Inspiratif! Mawardi Tuntaskan Sidang Tertutup Doktoral di UIN Malang dalam 4 Semester

Senin, 18 Mei 2026 - 16:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Mawardi, MS. Putra daerah Asal Kepulauan GiliIyang Sumenep

Foto. Mawardi, MS. Putra daerah Asal Kepulauan GiliIyang Sumenep

SUMENEP nusainsider.com — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra daerah asal Pulau Gili Iyang, Kabupaten Sumenep, Madura. Mawardi, pemuda asal pulau yang dikenal sebagai salah satu kawasan dengan kadar oksigen terbaik di dunia itu, berhasil menuntaskan sidang tertutup program doktor (S3) hanya dalam waktu empat semester atau sekitar dua tahun masa studi di Program Doktor Hukum Keluarga Islam Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri, tidak hanya bagi keluarga dan masyarakat Pulau Gili Iyang, tetapi juga bagi Kabupaten Sumenep secara umum. Di tengah berbagai tantangan pendidikan dan akses di wilayah kepulauan, keberhasilan Mawardi menjadi bukti bahwa keterbatasan geografis bukanlah penghalang untuk meraih prestasi akademik tertinggi.

Baca Juga :  HUT ke-81 TNI, Dandim Pamekasan Tegaskan Kemanunggalan dengan Rakyat

Sidang tertutup disertasi yang berlangsung di lingkungan program pascasarjana itu menjadi tahapan penting sebelum menuju sidang terbuka promosi doktor.

Menyelesaikan pendidikan doktoral dalam waktu relatif singkat dinilai bukan perkara mudah, karena prosesnya menuntut ketekunan, riset mendalam, publikasi ilmiah, hingga penyusunan disertasi yang komprehensif.

Dalam keterangannya, Mawardi menyampaikan bahwa keberhasilannya merupakan hasil kerja keras, dukungan keluarga, dosen pembimbing, serta doa masyarakat.

“Ini bukan hanya tentang capaian pribadi, tetapi menjadi motivasi bahwa putra-putri daerah kepulauan juga mampu bersaing dan berprestasi di tingkat akademik tertinggi. Saya berharap ini menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya dari wilayah kepulauan,” ujarnya saat diwawancarai.

Diketahui, penelitian disertasinya mengangkat tema penyelesaian sengketa perceraian berbasis masyarakat melalui peran pemerintah desa dengan pendekatan integratif hukum responsif dan perspektif maqasid syariah.

Baca Juga :  Operasi Gabungan di Sumenep: 3 Kendaraan Diamankan, Bukan Karena Pajak Mati

Kajian tersebut menyoroti praktik mediasi sosial di tingkat desa sebagai bagian dari penyelesaian konflik keluarga secara partisipatif.

Prestasi Mawardi sekaligus menjadi representasi semangat generasi muda Madura dalam membangun kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi. Keberhasilannya menuntaskan pendidikan doktoral hanya dalam empat semester diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya masyarakat kepulauan, untuk terus menempuh pendidikan hingga jenjang tertinggi.

Anggota DPRD Kabupaten Sumenep asal Pulau Gili Iyang, H. Masdawi, turut menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas capaian tersebut.

Menurutnya, Mawardi telah membuktikan bahwa anak daerah dari wilayah kepulauan memiliki kualitas dan daya saing yang mampu bersaing di tingkat akademik.

“Setiap ada kemauan dengan usaha yang sungguh-sungguh, di situ pasti ada jalan untuk mencapainya. Semoga ini menginspirasi pemuda dan pemudi ke depannya,” ungkap H. Masdawi penuh semangat.

Apresiasi juga datang dari Kepala Desa Banra’as, H. Mathor. Ia mengaku bangga karena penelitian yang diangkat Mawardi berasal dari kearifan lokal masyarakat Desa Banra’as dan mampu dipertahankan di hadapan para penguji program doktoral.

“Saya sangat mengapresiasi karena salah satu pemuda Desa Banra’as ini mengangkat kajian tentang local wisdom yang ada di desa, kemudian dapat disajikan menjadi disertasi dan dipresentasikan dalam jenjang pendidikan doktoral di UIN Malang,” ujarnya penuh gembira.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Media Expo 2026 Digelar 10 Hari, KlikTimes.id dan Nusainsider.com Siapkan Pesta Rakyat dan Pemberdayaan UMKM Madura
SKK Migas-KEI Serahkan Handtraktor, Perkuat Pertanian dan Ketahanan Pangan di Kepulauan Sapeken
Krisis Air Meluas, Lumajang Idea Distribusikan Bantuan ke Ranuyoso dan Padang
Dari Sumenep Mengguncang Lombok, Tongtong Bawa Identitas Madura ke Parade MotoGP 2026
Jalan Desa Banyak Dikeluhkan, DPRKPP Pamekasan Siapkan Penanganan hingga Desember
Rakerwil di Pesantren, BEM SI Kerakyatan Jatim Serukan Gerakan Bersama Rakyat
Investasi China Masuk Bangkalan, Akademisi Dorong Tenaga Kerja Lokal Jadi Prioritas
Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:26 WIB

Media Expo 2026 Digelar 10 Hari, KlikTimes.id dan Nusainsider.com Siapkan Pesta Rakyat dan Pemberdayaan UMKM Madura

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:49 WIB

SKK Migas-KEI Serahkan Handtraktor, Perkuat Pertanian dan Ketahanan Pangan di Kepulauan Sapeken

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Krisis Air Meluas, Lumajang Idea Distribusikan Bantuan ke Ranuyoso dan Padang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Dari Sumenep Mengguncang Lombok, Tongtong Bawa Identitas Madura ke Parade MotoGP 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Jalan Desa Banyak Dikeluhkan, DPRKPP Pamekasan Siapkan Penanganan hingga Desember

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:23 WIB

Rakerwil di Pesantren, BEM SI Kerakyatan Jatim Serukan Gerakan Bersama Rakyat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Investasi China Masuk Bangkalan, Akademisi Dorong Tenaga Kerja Lokal Jadi Prioritas

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Rider’s Parade MotoGP Jadi Panggung Promosi Budaya Sumenep Lewat Tongtong Angin Ribut

Berita Terbaru