Semarak Lebaran Ketupat 2026, Pantai Lombang akan Menjadi Pusat Atraksi Budaya dan Wisata

Minggu, 15 Maret 2026 - 15:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Potongan Flayer Festival Orong Ketupat 2026 di Pantai Lombang Sumenep

Foto. Potongan Flayer Festival Orong Ketupat 2026 di Pantai Lombang Sumenep

SUMENEP, nusainsider.com Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali akan menggelar Festival Ketupat Lebaran 2026 yang dipusatkan di kawasan wisata Pantai Lombang, Kabupaten Sumenep, pada Kamis, 26 Maret 2026 mendatang mulai pukul 08.00 WIB.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah Lomba Merangkai Orong Ketupat, yang terbuka untuk masyarakat umum maupun pelajar.

Festival ini menjadi bagian dari upaya melestarikan tradisi Lebaran Ketupat yang telah menjadi budaya khas masyarakat Madura, khususnya di Kabupaten Sumenep. Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Pantai Lombang.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan bahwa semarak Lebaran Ketupat di Pantai Lombang merupakan agenda budaya yang selalu dinantikan oleh masyarakat, baik dari dalam daerah maupun luar daerah.

Baca Juga :  Terapkan Perpres 46/2025, Pemkab Sumenep Tegaskan Publikasi Media Harus E-Purchasing

Menurutnya, tradisi Lebaran Ketupat tidak hanya sekadar perayaan setelah Hari Raya Idulfitri, tetapi juga menjadi momentum mempererat kebersamaan serta menjaga nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Foto. Festival Lebaran Ketupat 2026.

“Festival Ketupat di Pantai Lombang ini sudah menjadi destinasi yang ditunggu masyarakat setiap tahun. Selain merayakan tradisi Lebaran Ketupat, kegiatan ini juga menjadi sarana hiburan sekaligus promosi wisata daerah,” ujar Bupati Fauzi.

Ia menjelaskan bahwa Pantai Lombang dipilih sebagai lokasi pelaksanaan festival karena memiliki daya tarik wisata yang khas, mulai dari hamparan pasir putih hingga deretan pohon cemara udang yang menjadi ikon kawasan tersebut.

Selain lomba merangkai orong ketupat, berbagai penampilan seni dan atraksi budaya juga akan digelar untuk memeriahkan festival tersebut. Mulai dari pertunjukan seni tradisional, hiburan rakyat, hingga kegiatan interaktif yang melibatkan masyarakat dan pengunjung.

Baca Juga :  Mengusung Tema Ke' Rangke' Kakonengan, Prosesi Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke 755 Berlangsung Khidmat dan Meriah

Lomba merangkai orong ketupat sendiri menjadi salah satu agenda yang paling dinanti. Peserta akan berlomba menunjukkan kreativitas dan keterampilan dalam merangkai daun kelapa menjadi anyaman ketupat yang rapi dan menarik.

Kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar tetap mengenal dan mempertahankan tradisi kuliner serta budaya lokal.

Panitia menyediakan pendaftaran secara gratis bagi peserta dari kalangan umum maupun pelajar, dengan hadiah jutaan rupiah bagi para pemenang lomba.

Bupati Fauzi berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga mampu memperkuat identitas budaya masyarakat Sumenep sekaligus menggerakkan sektor pariwisata daerah.

“Dengan adanya festival ini, kami berharap masyarakat semakin bangga terhadap tradisi yang dimiliki, sekaligus menjadikan Pantai Lombang sebagai destinasi wisata unggulan yang semakin dikenal luas,” tambahnya.

Semarak Lebaran Ketupat di Pantai Lombang dipastikan akan menghadirkan suasana meriah. Ribuan pengunjung diperkirakan akan memadati lokasi wisata tersebut untuk menikmati rangkaian acara, mulai dari lomba merangkai ketupat hingga berbagai pertunjukan seni yang telah disiapkan panitia.

Baca Juga :  Komisi II DPRD Sumenep Dorong Kerjasama Petani Tembakau Timur Daya dengan Pengusaha Rokok Lokal

Melalui festival ini, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap tradisi Lebaran Ketupat tetap terjaga sekaligus mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan pariwisata dan perekonomian masyarakat setempat.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Dua Kali Demo ke PLN, Warga Kini Dukung Polsek Batang-Batang Usut Tuntas Kasus Penebangan Pohon
Reses DPRD Sumenep: Gerindra-PKS Tuntut Pemerataan Pembangunan hingga Pulau Terluar
Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU Diduga Picu Blackout, CERI Minta Penyidikan Diperluas
DPR RI Beri Dukungan Penuh, Polri Diminta Tuntaskan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU
PT ESM Siap Luncurkan King Djava Reguler, Bidik Filipina hingga Australia
PT Garam Diduga Bongkar Tambak Produktif Tanpa Musyawarah, P4GI Desak Kades dan Manajemen Bertindak
Komitmen Bangun SDM Kepulauan, Medco Energi Gelar Pelatihan Deep Learning untuk Guru Sumenep
Yuddy Chrisnandi Apresiasi Diplomasi Prabowo: Jakarta Tak Lagi Sekadar Tamu, Kini Jadi Tuan Rumah Dunia

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:53 WIB

Dua Kali Demo ke PLN, Warga Kini Dukung Polsek Batang-Batang Usut Tuntas Kasus Penebangan Pohon

Jumat, 10 Juli 2026 - 09:58 WIB

Reses DPRD Sumenep: Gerindra-PKS Tuntut Pemerataan Pembangunan hingga Pulau Terluar

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:26 WIB

Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU Diduga Picu Blackout, CERI Minta Penyidikan Diperluas

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:23 WIB

DPR RI Beri Dukungan Penuh, Polri Diminta Tuntaskan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:32 WIB

PT ESM Siap Luncurkan King Djava Reguler, Bidik Filipina hingga Australia

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:32 WIB

Komitmen Bangun SDM Kepulauan, Medco Energi Gelar Pelatihan Deep Learning untuk Guru Sumenep

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:27 WIB

Yuddy Chrisnandi Apresiasi Diplomasi Prabowo: Jakarta Tak Lagi Sekadar Tamu, Kini Jadi Tuan Rumah Dunia

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:59 WIB

FGD “NgomBe” Bahas Masa Depan MBG di Sumenep, Pemkab Dorong Evaluasi Menyeluruh

Berita Terbaru