Festival Sape Sonok Madura 2026 Digelar 9 Agustus, Bupati Fauzi Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya Leluhur

Jumat, 7 Agustus 2026 - 03:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Potongan Flayer Festival Sape Sonok 2026 di Sumenep

Foto. Potongan Flayer Festival Sape Sonok 2026 di Sumenep

SUMENEP, nusainsider.com Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep kembali menghadirkan agenda budaya bergengsi dalam rangkaian Sumenep Calendar of Event 2026.

Kali ini, Festival Sape Sonok Madura 2026 akan digelar pada Minggu, 9 Agustus 2026, di Stadion Ahmad Yani Sumenep, dan terbuka gratis untuk umum.

Festival yang diselenggarakan oleh Paguyuban Sape Sonok Sumenep dengan dukungan DKPP Kabupaten Sumenep dan Sumekar Line tersebut diproyeksikan menjadi salah satu daya tarik utama wisata budaya Madura sekaligus momentum memperkuat identitas daerah di tingkat nasional.

Ajang tahunan ini akan menampilkan keindahan sapi betina pilihan yang dihias dengan berbagai ornamen khas Madura.

Tidak hanya mempertontonkan kecantikan dan keharmonisan langkah sapi, festival juga menghadirkan iringan musik tradisional, atraksi budaya, hingga nuansa khas masyarakat Madura yang sarat nilai sejarah dan kearifan lokal.

Baca Juga :  Kemenhub dan PT Pelni Diminta Tegas, Sanus 74 Dinilai Rugikan Penumpang

Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan Festival Sape Sonok bukan sekadar perlombaan, tetapi merupakan bagian dari upaya menjaga dan merawat warisan budaya leluhur agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

“Festival Sape Sonok merupakan identitas budaya masyarakat Madura yang harus terus kita lestarikan. Kegiatan ini bukan hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi yang diwariskan para leluhur,” ujar Achmad Fauzi.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Sumenep berkomitmen menjadikan sektor budaya sebagai salah satu penggerak utama pembangunan daerah, terutama dalam meningkatkan kunjungan wisatawan serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Serahkan Klaim AUTP, Minimalisir Kerugian Petani Saat Puso
Foto. Flayer Kalender Event Sumenep 2026, Festival Sape Sonok

“Melalui Sumenep Calendar of Event, kami ingin memperkenalkan kekayaan budaya Sumenep kepada masyarakat luas. Festival seperti ini mampu menarik wisatawan sekaligus memberikan dampak positif bagi pelaku UMKM, perajin, peternak, hingga sektor jasa lainnya,” tambahnya.

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat Sumenep maupun wisatawan dari berbagai daerah untuk hadir dan menyaksikan langsung kemeriahan Festival Sape Sonok Madura 2026.

“Kami mengundang seluruh masyarakat untuk datang bersama keluarga menikmati kemeriahan Festival Sape Sonok. Mari kita bangga terhadap budaya sendiri dan bersama-sama menjaga agar tradisi luhur ini tetap lestari dari generasi ke generasi,” ungkapnya.

Festival Sape Sonok selama ini dikenal sebagai salah satu ikon budaya Madura yang memiliki nilai seni tinggi. Keindahan tata rias sapi, keserasian gerak, hingga kepiawaian para pawang menjadi daya tarik tersendiri yang selalu dinantikan masyarakat.

Baca Juga :  Warga Murka! Bos Konter HP di Sumenep Diduga “Banderol” Harga Diri Karyawan Rp 1Juta

Selain menjadi ruang pelestarian budaya, penyelenggaraan festival juga diharapkan mampu memperkuat posisi Sumenep sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Jawa Timur.

Dengan dukungan berbagai pihak serta antusiasme masyarakat, Festival Sape Sonok Madura 2026 diyakini akan kembali menjadi panggung budaya yang memperlihatkan kekayaan tradisi Madura sekaligus memperkuat citra Kabupaten Sumenep sebagai daerah yang konsisten menjaga dan mengembangkan warisan budaya nusantara.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

BAZNAS Sumenep Dukung KKN Internasional STITA ke Malaysia melalui Program Sumenep Cerdas 2026
Al-Huda Gelar Halaqoh Parenting, Orang Tua Diajak Tinggalkan Pola Asuh Otoriter
Annuqayah Mantapkan Kiprah Global, 22 Mahasiswa Jalani KKN Internasional di Mekkah dan Jeddah
Pemkab Brebes Berguru ke Sumenep, Pelestarian Budaya dan Pendidikan Jadi Daya Tarik
Nyaris Lolos dari Bandara Juanda, Kurir Sabu dan Ekstasi Disergap Berkat Analisis Risiko Bea Cukai
Polresta Malang Kota Tetapkan Gunadi Yuwono Tersangka Kasus Dugaan Penggelapan Rp500 Juta
Dari Gerbang hingga Taneyan, Pemuda Pocang Temor Hidupkan Semangat Merah Putih dengan Gotong Royong
P4GI Desak Pemerintah Hentikan Penetapan Harga Garam Sepihak oleh Pabrik, Tagih Amanat UU Nomor 7 Tahun 2016

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 05:27 WIB

BAZNAS Sumenep Dukung KKN Internasional STITA ke Malaysia melalui Program Sumenep Cerdas 2026

Jumat, 7 Agustus 2026 - 03:52 WIB

Festival Sape Sonok Madura 2026 Digelar 9 Agustus, Bupati Fauzi Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya Leluhur

Kamis, 6 Agustus 2026 - 22:28 WIB

Al-Huda Gelar Halaqoh Parenting, Orang Tua Diajak Tinggalkan Pola Asuh Otoriter

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:21 WIB

Annuqayah Mantapkan Kiprah Global, 22 Mahasiswa Jalani KKN Internasional di Mekkah dan Jeddah

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:39 WIB

Pemkab Brebes Berguru ke Sumenep, Pelestarian Budaya dan Pendidikan Jadi Daya Tarik

Selasa, 4 Agustus 2026 - 19:40 WIB

Polresta Malang Kota Tetapkan Gunadi Yuwono Tersangka Kasus Dugaan Penggelapan Rp500 Juta

Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:09 WIB

Dari Gerbang hingga Taneyan, Pemuda Pocang Temor Hidupkan Semangat Merah Putih dengan Gotong Royong

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:37 WIB

P4GI Desak Pemerintah Hentikan Penetapan Harga Garam Sepihak oleh Pabrik, Tagih Amanat UU Nomor 7 Tahun 2016

Berita Terbaru