Isu Dugaan Penipuan Batik Festival 2025 Memanas, Aktivis Soroti Dugaan Intervensi Oknum

Minggu, 12 Oktober 2025 - 11:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ilustrasi

Foto. Ilustrasi

SUMENEP, nusainsider.com Di tengah maraknya pemberitaan dugaan penipuan yang menyeret nama EO dan penanggung jawab Sumenep Batik Festival 2025, sebagai bagian dari Madura Culture Festival 2025, aroma intervensi mulai tercium di berbagai lini sejak konflik itu mencuat ke publik.

Salah satu pengrajin batik yang sebelumnya disebut menyerahkan enam potong kain untuk ditampilkan dalam kegiatan tersebut akhirnya angkat suara.

Ia mengaku tidak pernah merasa menjadi korban penipuan seperti yang ramai diberitakan.

Dalam percakapan melalui panggilan WhatsApp dengan pewarta nusainsider.com, Bu Nur, pengrajin Batik Al-Qomar, menegaskan bahwa informasi yang sempat beredar di sejumlah media adalah tidak benar.

“Bukan penipuan, Mas. Saya hanya ikut membuka stand di Sumenep Batik Festival. Tidak ada masalah sama sekali,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon, Sabtu (11/10/2025).

Saat dikonfirmasi kembali melalui pesan WhatsApp di waktu yang sama, Bu Nur sapaan akrabnya menegaskan kembali pernyataannya.

“Informasi itu salah, saya tidak turut serta di acara itu. Mohon maaf ya, sekali lagi maaf,” pungkasnya.

Ia menambahkan, jika memang ada persoalan terkait kegiatan tersebut, hal itu bukan urusannya.

“Diskoperindag yang bawa batik saya, kemudian dipamerkan dan dijual di stand mereka. Kalau soal acara, jangan tanya saya,” katanya.

Lebih lanjut, Bu Nur menegaskan bahwa dirinya hanya menitipkan kain batik kepada pihak Diskoperindag Sumenep untuk dipamerkan.

“Saya tidak ikut dalam acara pagelaran batik itu. Tolong diperhatikan, ya. Saya tidak tahu-menahu soal kegiatan itu,” tegasnya menutup percakapan.

Dalam pemberitaan dan percakapan sebelumnya dengan pihak media lain, ia (red. Bu Nur) mengaku bahwa DN bersama IM (Inisial) datang Malam-malam minta bantuan batik yang akhirnya saya kasik 6 (enam) Potong kain, Mintanya itu 8 (delapan).

IM Inisial berjanji mau jahitan batik saya Untuk tampil dampingin model memakai batik saya. Tapi sampai sekarang batik saya hilang, dan menelfon IM juga tidak dibalas, “Katanya dalam pengakuan sebelumnya saat kasus ini awal muka mencuat ke publik.

Sementara itu, Syaiful Bahri, aktivis Aliansi Pemuda Reformasi Melawan (ALARM), menilai bahwa situasi ini menunjukkan adanya dugaan intervensi oleh pihak-pihak tertentu yang mulai mempengaruhi pemberitaan publik.

“Saya tidak mau banyak membantah, tapi dugaan intervensi oleh oknum sudah mulai terasa sejak kemarin, ketika isu dugaan penipuan itu mulai dibongkar,” ujarnya kepada media.

Menurutnya, jalan terakhir untuk mencari keadilan adalah dengan mendesak aparat penegak hukum (APH) melalui aksi turun ke jalan.

“Kami akan menegaskan komitmen perjuangan ini dengan aksi demonstrasi,” tegasnya.

Syaiful menyebut, pihaknya kini tengah merapatkan barisan bersama sejumlah elemen pemuda dan aktivis Sumenep untuk membahas berbagai dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh oknum pejabat publik.

“Malam ini kami sudah konsolidasi bersama para ketua dan aktivis di Sumenep. Kami akan lakukan aksi gabungan karena ini menyangkut pelanggaran oleh pejabat ASN,” ungkapnya.

Hingga berita ini ditayangkan, Dr Novia Sri Wahyuni, Kepala Puskesmas Pamolokan sekaligus penanggung jawab Sumenep Batik Festival 2025 masih belum memberikan klarifikasi. Upaya konfirmasi melalui pesan dan panggilan WhatsApp belum direspons hingga berita ini diterbitkan.

Loading

Baca Juga :  Kerja Keras Terbayar: RSUD Sumenep Dinyatakan Lulus Kredensial Rumah Sakit Tipe B

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Tak Pernah Absen, Kepala Bappeda Sumenep Kembali Sambut Wabup di Stan Pameran MNV 2026
Geger! 36 Ribu Warga Serbu JJS Central 88 di Pamekasan, 6,7 Kg Emas Langsung Ludes Terjual
“Arabet Polo Ajenge Nak Poto”, Pesan Camat Gayam di Balik Karnaval Penuh Kreativitas
Problem Pertanian Dibedah di Jombang, Ansor Jatim Serukan Anak Muda Jangan Jadi Penonton
MCF #4 Ramai, Sampah Bermunculan, Pasukan Kuning DLH Sumenep Tak Tinggal Diam
Habis Fun Run, Gas Lagi! Fira Cantika Bakal Temani Warga Sumenep di MCF #4 Malam Ini
Semarak MCF #4, Ribuan Peserta Ramaikan GO Sumenep Purnama MDR Fun Run 2026
Dari Laporan Nasabah hingga SP3 Penyelidikan, Begini Akhir Polemik Dugaan Emas Palsu di Sapudi

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:52 WIB

Tak Pernah Absen, Kepala Bappeda Sumenep Kembali Sambut Wabup di Stan Pameran MNV 2026

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Geger! 36 Ribu Warga Serbu JJS Central 88 di Pamekasan, 6,7 Kg Emas Langsung Ludes Terjual

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:46 WIB

“Arabet Polo Ajenge Nak Poto”, Pesan Camat Gayam di Balik Karnaval Penuh Kreativitas

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:43 WIB

Problem Pertanian Dibedah di Jombang, Ansor Jatim Serukan Anak Muda Jangan Jadi Penonton

Minggu, 30 Agustus 2026 - 09:31 WIB

MCF #4 Ramai, Sampah Bermunculan, Pasukan Kuning DLH Sumenep Tak Tinggal Diam

Minggu, 30 Agustus 2026 - 06:59 WIB

Semarak MCF #4, Ribuan Peserta Ramaikan GO Sumenep Purnama MDR Fun Run 2026

Minggu, 30 Agustus 2026 - 05:43 WIB

Dari Laporan Nasabah hingga SP3 Penyelidikan, Begini Akhir Polemik Dugaan Emas Palsu di Sapudi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 00:34 WIB

Tak Hanya Sukses Gelar Event, Pemkab Sumenep Tunjukkan Komitmen Jaga Kebersihan GOR A Yani

Berita Terbaru