IKN, nusainsider.com — Usai mengikuti rangkaian Pelatihan Kompetensi Kelembagaan Desa, Koperasi Merah Putih, dan Ketahanan Pangan se-Kabupaten Sumenep, para Kepala Desa tampak menikmati suasana santai di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Beberapa di antaranya bahkan terlihat mencari spot foto unik di area pembangunan IKN yang menjadi pusat perhatian nasional.
Setelah seharian penuh mengikuti kegiatan formal yang padat, para Kepala Desa memilih beristirahat di penginapan masing-masing. Namun, sebagian lainnya tampak menikmati suasana malam dengan bersantap di rumah makan “Kampung Pesisir” yang terletak di pinggir pantai.
Sambil menikmati sajian kuliner khas pesisir, beberapa Kepala Desa tampak larut dalam suasana santai diiringi alunan musik yang disediakan pihak rumah makan. Suasana akrab dan rileks itu menjadi momen lepas penat setelah seharian menghadiri kegiatan resmi.
Ketua Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Sumenep, H. Ubaid Abdul Hayat, menegaskan bahwa kegiatan malam tersebut bukan bagian dari agenda resmi PKDI maupun kegiatan yang terencana bersama.
“Oalah itu kegiatan masing-masing, Mas. Bukan kegiatan bersama. Lokasinya memang dekat dengan penginapan,” jelas Ubaid saat dikonfirmasi media nusainsider.com, Sabtu (8/11/2025).
Ia menambahkan, usai makan malam, sebagian peserta langsung kembali ke penginapan untuk beristirahat. Namun ada juga yang memilih melanjutkan obrolan ringan di rumah makan sembari menikmati suasana malam di tepi pantai.
“Kemarin malam, ada sebagian teman-teman yang setelah menikmati makanan langsung balik ke penginapan. Ada juga yang masih ngobrol santai sembari menikmati hidangan di sana,” imbuhnya.
Menurut Ubaid sapaan akrabnya, kegiatan santai semacam itu merupakan hal yang wajar, mengingat para Kepala Desa telah menjalani jadwal padat dalam kegiatan pelatihan di IKN.
Namun, ia menegaskan kembali bahwa aktivitas tersebut sepenuhnya merupakan inisiatif pribadi masing-masing peserta, bukan bagian dari agenda resmi PKDI Sumenep.
“Itu murni kegiatan pribadi teman-teman. Setelah seharian penuh dengan pelatihan dan pembelajaran, tentu mereka butuh waktu rileks untuk sekadar menikmati suasana,” terangnya.
Ubaid menilai bahwa perjalanan ke IKN bukan sekadar wisata atau ajang rekreasi, tetapi lebih pada proses belajar langsung tentang arah pembangunan nasional dan transformasi kelembagaan desa di masa depan.
“Tujuan utama kami ke IKN adalah pembelajaran. Kami ingin memahami arah pembangunan yang sedang dilakukan pemerintah pusat agar desa-desa di Sumenep bisa beradaptasi dan berkontribusi nyata,” tegasnya.
Meski demikian, ia juga tidak menampik bahwa kegiatan di luar agenda resmi menjadi bagian dari dinamika perjalanan rombongan. Ia berharap publik dapat memahami konteks sebenarnya agar tidak terjadi salah tafsir terhadap aktivitas para Kepala Desa di IKN.
“Jangan disalahartikan. Semua yang dilakukan di luar agenda resmi itu wajar sebagai bentuk istirahat dan interaksi sosial,” pungkasnya.
Perjalanan rombongan PKDI Sumenep ke IKN sebelumnya diisi dengan kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas kelembagaan desa, penguatan koperasi merah putih, serta diskusi tentang ketahanan pangan berbasis potensi lokal.
Dengan beragam kegiatan tersebut, para Kepala Desa diharapkan mampu membawa pulang inspirasi baru untuk diterapkan di masing-masing desa.
Selain memperkuat kapasitas kelembagaan, kegiatan ini juga menjadi jembatan untuk memahami strategi pembangunan berkelanjutan yang tengah digencarkan pemerintah pusat melalui proyek Ibu Kota Nusantara.
![]()
Penulis : Wafa
















