SURABAYA, nusainsider.com — Senator asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, M.E.I., mendorong adanya kolaborasi antara masyarakat dan Pertamina dalam pengelolaan gas elpiji subsidi 3 kilogram.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi kunci menciptakan sistem distribusi yang lebih adil, transparan, dan berkeadilan sosial.
Ning Lia menegaskan, elpiji 3 kg merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat kecil. Karena itu, pengelolaannya tidak seharusnya hanya menjadi tanggung jawab Pertamina, melainkan perlu melibatkan masyarakat sebagai mitra aktif dalam menjaga kestabilan harga dan ketersediaan di lapangan.
“Walaupun tetap dikelola secara resmi oleh Pertamina, masyarakat bisa berperan sebagai mitra aktif. Ini bukan hanya soal bisnis, tapi tentang pemberdayaan dan tanggung jawab sosial,” ujarnya, Selasa (4/11).
Menurut Ning Lia, kemitraan antara Pertamina dan masyarakat dalam bentuk pangkalan elpiji resmi dapat menjadi solusi efektif untuk mencegah praktik penimbunan serta penyimpangan distribusi.
Dengan sistem kemitraan yang jelas, proses pengawasan menjadi lebih mudah, sementara masyarakat juga memperoleh manfaat ekonomi dari pengelolaan yang berkelanjutan.
“Bayangkan jika setiap daerah memiliki mitra lokal yang terverifikasi dan bekerja sesuai standar Pertamina. Maka masyarakat tidak akan kesulitan lagi mendapatkan gas bersubsidi dengan harga yang wajar,” tutur Senator asal Jatim itu.
Ia juga menekankan pentingnya transparansi data dan pengawasan bersama, baik oleh pemerintah daerah, aparat penegak hukum, maupun masyarakat sendiri. Sinergi lintas pihak dinilai akan memperkuat sistem distribusi agar tepat sasaran.
Ning Lia mengajak Pertamina dan pemerintah daerah untuk membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan masyarakat, terutama dalam bidang pembinaan dan edukasi. Banyak warga, katanya, memiliki semangat wirausaha dan dapat diberdayakan menjadi agen resmi elpiji 3 kg.
“Jangan hanya melihat dari sisi regulasi, tapi juga dari potensi sosial ekonomi. Dengan kemitraan yang inklusif, kita bukan hanya mengatur distribusi gas, tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat,” ujar Lia, yang selama ini dikenal aktif menyuarakan pemberdayaan masyarakat di berbagai sektor.
Sebagai penutup, putri ulama karismatik itu menegaskan, langkah strategis ini membutuhkan dukungan lintas sektor agar penyaluran elpiji 3 kg benar-benar tepat sasaran.
Ia berharap Pertamina terus berinovasi serta memperkuat koordinasi dengan para mitra di lapangan demi menjamin kebutuhan energi rumah tangga masyarakat kecil terpenuhi secara berkelanjutan.
“Distribusi elpiji yang adil bukan hanya soal pasokan, tetapi tentang rasa keadilan bagi rakyat kecil. Ketika masyarakat dilibatkan, mereka akan memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga sistem ini tetap berjalan baik,” pungkas Ning Lia.
![]()
Penulis : Wafa
















