia pelayanan kesehatan adalah sektor yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, sehingga tidak boleh dikotori oleh kepemimpinan yang lemah.

Baca Juga :  Dukung Atlet dan Ekonomi, Bupati Fauzi Ingin Porprov Jatim 2029 Digelar di Madura

Bahkan, rekam jejak dr. Iin sebelumnya juga menjadi sorotan publik ketika ia pernah dituntut turun dari jabatan oleh Aktivis Gerakan Pemuda Timur Daya saat menjabat di Puskesmas Batang-batang. Kala itu, ia dinilai tidak tegas dan memiliki gaya kepemimpinan yang lemah.

Kasus ini kembali memunculkan pertanyaan publik mengenai kualitas pelayanan dan manajemen di Puskesmas Pandian. Warga menunggu langkah tegas dari instansi terkait agar kejadian serupa tidak terulang dan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal sesuai standar etika dan profesionalisme.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Semarak Maulid Nabi, KPM STITA Posko 4 Cetak Generasi Berprestasi dan Berakhlak
HIMPASS Buka Suara soal Persoalan Sapeken, Kapolresta Sumenep Janji Tindaklanjuti
Bukan Sekadar Kompetisi, ASKAB PSAI Pamekasan Bawa Semangat Inklusivitas Lewat Olahraga
Madura Culture Festival #4 Berakhir Malam Ini, Stand OPD Diminta Bongkar Mulai Pukul 22.00 WIB
DPD RI Buka Ruang Dialog dalam Sengketa Ruko Surabaya, RJ Jadi Opsi yang Dikaji
Sampah Disulap Jadi Dekorasi, Stan DLH Sumenep Tembus Enam Terbaik MNV 2026
RSUD Sumenep Raih Penghargaan Stan Terbaik MNV 2026, dr. Erliyati: Ini Motivasi untuk Berbenah
Juara II Stand Terbaik MNV 2026, Dinkes P2KB Sumenep Tegaskan Komitmen Dekatkan Layanan

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 06:46 WIB

Semarak Maulid Nabi, KPM STITA Posko 4 Cetak Generasi Berprestasi dan Berakhlak

Jumat, 4 September 2026 - 19:34 WIB

HIMPASS Buka Suara soal Persoalan Sapeken, Kapolresta Sumenep Janji Tindaklanjuti

Jumat, 4 September 2026 - 17:42 WIB

Bukan Sekadar Kompetisi, ASKAB PSAI Pamekasan Bawa Semangat Inklusivitas Lewat Olahraga

Jumat, 4 September 2026 - 10:39 WIB

Madura Culture Festival #4 Berakhir Malam Ini, Stand OPD Diminta Bongkar Mulai Pukul 22.00 WIB

Jumat, 4 September 2026 - 07:29 WIB

DPD RI Buka Ruang Dialog dalam Sengketa Ruko Surabaya, RJ Jadi Opsi yang Dikaji

Kamis, 3 September 2026 - 23:38 WIB

RSUD Sumenep Raih Penghargaan Stan Terbaik MNV 2026, dr. Erliyati: Ini Motivasi untuk Berbenah

Kamis, 3 September 2026 - 23:26 WIB

Juara II Stand Terbaik MNV 2026, Dinkes P2KB Sumenep Tegaskan Komitmen Dekatkan Layanan

Kamis, 3 September 2026 - 23:15 WIB

Bappeda Sumenep Juara Stand Terbaik MNV 2026, Angkat Konsep Keraton dan Pendopo

Berita Terbaru