Kunjungi SDN 13 Gresik, Ning Lia Soroti Keterbatasan Layanan Inklusi

Rabu, 19 November 2025 - 16:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JATIM, nusainsider.com Anggota DPD RI Dr. Lia Istifhama, M.E.I., atau yang akrab disapa Ning Lia, menunjukkan komitmen kuat terhadap penguatan pendidikan inklusif di Jawa Timur.

Hal ini terlihat saat ia mengunjungi UPT SDN 13 Gresik, sekolah yang dikenal sebagai rujukan pendidikan inklusi bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), Rabu (19/11).

Kedatangan Ning Lia disambut hangat oleh siswa-siswi inklusi dengan alunan angklung yang dimainkan penuh harmoni. Suasana keakraban langsung terasa ketika ia menyapa para siswa satu per satu sambil bercengkrama.

Dalam interaksi tersebut, Ning Lia tampak kagum dengan kemampuan para siswa meski memiliki keterbatasan. Ia berbincang dengan Keysha, siswa tuna rungu, serta dibuat terkesan oleh Andra, siswa inklusi yang fasih berbahasa Inggris. Ia juga mengapresiasi Arya, seorang siswa yang bahkan telah memiliki kanal YouTube pribadi.

Baca Juga :  Dukung Program Pemenuhan Pangan, Lia Istifhama Salurkan Segelas Beras di Lamongan

Keceriaan memuncak ketika salah satu siswa dengan polos bertanya tentang siapa sosok Ning Lia dan apa pekerjaannya. Dengan lembut ia menjelaskan,

“Ini adalah amanah yang dititipkan kepada saya sebagai anggota DPD RI. Tugas saya turun langsung ke masyarakat untuk mendengar dan memperjuangkan aspirasi,” tuturnya penuh kasih.

Dalam kesempatan tersebut, Ning Lia turut mengajak siswa berinteraksi dengan menghafal Rukun Iman dan menyampaikan pentingnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai dukungan tumbuh kembang anak.

Di hadapan komite sekolah dan paguyuban wali murid, Ning Lia menegaskan perlunya kerukunan dan sinergi antara guru serta orang tua dalam memperkuat pendidikan inklusif.

Baca Juga :  Dikenal Lewat Foto, Dikenang Lewat Sikap: Antusiasme Warga Pamekasan Sambut Ning Lia

Ia juga menyoroti keterbatasan fasilitas yang membuat jumlah penerimaan siswa ABK menjadi sangat terbatas.

“Dari 28 pendaftar, hanya lima siswa ABK yang bisa diterima karena minimnya anggaran dan fasilitas,” jelasnya.

Menurut Ning Lia, setiap daerah memiliki tantangan berbeda dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif. Karena itu, pembangunan daerah tidak boleh hanya fokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Ia menyebut lima Guru Pendamping Khusus (GPK) di UPT SDN 13 Gresik bekerja dalam kondisi yang cukup kompleks karena setiap ABK memiliki kebutuhan berbeda.

“Saya memohon kepada Bapak Presiden untuk mengkaji ulang kebijakan terkait pemenuhan hak pendidikan anak-anak istimewa ini,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala UPT SDN 13 Gresik, Sri Endriana, M.Pd., mengungkapkan sejumlah kendala yang dihadapi sekolah terkait layanan pendidikan inklusif. Sebagai sekolah rujukan, banyak orang tua ingin mendaftarkan anaknya, namun keterbatasan sarana membuat pihak sekolah terpaksa membatasi jumlah siswa ABK.

“Kami hanya mampu menerima lima siswa ABK karena sarana dan prasarana sangat terbatas,” ujarnya.

Pihak sekolah juga menyoroti dampak perubahan kebijakan yang mengembalikan kewenangan pendidikan inklusi dari Pemerintah Provinsi ke Pemerintah Kabupaten.

Baca Juga :  Bakesbangpol Sumenep : Sisa Anggaran Pilkada 2024 Dikembalikan, KPU Sumenep Setor Rp1,6 Miliar ke Kas Daerah

Kebijakan tersebut dinilai membuat alokasi anggaran semakin kecil sehingga kebutuhan operasional tidak sepenuhnya terpenuhi.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Tabir Skandal Cukai Mulai Terbuka, KPK Bidik Perusahaan Rokok di Madura
Tiga Komoditas Unggulan Digenjot, HDDAP Bawa Harapan Baru Petani Sumenep
Kasus Kokain 27,83 Kg di Sumenep Picu Kecurigaan Publik, JSI Ingatkan Kasus Teddy Minahasa 
Bappeda Sumenep Gelar Musrenbang RKPD 2027, Sinergikan Aspirasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Di Tengah Pemeriksaan KPK, PR Cahayaku Justru Nekat Edarkan Rokok Ilegal “Merah Delima”
Arif Firmanto Hadiri Dialog Keinsinyuran di ITS,Bahas Peran Insinyur untuk Pembangunan Nasional
Live Music Arinna Cafe Jadi Daya Tarik, Ketua JSI Sumenep Turut Meriahkan Panggung
Roundtable GEN Malang Raya: Derby Jatim Picu Pro-Kontra

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 06:34 WIB

Tabir Skandal Cukai Mulai Terbuka, KPK Bidik Perusahaan Rokok di Madura

Kamis, 16 April 2026 - 15:32 WIB

Tiga Komoditas Unggulan Digenjot, HDDAP Bawa Harapan Baru Petani Sumenep

Kamis, 16 April 2026 - 08:34 WIB

Kasus Kokain 27,83 Kg di Sumenep Picu Kecurigaan Publik, JSI Ingatkan Kasus Teddy Minahasa 

Kamis, 16 April 2026 - 08:32 WIB

Bappeda Sumenep Gelar Musrenbang RKPD 2027, Sinergikan Aspirasi untuk Pembangunan Berkelanjutan

Kamis, 16 April 2026 - 06:22 WIB

Di Tengah Pemeriksaan KPK, PR Cahayaku Justru Nekat Edarkan Rokok Ilegal “Merah Delima”

Rabu, 15 April 2026 - 21:52 WIB

Live Music Arinna Cafe Jadi Daya Tarik, Ketua JSI Sumenep Turut Meriahkan Panggung

Rabu, 15 April 2026 - 21:52 WIB

Roundtable GEN Malang Raya: Derby Jatim Picu Pro-Kontra

Rabu, 15 April 2026 - 15:51 WIB

Tekan TBC, Dinkes Sumenep Edukasi Warga dari Daratan hingga kepulauan

Berita Terbaru