SUMENEP, nusainsider.com — Wakil Ketua DPRD Sumenep, Indra Wahyudi, meminta pengelolaan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat perhatian khusus selama bulan suci Ramadan.
Ia menekankan bahwa kualitas makanan yang diterima siswa harus tetap terjaga meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran. Hal tersebut disampaikannya pada Sabtu (28/2/2026).
Politisi Partai Demokrat itu menilai nominal anggaran sebesar Rp8.000 untuk porsi kecil dan Rp10.000 untuk porsi besar masih memungkinkan untuk diolah menjadi menu yang sehat dan layak konsumsi, asalkan dikelola dengan kreativitas yang baik.
“Jangan sampai alasan anggaran dijadikan pembenaran menurunkan kualitas. Di bulan Ramadan ini, justru harus lebih baik. Kalau perlu ada tambahan pribadi, niatkan saja sebagai sedekah,” ujarnya.
Indra menjelaskan, jika hanya terdapat satu atau dua menu yang kurang baik dalam satu dapur, hal tersebut masih dapat dikategorikan sebagai kesalahan teknis yang tidak disengaja.
Namun, apabila kualitas buruk terjadi secara berulang dan merata, maka perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap dapur yang bersangkutan.
Ia juga mengungkapkan telah menerima banyak laporan dari sekolah penerima program MBG yang mengeluhkan mutu makanan. Selain itu, terdapat surat dari lembaga pemantau kebijakan publik yang meminta DPRD melakukan penilaian ulang terhadap sejumlah dapur yang dinilai bermasalah.
Tidak hanya soal rasa dan tampilan, