KSOP Kalianget Dikritik, Jadwal Kapal Sapudi Kacau dan Minim Informasi

Kamis, 7 Agustus 2025 - 11:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Pelabuhan Penyeberangan Kalianget Sumenep

Foto. Pelabuhan Penyeberangan Kalianget Sumenep

SUMENEP, nusainsider.com Masalah transportasi laut ke Pulau Sapudi kembali mencuat. Kapal feri rute Kalianget–Sapudi–Situbondo mengalami gangguan mesin (trouble engine), Kamis, 7 Agustus 2025.

Jadwal keberangkatan yang semula ditetapkan pukul 08.00 WIB akhirnya ditunda tanpa kejelasan waktu.

Bappeda Sumenep

Ratusan penumpang dari berbagai daerah terpaksa kembali dengan kecewa. Mereka sudah datang sejak pagi, namun tidak mendapat pemberitahuan apa pun sebelumnya terkait pembatalan keberangkatan.

Ironisnya, informasi penundaan baru ditempel di Pelabuhan Kalianget setelah penumpang menumpuk di antrean tiket. Padahal, hari sebelumnya, Rabu, 6 Agustus 2025, jadwal keberangkatan juga dibatalkan dengan alasan serupa: kendala mesin.

Ach Supriyadi, penumpang asal Bangkalan, mengaku sangat kecewa. Ia sudah berangkat dari rumah sejak pukul 03.00 dini hari untuk mengejar jadwal kapal.

Baca Juga :  Mudik Gratis Bareng Bupati Sumenep 2025, Warga Antusias Sambut Kepulangan ke Kampung Halaman

Sebelumnya, ia sempat menghubungi salah satu petugas Pelabuhan Kalianget dan dijanjikan bahwa kapal akan berangkat sesuai jadwal.

“Petugas bilang kapal tetap jalan. Tapi sampai di Kalianget, baru tahu jadwal ditunda. Tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Ini sungguh mengecewakan,” keluh Supriyadi.

Ia menilai, masalah ini bukan kali pertama terjadi. Kapal feri Wichitra Dharma 1 disebutnya sering mengalami kerusakan mesin, bahkan beberapa kali macet di tengah laut hingga membuat penumpang panik dan terombang-ambing tanpa arah.

Menanggapi kejadian ini, Aktivis LSM Laskar Anti Korupsi (LAKI) Sumenep, Faridillah, mendesak Bupati Sumenep dan Gubernur Jawa Timur untuk segera menambah atau mengganti armada kapal ke Pulau Sapudi.

“Jangan tunggu ada korban jiwa dulu baru diganti. Kami warga Sapudi bukan bahan uji coba. Armada yang lebih layak harus segera disediakan,” tegas Farid, yang juga sedang mengantre tiket saat kejadian.

Menurutnya, warga Pulau Sapudi sangat bergantung pada transportasi laut. Kapal feri menjadi urat nadi ekonomi masyarakat, sehingga harus mendapatkan perhatian serius.

“Kalau kapal sudah tak layak, kenapa masih digunakan? Penumpang bayar tiket, tapi dapat fasilitas yang tidak nyaman. Ini bukan sekadar keluhan, tapi persoalan keselamatan,” imbuhnya.

Farid juga mengkritik keras kinerja Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kalianget. Menurutnya, KSOP gagal memberikan informasi yang jelas dan tepat waktu kepada masyarakat.

“Urusan pemberitahuan penundaan keberangkatan saja tak bisa ditangani. Ini membuktikan ada masalah serius dalam manajemen KSOP,” ujarnya.

Ia menambahkan, banyak penumpang yang akhirnya terpaksa menuju Pelabuhan Dungkek untuk menumpang perahu rakyat yang kapasitasnya terbatas, hanya sekitar 40 orang. Akibatnya, terjadi kelebihan muatan dan antrean panjang.

“Banyak penumpang ke Dungkek. Tapi di sana pun sudah penuh. Terpaksa menunggu jadwal keberangkatan berikutnya,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak KSOP Kalianget belum berhasil dikonfirmasi untuk memberikan penjelasan terkait insiden tersebut.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Dari 35 ke 50 Persen, Pemkab Sumenep Pasang Target Baru Penebusan Pupuk Bersubsidi
HIMPASS Bongkar Dugaan Penyelewengan PKH di Sapeken, Kartu Bantuan Diduga Ditahan Agen
PKL Sapudi Siap Direlokasi, Pemda Bangun Pasar UMKM demi Ketertiban Kota
Belanja Online Harus Transparan, Lia Istifhama: Jangan Sampai Jadi Rojali-Rohana Digital
Ruang Kota Kian Bobrok, Abdul Mahmud Desak Bupati Evaluasi OPD Terkait
Isu Maladministrasi Seleksi Sekda Dipatahkan Surat Resmi BKN, Begini
Kasus Anak di Ganding Sumenep, Keluarga Tegaskan Bukan Pencabulan
Pembatasan Pita Cukai Rokok Sebabkan PR di Sumenep Tertekan dan Kehilangan Pasar
banner 325x300

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 15:53 WIB

Dari 35 ke 50 Persen, Pemkab Sumenep Pasang Target Baru Penebusan Pupuk Bersubsidi

Rabu, 21 Januari 2026 - 14:21 WIB

HIMPASS Bongkar Dugaan Penyelewengan PKH di Sapeken, Kartu Bantuan Diduga Ditahan Agen

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:31 WIB

PKL Sapudi Siap Direlokasi, Pemda Bangun Pasar UMKM demi Ketertiban Kota

Selasa, 20 Januari 2026 - 20:39 WIB

Belanja Online Harus Transparan, Lia Istifhama: Jangan Sampai Jadi Rojali-Rohana Digital

Selasa, 20 Januari 2026 - 20:29 WIB

Ruang Kota Kian Bobrok, Abdul Mahmud Desak Bupati Evaluasi OPD Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:47 WIB

Kasus Anak di Ganding Sumenep, Keluarga Tegaskan Bukan Pencabulan

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:46 WIB

Pembatasan Pita Cukai Rokok Sebabkan PR di Sumenep Tertekan dan Kehilangan Pasar

Selasa, 20 Januari 2026 - 10:47 WIB

Dari Bencana Menuju Harapan, BAZNAS Sumenep Perbaiki Rumah Warga Pabian

Berita Terbaru