Audiensi Garda Raya Bersama DPRD Komisi IV Desak Kapus Batang-batang Dilengserkan

Rabu, 20 Desember 2023 - 13:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Abd Halim bersama Anwar saat menceritakan kronologi kematian Adellia Aziz Bella Negara di hadapan Komisi IV DPRD Sumenep

Foto. Abd Halim bersama Anwar saat menceritakan kronologi kematian Adellia Aziz Bella Negara di hadapan Komisi IV DPRD Sumenep

SUMENEP, nusainsider.com Pemuda Timur daya (Garda Raya) gelar Audiensi bersama Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) komisi IV (Empat) terkait kematian Adellia Aziz bella negara yang dinilai janggal dan diduga Malpraktek di Puskesmas batang-batang.

Dewan Perwakilan rakyat daerah (DPRD) kabupaten sumenep sebagai Representatif dari rakyat untuk bahan evaluasi dan Koordinasi dengan OPD tekhnis terkait dugaan Malapraktik di Puskesmas Batang-batang.

Ini memang menjadi atensi kita dari waktu ke waktu bahwa pelayanan kesehatan di kabupaten sumenep memang ditingkatkan dengan kualitas yang berkembang.

Foto Pemuda dan Masyarakat Timur daya bersama DPRD kabupaten sumenep Komisi IV usai Audiensi.

Atensi kita kedepan tidak akan ada alibi-alibi dari puskesmas terkait pelayanan kesehatan yang buruk di kabupaten sumenep, “Pungkasnya Akis Jasuli Pimpinan rapat di Komisi IV bersama jajaran anggota.

Baca Juga :  107 Mahasiswa di Kantor Dinsos P3A Sumenep Terima Bansos Beasiswa PAK

Prioritas kita sekarang ini untuk menindaklanjuti tuntutan keluarga guna meminta keadilan, besok kita langsung melakukan rapat Koordinasi dengan kepala dinas kesehatan, kepala puskesmas dan bidan terkait untuk dimintai klarifikasi agar bisa bertanggungjawab.

Komisi IV memiliki peran kontrol di setiap kerja birokrasi khususnya di wilayah kesehatan, “Jelasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV Sami’odin menyampaikan bahwa memang itu kewajiban dari kementerian kesehatan bahwa setiap bayi baru lahir harus di ambil sample darahnya sesuai petunjuk dan prosedur pelaksanaan yang sudah diatur oleh kemenkes RI.

Namun, mengikuti serta memantau perkembangan dan tulisan media bahwa yang dilakukan Bidan terkait tidak mengikuti prosedur dan diduga Malpraktek.

Sehingga hal tersebut akan kami klarifikasi dan meminta pertanggungjawaban kepada tenaga kesehatan terkait untuk di mintai keterangan, “Jelasnya Anggota dewan dari Fraksi PKB, Rabu (20/12).

Ditambahkan, saat melakukan kunjungan di masyarakat Batang-batang tepatnya pada Malam selasa ada masyarakat batang-batang menyampaikan bahwa ada kebiasaan di puskesmas batang-batang yang dikeluhkan pelayanan buruk.

Baca Juga :  Menolak Kompromi ; Garda Raya Berhasil Lengserkan Bidan Windu dari Puskesmas batang-batang

Katanya, istrinya mau melahirkan namun tidak dilayani serius, “Tambahnya tidak melanjutkan ceritanya.

Ditempat yang sama, Abd halim menyampaikan bahwa kedatangannya ke DPRD Komisi IV dalam rangka meminta keadilan atas kematian Adellia Aziz Bella Negara ditengah bobroknya pelayanan yang dinilai Lalai.

“Sudah 4 (empat) kali Masyarakat dan pemuda timur daya turun jalan meminta keadilan kepada Bapak Bupati dan Dinas terkait. Namun selalu mendapatkan Janji manis yang hingga kini tidak ada kejelasan”, Ungkapnya Koordinator Garda raya disela-sela Audiensinya ke Komisi IV.

Meskipun Bidan Windu sudah dialih tugaskan dan diberikan pengkayaan oleh Dinkes P2KB Sumenep, tapi keberadaan Kepala Puskesmas di Batang-batang masih belum menyembuhkan sakit mendalam kepada Masyarakat dan Pemuda Timur daya.

Baca Juga :  Pemilu 2024, Tantangan dan Kekhawatiran dalam Pesta Demokrasi

Sehingga kedatangan Pemuda dan Masyarakat ke Legislatif sebagai tangan panjang Rakyat untuk segera mendukung serta mendorong Eksekutif agar memberhentikan Kapus Batang-batang karena dinilai tidak mampu menerjemahkan Visi-misi Bupati Sumenep ‘Bismillah Melayani’, “Tuntutnya.

Diketahui, turut hadir pada Audiensi Pemuda dan DPRD Komisi IV, Akis jasuli, Drs Moh Washil, K Sami’oedin, Nurus Salam dan Ahmad Jasuli.

Serta dari pihak Pemuda dan Keluarga Korban, Mohammad anwar (Paman Korban), Tari (Paman Korban), Abd Halim (Pemuda Garda Raya), Abd Sattar, Zainuddin dan Didi.

Loading

Berita Terkait

Sukseskan Sensus Ekonomi 2026, BPS Sumenep Fokus Tingkatkan Kompetensi Petugas Lapangan
RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep Gelar Gebyar 3M, Perkuat Kompetensi dan Keselamatan Pasien
Dari Warisan Budaya Menjadi Produk Kreatif, Reog Ponorogo Bersinar di Edu Kampus School Expo 2026
Konfirmasi Tak Digubris, Sikap Kepala KSOP Kalianget Dinilai Hambat Kerja Jurnalistik
Batik dan Wayang Curi Perhatian Pengunjung Edu Kampus School 2026 di Surabaya
Polwan Sumenep Turun ke Jalan, Pastikan Jamaah Sholat Jumat Aman dan Nyaman
Sidang Terbuka Penerimaan Polri 2026 Digelar, 10 Peserta Sumenep Lanjut ke Rikkes Tahap II
Klaim 75 Persen Tak Cukup, ALARM Minta DPR RI Pastikan Mutu PELRA Kalianget

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:20 WIB

Sukseskan Sensus Ekonomi 2026, BPS Sumenep Fokus Tingkatkan Kompetensi Petugas Lapangan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 13:54 WIB

RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep Gelar Gebyar 3M, Perkuat Kompetensi dan Keselamatan Pasien

Sabtu, 6 Juni 2026 - 08:55 WIB

Dari Warisan Budaya Menjadi Produk Kreatif, Reog Ponorogo Bersinar di Edu Kampus School Expo 2026

Jumat, 5 Juni 2026 - 18:09 WIB

Konfirmasi Tak Digubris, Sikap Kepala KSOP Kalianget Dinilai Hambat Kerja Jurnalistik

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:58 WIB

Batik dan Wayang Curi Perhatian Pengunjung Edu Kampus School 2026 di Surabaya

Jumat, 5 Juni 2026 - 01:49 WIB

Sidang Terbuka Penerimaan Polri 2026 Digelar, 10 Peserta Sumenep Lanjut ke Rikkes Tahap II

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:43 WIB

Klaim 75 Persen Tak Cukup, ALARM Minta DPR RI Pastikan Mutu PELRA Kalianget

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:34 WIB

Program PPM 2026 Diselaraskan, Medco dan Pemkab Sumenep Pastikan Tepat Sasaran

Berita Terbaru