Garda raya Desak Kapus Batang-batang Mundur Buntut Galeri Dosa Sejak Menjabat

- Pewarta

Kamis, 21 Desember 2023 - 07:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Abd Sattar saat menyampaikan Point tuntutan dan Gallery dosa Puskesmas Batang-batang Dihadapan Komisi IV DPRD Sumenep

Foto. Abd Sattar saat menyampaikan Point tuntutan dan Gallery dosa Puskesmas Batang-batang Dihadapan Komisi IV DPRD Sumenep

SUMENEP, nusainsider.com Setelah aksi Gerakan Pemuda Timur daya (Garda raya) digelar hingga berjilid-jilid diberbagai Titik, diantaranya Puskesmas Batang-batang, Dinkes P2KB, Pemkab Sumenep Hingga DPRD kabupaten Sumenep.

Kini, Garda raya bersama Masyarakat kembali datangi ruangan Komisi IV (empat) DPRD Kabupaten sumenep guna menyampaikan polemik kematian Bayi asal tamidung hingga masalah lain yang terjadi di Puskesmas Batang-batang sejak dinakhodai Dr Fatimatul Insaniyah sebagai kepala Puskesmas Batang-batang.

Abd Sattar menyampaikan bahwa kedatangan Pemuda dan masyarakat selain menuntut bidan Windu untuk Dilengserkan dari Puskesmas Batang-batang juga mendesak Legislatif sebagai tangan panjang rakyat agar memanggil Bupati sumenep supaya menarik SK pengangkatan Fatimatul Insaniyah sebagai kepala puskesmas.

Kepala Puskesmas Batang-batang dinilai tidak mampu mengatur serta melakukan pemantauan dan evaluasi bawahannya yang jelas-jelas telah melakukan kelalaian pelayanan kesehatan, “kata Abd sattar saat ditemui media ini, Rabu (20/12/2023) usai Audiensi.

Masalah yang muncul dari bawahan adalah bukti tidak becusnya pemimpin dalam mengevaluasi dan melakukan pengawasan secara berkala terhadap Tenaga kesehatan (Nakes) yang berada dibawah komandonya.

Baca Juga :  Syukuran Akhir Tahun, Ikhtiar Bupati Sumenep Undang Seluruh ASN

Terbukti, selain masalah kematian bayi umur 6 (enam) hari sejak dinakhodai Fatimatul Insaniyah, juga ada banyak masalah pelayanan yang fatal terjadi dimasa kepemimpinannya.

Diantaranya, Kesalahan membuat surat Rujukan pada tanggal 28/11/2023 oleh petugas PKM Batang-batang kepada Warga desa Banuaju timur yang Sakit Bagian Leher namun dikasik Rujukan Penyakit Dalam, “Sebutnya.

Bahkan juga Pada Bulan Agustus kemarin terjadi keracunan kepada pasien dalam satu Ruangan di Puskesmas Batang-batang yang berjumlah kurang lebih 5 (lima) Orang, Salahsatu diantaranya adalah warga Legung.

Foto. Anggota DPRD kabupaten Sumenep Komisi IV saat menemui Audiensi Garda Raya (Rabu, 20/12/2023)

Juga Ada Ibu Hamil asal Batang-batang yang tidak dilayani sehingga di rujuk ke Surabaya dengan kondisi kritis hingga lebih 1 Mingguan.

Serta banyak kasus lain, yang tersusun rapi menjadi temuan Pemuda timur daya dan juga laporan masyarakat. Sehingga yang Terhormat Bapak bupati jangan sampai Segan lagi untuk menarik SK Kapus Batang-batang, “Jelasnya.

Sattar sapaan akrabnya berharap Bupati Sumenep segera mencopot kapus Batang-batang dari Puskesmas setempat tanpa menunggu Mutasi bersamaan dengan kepala OPD.

Baca Juga :  Audiensi Garda Raya Bersama DPRD Komisi IV Desak Kapus Batang-batang Dilengserkan

Jangan lagi menunggu klarifikasi pihak terkait yang ujung-ujungnya akan menyampaikan narasi pembenaran lagi, kalau memang dipandang perlu kami siap memanggil para korban untuk dimintai keterangan dan bukti adanya kelalaian dan lemahnya pelayanan Puskesmas Batang-batang sejak dinahkodai Dr Fatimatul Insaniyah, “Tutupnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Sumenep, Sami’oedin menyampaikan bahwa memang pelayanan kesehatan di Puskesmas Batang-batang selalu dikeluhkan oleh masyarakat setempat.

