Sosialisasi Empat Pilar: MPR dan MH Said Abdullah Perkuat Nasionalisme Pemuda

Jumat, 25 April 2025 - 12:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Sosialisasi Empat Pilar Bersama DPR RI MH Said Abdullah.

Foto. Sosialisasi Empat Pilar Bersama DPR RI MH Said Abdullah.

SUMENEP, nusainsider.com Anggota DPR RI Dapil Jawa Timur XI (Madura), MH Said Abdullah, kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan. Hal ini diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kabupaten Sumenep.

Acara digelar di Aula Hotel C1, Sumenep, pada Jumat (25/4/2025), dan melibatkan berbagai elemen masyarakat, terutama kalangan mahasiswa. Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda resmi Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI).

Sosialisasi tersebut menghadirkan dua tenaga ahli MH Said Abdullah sebagai narasumber utama, yakni Moh. Fauzi, M.Pd., dan Slamet Hidayat, S.H., serta turut mengundang akademisi dan praktisi pendidikan sebagai penguat materi.

Empat Pilar Kebangsaan yang disosialisasikan mencakup Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Keempatnya dianggap sebagai fondasi utama dalam menjaga keutuhan dan persatuan bangsa.

Mewakili kehadiran MH Said Abdullah, Moh. Fauzi menyampaikan permohonan maaf karena legislator senior itu tidak bisa hadir secara langsung akibat agenda lain yang tak bisa ditinggalkan. Namun, pesan dan semangatnya tetap disampaikan penuh.

“Sumenep dipilih karena termasuk dalam wilayah dapil beliau, bersama Pamekasan, Sampang, dan Bangkalan,” jelas Fauzi dalam sambutannya di hadapan peserta.

Ia menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar formalitas, melainkan memiliki dimensi edukatif yang mendalam. Terlebih, di tengah dinamika era digital, nilai-nilai kebangsaan perlu terus digaungkan agar tidak terkikis oleh arus globalisasi.

“Nilai-nilai kebangsaan harus dipahami secara utuh dan berkelanjutan. Ini penting agar generasi muda tidak kehilangan jati diri dalam menghadapi perkembangan zaman,” ujarnya.

Fauzi juga mengingatkan peserta bahwa menjaga kebhinekaan dan semangat persatuan merupakan tugas bersama, yang tidak boleh berhenti hanya dalam ruang diskusi atau forum formal seperti ini.

Baca Juga :  Antusiasme Jamaah Memuncak, Akses Jalan ke Masjid Abdullah Syechan Baghraf Tertutup Kendaraan

Sementara itu, akademisi Moh. Ikmal, M.Sos., yang turut hadir sebagai pemateri utama, mengajak peserta untuk menghayati kembali makna dari masing-masing pilar kebangsaan.

Menurut Ikmal, pemahaman terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya materi hafalan, melainkan harus diinternalisasi dalam perilaku dan sikap hidup sehari-hari.

Ia juga menyinggung pentingnya membumikan nilai-nilai luhur bangsa di kalangan pemuda, terutama dalam konteks perkembangan media sosial dan maraknya konten yang bersifat provokatif dan memecah belah.

“Kita tidak boleh hanya bangga sebagai warga negara, tapi juga harus aktif menjaga dan merawat pilar-pilar kebangsaan itu melalui tindakan nyata,” ujar Ikmal.

Dalam sesi diskusi yang berlangsung interaktif, peserta diberi ruang untuk menyampaikan pandangan, pertanyaan, dan bahkan usulan terkait strategi memperkuat nilai-nilai kebangsaan di lingkungan masyarakat.

Baca Juga :  Akhirnya! Bupati Sumenep akan Segera memproses Pencopotan Bidan dan Kapus Batang-batang 5x24 Jam

Respons peserta pun cukup antusias. Mereka tidak hanya menyimak, tetapi juga berdialog langsung dengan narasumber mengenai berbagai isu aktual yang berkaitan dengan kebangsaan, toleransi, dan nasionalisme.

Salah satu peserta dari kalangan mahasiswa menanyakan cara konkret menanamkan semangat kebangsaan di kalangan anak muda, terutama dalam menghadapi tantangan budaya populer dan informasi instan.

Baca Juga :  FPR Soroti Dugaan Mafia BBM di Raas: Rakyat Kecil Jadi Korban

Menanggapi hal itu, Slamet Hidayat menegaskan pentingnya keteladanan dan pendidikan karakter sebagai langkah awal. Menurutnya, generasi muda perlu diberi ruang untuk belajar, berbuat, dan berkontribusi.

“Keteladanan dari orang tua, guru, tokoh masyarakat, dan pemimpin sangat dibutuhkan. Kita tidak bisa hanya menyuruh, tapi harus memberi contoh,” katanya.

Di akhir acara, seluruh peserta diajak untuk mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini diharapkan dapat menjadi benteng menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

Panitia berharap sosialisasi ini dapat memberikan dampak nyata dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat, khususnya generasi muda, tentang pentingnya menjaga ideologi bangsa dan persatuan nasional.

Loading

Penulis : Dre

Berita Terkait

ALARM Geram! Temuan Ulat Berulang di MBG Ganding Dinilai Cederai Program Nasional
Kasus Bea Cukai Kian Panas, Nama Pengusaha Sumenep Ikut Terseret
Siap Kawal Program Rp1,7 Triliun HDDAP, LSM Siap Awasi dari Perencanaan hingga Pelaksanaan
Waspada! Polres Pamekasan Buru Penyebar Video Mesum, Pelaku Utama Sudah Diamankan
Hadirkan Solusi Belanja Hemat, Istana Perabot Serba 2000 Dibuka di Ambunten
Dari Sumenep ke Puncak Prestasi: Syahra Taklukkan 300 Peserta di Pamekasan
Tagar “Anyar Pole di PMK” Ramai, Polisi Selidiki Video Diduga Libatkan Pelajar
Warga Berburu Lebih Awal, Harga Kambing Sudah Melambung

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 08:07 WIB

ALARM Geram! Temuan Ulat Berulang di MBG Ganding Dinilai Cederai Program Nasional

Senin, 20 April 2026 - 07:25 WIB

Kasus Bea Cukai Kian Panas, Nama Pengusaha Sumenep Ikut Terseret

Senin, 20 April 2026 - 04:49 WIB

Siap Kawal Program Rp1,7 Triliun HDDAP, LSM Siap Awasi dari Perencanaan hingga Pelaksanaan

Senin, 20 April 2026 - 01:45 WIB

Waspada! Polres Pamekasan Buru Penyebar Video Mesum, Pelaku Utama Sudah Diamankan

Minggu, 19 April 2026 - 17:26 WIB

Dari Sumenep ke Puncak Prestasi: Syahra Taklukkan 300 Peserta di Pamekasan

Minggu, 19 April 2026 - 14:11 WIB

Tagar “Anyar Pole di PMK” Ramai, Polisi Selidiki Video Diduga Libatkan Pelajar

Minggu, 19 April 2026 - 07:36 WIB

Warga Berburu Lebih Awal, Harga Kambing Sudah Melambung

Sabtu, 18 April 2026 - 12:50 WIB

“Dalih Birokrasi, Derita Kepulauan: Potret Buram Pengelolaan Anggaran Ratusan Miliar”

Berita Terbaru