Gerakan Orang Tua Asuh Mulai Digulirkan, Dinkes P2KB Sumenep Perkuat Perang Melawan Stunting

Senin, 26 Januari 2026 - 22:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Program Genting Dinkes P2KB Sumenep

Foto. Program Genting Dinkes P2KB Sumenep

SUMENEP, nusainsider.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, resmi mencanangkan Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) sebagai langkah strategis menekan angka stunting di wilayah setempat.

Program ini menjadi bagian dari komitmen daerah dalam mendukung percepatan penurunan stunting yang masih menjadi isu kesehatan krusial.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep, Ellya Fardasah, mengatakan bahwa Program Genting merupakan tindak lanjut dari gerakan nasional yang dicanangkan oleh pemerintah pusat.

Pemkab Sumenep, lanjutnya, langsung merespons dengan mengimplementasikan kebijakan tersebut di tingkat daerah.

“Program Genting ini merupakan amanat dari pemerintah pusat yang segera kami tindak lanjuti melalui kebijakan daerah agar dapat segera diimplementasikan secara nyata di Kabupaten Sumenep,” ujar Ellya Fardasah di Sumenep, Selasa.

Tindak lanjut tersebut dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Bupati Sumenep Nomor 2 Tahun 2026 tertanggal 23 Januari 2026 tentang Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting. Surat edaran ini menjadi landasan hukum bagi seluruh pihak untuk berpartisipasi aktif dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting.

Baca Juga :  Tekan Angka Kemiskinan, Bupati Sumenep Berikan Bantuan RTLH di Sejumlah Kecamatan

Ellya menjelaskan, inti dari Program Genting adalah gerakan kepedulian bersama melalui pemberian bantuan kepada keluarga yang berisiko mengalami tengkes atau stunting. Melalui keterlibatan berbagai pihak sebagai orang tua asuh, diharapkan dapat tercipta sinergi dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

“Melalui program ini, balita yang berisiko stunting diharapkan mendapatkan bantuan peningkatan gizi dan kesehatan. Selain itu, keluarga juga akan memperoleh edukasi serta bantuan pemberdayaan agar mampu meningkatkan kualitas hidupnya,” jelasnya.

Menurut Ellya, permasalahan stunting tidak bisa ditangani secara parsial. Diperlukan pendekatan yang holistik, integratif, dan berkelanjutan dengan melibatkan lintas sektor dan seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga :  Rumit! APBD Sumenep Potensi Dikorupsi, Skandal CV Shovia Bratajaya Wajib Diselidiki

Oleh karena itu, Pemkab Sumenep mengajak masyarakat, dunia usaha, lembaga, dan individu untuk turut berperan sebagai Orang Tua Asuh (OTA).

Bentuk bantuan yang dapat diberikan OTA terbagi dalam beberapa kategori. Pertama, bantuan nutrisi berupa makanan lengkap siap santap atau kudapan kaya protein hewani selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPH).

Bantuan ini dibagi dalam beberapa skema, mulai dari N1 sebesar Rp15.000 per hari per anak minimal selama tiga bulan, N2 Rp15.000 per hari per anak minimal enam bulan, hingga N3 berupa pemberian dua butir telur setiap hari selama enam bulan dengan perkiraan biaya Rp100.000 per bulan serta bantuan susu formula kotak 150 gram sebanyak 18 kotak untuk tiga bulan.

Kedua, bantuan non-nutrisi, seperti perbaikan rumah agar layak huni, perbaikan jamban, penyediaan akses air bersih, serta edukasi pendukung. Edukasi tersebut mencakup pencegahan stunting bagi remaja dan calon pengantin, pendampingan ibu hamil, pola pengasuhan anak, hingga peningkatan kapasitas ekonomi keluarga.

“Bantuan dalam bentuk uang dapat disalurkan melalui Baznas. Sementara bantuan berupa telur atau susu bisa disalurkan melalui Dinkes P2KB atau langsung oleh orang tua asuh setelah terdaftar dalam tim pengendali Genting,” paparnya.

Selain itu, fasilitas bantuan di tingkat desa dapat dioptimalkan melalui Kampung Keluarga Berkualitas, Kampung KB Dahsyat, serta Tim Pendamping Keluarga (TPK) setempat.

Baca Juga :  Penyegaran Birokrasi, Bupati Sumenep Rotasi dan Promosi Sembilan Pejabat Strategis

Berdasarkan data terbaru, jumlah anak yang terdata mengalami stunting di Kabupaten Sumenep mencapai 750 orang yang tersebar di 27 kecamatan, baik wilayah daratan maupun kepulauan.

Melalui Program Genting, Pemkab Sumenep optimistis angka tersebut dapat ditekan secara signifikan melalui kolaborasi dan kepedulian bersama.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

“Dalih Birokrasi, Derita Kepulauan: Potret Buram Pengelolaan Anggaran Ratusan Miliar”
Berat Barang Bukti Berbeda, BEMSU Singgung Lemahnya Komunikasi Publik Kasus Kokain
Baru 4 Hari Klarifikasi, SPPG Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Kembali Disorot: Makanan MBG Diduga Berulat Lagi
Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK
Tak Lagi Parsial, Lia Istifhama Dorong Pengelolaan Dana Umat Lebih Transparan Lewat PDUF
Baru Buka, SkY Coffee Grounds Diserbu Pengunjung, Nongkrong Naik Level!
Detikzone Tebar Kepedulian, Santuni Pekerja Informal Lewat Program Jumat Berkah
Gerakan Hijau DPRD Sumenep, Anggota PDIP Pilih Sepeda ke Kantor

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 12:50 WIB

“Dalih Birokrasi, Derita Kepulauan: Potret Buram Pengelolaan Anggaran Ratusan Miliar”

Sabtu, 18 April 2026 - 11:19 WIB

Berat Barang Bukti Berbeda, BEMSU Singgung Lemahnya Komunikasi Publik Kasus Kokain

Sabtu, 18 April 2026 - 08:32 WIB

Baru 4 Hari Klarifikasi, SPPG Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Kembali Disorot: Makanan MBG Diduga Berulat Lagi

Sabtu, 18 April 2026 - 07:45 WIB

Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK

Sabtu, 18 April 2026 - 03:15 WIB

Tak Lagi Parsial, Lia Istifhama Dorong Pengelolaan Dana Umat Lebih Transparan Lewat PDUF

Jumat, 17 April 2026 - 18:17 WIB

Detikzone Tebar Kepedulian, Santuni Pekerja Informal Lewat Program Jumat Berkah

Jumat, 17 April 2026 - 15:51 WIB

Gerakan Hijau DPRD Sumenep, Anggota PDIP Pilih Sepeda ke Kantor

Jumat, 17 April 2026 - 09:03 WIB

KI Sumenep Bangun Budaya Transparansi Lewat Kolaborasi Akademik

Berita Terbaru

Foto. Pintu Masuk dan Keluar Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur

Berita

Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK

Sabtu, 18 Apr 2026 - 07:45 WIB