SUMENEP, nusainsider.com — Komitmen RSUD dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep, Jawa Timur, untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat terus diperkuat. Salah satu langkah terbaru adalah penerapan program Kawasan Tanpa Rokok (KTR).
Guna mengoptimalkan pelaksanaan KTR, RSUDMA menjalin kerja sama strategis dengan Komando Distrik Militer (Kodim) 0827/Sumenep. Kolaborasi ini bertujuan menciptakan lingkungan rumah sakit yang sehat, aman, dan nyaman.

Direktur RSUDMA, dr. Erliyati, mengatakan keterlibatan TNI merupakan langkah konkret untuk memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan aturan KTR, khususnya saat jam kunjungan yang ramai.
“Selama ini kami sudah melakukan pendekatan persuasif melalui imbauan tertulis dan lisan. Namun, itu belum cukup efektif menekan pelanggaran,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (18/04/2025).
Ia menegaskan bahwa kenyamanan dan keselamatan pasien menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, RSUDMA berkomitmen memberikan pelayanan yang memenuhi standar kesehatan nasional.
Dukungan aparat TNI diharapkan memperkuat kedisiplinan kolektif, terutama terhadap pengunjung yang masih nekat merokok di area rumah sakit meski sudah dilarang melalui berbagai imbauan.
“Kalau memang ingin merokok, silakan keluar dari area rumah sakit, ke luar pagar. Di sana tidak termasuk dalam wilayah KTR,” tegas dr. Erliyati.
Sebagai fasilitas pelayanan kesehatan, RSUDMA memang wajib menerapkan KTR. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, khususnya Pasal 115 ayat (2).
Dalam pasal tersebut ditegaskan bahwa rumah sakit merupakan kawasan yang harus bebas dari asap rokok demi menjaga kesehatan semua pihak, termasuk pasien, tenaga medis, dan pengunjung.
Menurut dr. Erliyati, kolaborasi dengan Kodim 0827/Sumenep menjadi bagian dari langkah tegas sekaligus edukatif dalam menjalankan amanat regulasi kesehatan secara konsisten dan berkelanjutan.
Ia juga berharap sinergi dengan TNI bisa menjadi contoh praktik baik dalam penerapan kebijakan publik, terutama di bidang kesehatan, yang tegas namun tetap berorientasi pada edukasi.
“Melalui kolaborasi ini, kami ingin menciptakan lingkungan rumah sakit yang benar-benar steril dari paparan asap rokok,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Mif

















