Kerja DPKS Jangan Hanya Kolaboratif, Turun ke Bawah Awasi Kinerja Dinas Pendidikan

Senin, 24 Juli 2023 - 11:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Nur hayat, Sekretaris PC PMII Sumenep

Foto. Nur hayat, Sekretaris PC PMII Sumenep

SUMENEP, nusainsider.com Dinas Pendidikan Sumenep kembali menjadi perbincangan publik, para aktifis mahasiswa, lebih-lebih sorotan dari Nur hayat sekretaris umum PC. PMII Sumenep, Senin 24 Juli 2023.

Ia mengamati kondisi Dinas pendidikan yang semakin kacau serta perlu keterlibatan tegas dari Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep.

Menurut tokoh pemuda sekaligus demonstran ulung tersebut menilai bahwa Kerja DPKS jangan hanya kolaborasi-kolaborasi namun tidak berpengaruh dan tidak diperhitungkan.

Baca Juga :  Upaya Tuntaskan Aset: Disperkimhub Sumenep Kejar Sertifikasi 1.300 Bidang Tanah

Harusnya kegiatan DPKS itu turun kebawah awasi kerja Dinas Pendidikan jangan hanya kolaboratif. Artinya, kalau kerja Disdik keliru dan DPKS memaksakan kolaborasi akhirnya sepakat keliru berjamaah, ” ungkapnya.

Kebiasaan kerja Disdik yang asal-asalan, perlu pengawasan yang serius dari komisi IV DPRD Sumenep. Ia menegaskan tugas pokok fungsi sebagai DPRD harus dipergunakan jangan sampai ada cara-cara mutasi guru yang diduga manipulatif oleh Dinas Pendidikan yang tidak diketahui oleh DPRD Sumenep.

Baca Juga :  Demokrasi Terjaga: KPU Sumenep Tetapkan DPB Triwulan II 875.060 Pemilih

Bahkan Cak Ayak panggilan akrabnya sempat konfirmasi pada anggota Komisi IV namun pihaknya belum mengetahui persoalan tersebut.

“Komisi IV harus pergunakan tugas pokok fungsinya atas tindakan Dinas Pendidikan yang tidak jelas melakukan mutasi guru apalagi sampai tidak mengetahui persoalan ini” ucapnya dengan geram.

Hingga berita ini dinaikkan, pihak media belum bisa konfirmasi lebih lanjut kepada DPKS dan Komisi IV DPRD Sumenep.

Loading

Berita Terkait

Berat Barang Bukti Berbeda, BEMSU Singgung Lemahnya Komunikasi Publik Kasus Kokain
Baru 4 Hari Klarifikasi, SPPG Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Kembali Disorot: Makanan MBG Diduga Berulat Lagi
Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK
Tak Lagi Parsial, Lia Istifhama Dorong Pengelolaan Dana Umat Lebih Transparan Lewat PDUF
Baru Buka, SkY Coffee Grounds Diserbu Pengunjung, Nongkrong Naik Level!
Detikzone Tebar Kepedulian, Santuni Pekerja Informal Lewat Program Jumat Berkah
Gerakan Hijau DPRD Sumenep, Anggota PDIP Pilih Sepeda ke Kantor
KI Sumenep Bangun Budaya Transparansi Lewat Kolaborasi Akademik

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 11:19 WIB

Berat Barang Bukti Berbeda, BEMSU Singgung Lemahnya Komunikasi Publik Kasus Kokain

Sabtu, 18 April 2026 - 08:32 WIB

Baru 4 Hari Klarifikasi, SPPG Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Kembali Disorot: Makanan MBG Diduga Berulat Lagi

Sabtu, 18 April 2026 - 07:45 WIB

Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK

Sabtu, 18 April 2026 - 03:15 WIB

Tak Lagi Parsial, Lia Istifhama Dorong Pengelolaan Dana Umat Lebih Transparan Lewat PDUF

Jumat, 17 April 2026 - 18:17 WIB

Detikzone Tebar Kepedulian, Santuni Pekerja Informal Lewat Program Jumat Berkah

Jumat, 17 April 2026 - 15:51 WIB

Gerakan Hijau DPRD Sumenep, Anggota PDIP Pilih Sepeda ke Kantor

Jumat, 17 April 2026 - 09:03 WIB

KI Sumenep Bangun Budaya Transparansi Lewat Kolaborasi Akademik

Jumat, 17 April 2026 - 06:34 WIB

Tabir Skandal Cukai Mulai Terbuka, KPK Bidik Perusahaan Rokok di Madura

Berita Terbaru

Foto. Pintu Masuk dan Keluar Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur

Berita

Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK

Sabtu, 18 Apr 2026 - 07:45 WIB