Hal tersebut juga terbukti, bertepatan saat dirinya jalan-jalan ke salahsatu desa di kecamatan Batang-batang tepatnya di desa Banuaju.

Ada masyarakat yang menyampaikan kalau istrinya saat hamil dan hendak melahirkan dibawa ke Puskesmas Batang-batang namun oleh Petugas disana tidak dilayani sebagaimana mestinya,”pungkasnya saat menemui Audiensi Garda raya bersama Anggota Komisi yang lain, Rabu 20/12.

Bahkan ia menyebutkan hasil laporan masyarakat Batang-batang bahwa petugas di Puskesmas Batang-batang sangat jarang menerapkan budaya 5S (Senyum, salam Sapa, sopan dan Santun).

Padahal budaya itu harus dimiliki tenaga kesehatan agar supaya memberikan rasa Nyaman kepada masyarakat untuk berobat kesana.

“Terakhir, kami seluruh Anggota komisi IV (empat) akan membantu mengkawal tuntutan Pemuda Garda Raya dan Masyarakat sampai Tuntas”, Tambahnya.

Loading

Berita Terkait

Percepat Visi Misi Pemkab Sumenep, Lima Kepala OPD Sumenep di Mutasi. Berikut Daftarnya
Presiden RI Joko Widodo Anugerahkan Pangkat Istimewa Jenderal TNI (HOR) kepada Prabowo Subianto
Deputi Bidang Infokom Brigade Manguni Decky Maskikit Angkat Bicara Berantas Mafia Solar Di Sulut
Incumbent! Berikut Caleg DPRD Dapil VI Berpotensi Dapat Kursi
Aktivis Pusaka Gelar Aksi ke Pemkab, Sebut BUMD Lumbung Tikus
Tingkatkan Mutu Pendidikan Masyarakat, Dinsos P3A Sumenep Mulai Lakukan Verifikasi dan Validasi data Penerima Beasiswa 2024
Jhon Ngantung “Berbagi Kasih Tanpa ada Perbedaan” Kepada Sesama
Kisruh! Honor KPPS di Berbagai desa Banyak di Sunat, KPU Wajib Tegas

Berita Terkait

Kamis, 29 Februari 2024 - 10:00 WIB

Percepat Visi Misi Pemkab Sumenep, Lima Kepala OPD Sumenep di Mutasi. Berikut Daftarnya

Rabu, 28 Februari 2024 - 17:09 WIB

Presiden RI Joko Widodo Anugerahkan Pangkat Istimewa Jenderal TNI (HOR) kepada Prabowo Subianto

Selasa, 27 Februari 2024 - 22:23 WIB

Deputi Bidang Infokom Brigade Manguni Decky Maskikit Angkat Bicara Berantas Mafia Solar Di Sulut

Selasa, 27 Februari 2024 - 20:05 WIB

Incumbent! Berikut Caleg DPRD Dapil VI Berpotensi Dapat Kursi

Selasa, 27 Februari 2024 - 15:12 WIB

Aktivis Pusaka Gelar Aksi ke Pemkab, Sebut BUMD Lumbung Tikus

Selasa, 27 Februari 2024 - 13:49 WIB

Tingkatkan Mutu Pendidikan Masyarakat, Dinsos P3A Sumenep Mulai Lakukan Verifikasi dan Validasi data Penerima Beasiswa 2024

Senin, 26 Februari 2024 - 22:44 WIB

Jhon Ngantung “Berbagi Kasih Tanpa ada Perbedaan” Kepada Sesama

Senin, 26 Februari 2024 - 17:30 WIB

Kisruh! Honor KPPS di Berbagai desa Banyak di Sunat, KPU Wajib Tegas

Berita Terbaru

Nasional

PPK Tanjung Morawa Diduga Mafia Penggelembungan Suara

Minggu, 3 Mar 2024 - 18:19 WIB