Lestarikan Budaya, KKP Sumenep Hadirkan Festival Permainan Tradisional Untuk Kegembiraan Anak Sumenep

Kamis, 2 Oktober 2025 - 11:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. SS Flayer Event Permainan Tradisional Sumenep 2025

Foto. SS Flayer Event Permainan Tradisional Sumenep 2025

SUMENEP, nusainsider.com — Festival Permainan Tradisional tingkat SD/MI se-Kabupaten Sumenep resmi Akan digelar pada Minggu, 5 Oktober 2025 mendatang.

Kegiatan ini akan berlangsung meriah di Lapangan Trunojoyo, depan SDS Taman Muda Kalianget, dengan melibatkan ratusan pelajar dari berbagai kecamatan.

Event yang masuk dalam Calendar of Event 2025 ini mengangkat tema Back to Childhood, sebagai upaya melestarikan permainan tradisional sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan dan sportivitas di kalangan generasi muda.

Ketua KKP Sumenep, Herli Wahyudi, mengatakan bahwa festival ini merupakan momentum penting untuk mengingatkan kembali anak-anak pada kekayaan budaya lokal yang sarat nilai kebersamaan.

“Melalui festival ini, kita ingin membangkitkan lagi semangat gotong royong, kebersamaan, dan keceriaan anak-anak lewat permainan tradisional. Jangan sampai permainan ini hilang ditelan zaman,” ujarnya.

Festival ini menghadirkan beragam permainan tradisional yang populer di masa lalu, seperti salodor, engklek, bola bekel, dakon, kelereng, dan tarik tambang. Semua lomba dibagi dalam kategori perorangan dan beregu, sehingga setiap peserta bisa menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Baca Juga :  Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK

Peserta lomba merupakan siswa-siswi SD/MI dari seluruh Kabupaten Sumenep. Setiap kecamatan wajib mengirimkan minimal dua peserta untuk tiap cabang, khusus untuk Kecamatan Kota dan Kalianget minimal empat peserta.

Foto. Flayer Kegiatan Permainan Tradisional

Sementara itu, perlombaan beregu seperti salodor dan tarik tambang mewajibkan satu tim beranggotakan lima orang.

Rangkaian pertandingan dibagi ke dalam beberapa fase:

  • Dakon, Engklek, Bola Bekel, dan Kelereng (kategori perorangan)
  • Salodor dan Tarik Tambang (kategori tim)
Baca Juga :  Perkuat Sinergi Antardaerah, Pemkab Sumenep Terima Kunjungan Kerja Pemprov NTB

Panitia juga menyiapkan hadiah menarik bagi para pemenang. Juara I, II, dan III masing-masing akan mendapatkan piala, piagam, serta uang pembinaan. Semua peserta yang hadir diharapkan tetap menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan berlangsung.

Festival ini terselenggara berkat kerja sama antara Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, serta didukung sejumlah sponsor, termasuk Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Bhakti Sumekar.

Herli sapaan akrabnya menambahkan, permainan tradisional bukan sekadar hiburan, melainkan juga identitas budaya yang perlu diwariskan ke generasi berikutnya.

“Anak-anak sekarang lebih dekat dengan gawai, padahal permainan tradisional mengajarkan kerja sama, kesabaran, dan kecerdasan. Inilah yang ingin kita hidupkan kembali,” katanya.

Dengan adanya festival ini, Sumenep menunjukkan komitmennya dalam menjaga kearifan lokal sekaligus menghadirkan kebahagiaan untuk anak-anak. Ratusan siswa pun pulang dengan wajah ceria, membawa pengalaman berharga yang akan terus dikenang.

Baca Juga :  Ijazah Disandera, Masa Depan Terancam: UNIBA Madura Suarakan Hentikan Kriminalisasi Pekerja

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi wongsojudo turut memberi dukungan penuh terhadap kegiatan ini, berharap festival ini menjadi sarana hiburan sekaligus pembelajaran karakter.

Permainan tradisional dinilai mampu melatih kerjasama, kecerdasan, sekaligus melestarikan warisan leluhur.

Tidak hanya anak-anak yang tampak antusias, para orang tua dan guru pun dipastikan akan ikut memberikan semangat kepada peserta yang akan sedang berlaga nantinya, “Singkatnya.

Suasana riuh gembira semakin terasa, karena setiap permainan menghadirkan keseruan yang jarang ditemui dalam permainan digital masa kini.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Kementan RI Apresiasi Sumenep atas Keberhasilan Program Pertanian UPLAND
Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi
Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa
Dari Pantai Slopeng, Khofifah Indar Parawansa Dorong Potensi Maritim Sumenep dan Kesejahteraan Nelayan
KEN 2026, Sumenep Padukan Kemegahan Musik Tongtong dengan Sejarah Arya Wiraraja
Dinkes Sumenep Perluas Edukasi Kesehatan, Kasus ISPA Dilaporkan Turun 70 Persen
Dua Jawara Kerapan Sapi Sumenep Melaju ke Piala Presiden, Target Haji Udik Jelas: Juara!
FIKOM Unitomo Siapkan Mahasiswa Hadapi Krisis Informasi melalui Kolaborasi dengan PERHUMAS

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:22 WIB

Kementan RI Apresiasi Sumenep atas Keberhasilan Program Pertanian UPLAND

Kamis, 15 Oktober 2026 - 02:37 WIB

Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Dari Pantai Slopeng, Khofifah Indar Parawansa Dorong Potensi Maritim Sumenep dan Kesejahteraan Nelayan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:53 WIB

KEN 2026, Sumenep Padukan Kemegahan Musik Tongtong dengan Sejarah Arya Wiraraja

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:21 WIB

Dua Jawara Kerapan Sapi Sumenep Melaju ke Piala Presiden, Target Haji Udik Jelas: Juara!

Rabu, 14 Oktober 2026 - 05:43 WIB

FIKOM Unitomo Siapkan Mahasiswa Hadapi Krisis Informasi melalui Kolaborasi dengan PERHUMAS

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:47 WIB

Dorong Pelayanan Posyandu Berkualitas, Kader di Pragaan Laok Ikuti Supervisi Fasilitatif

Berita Terbaru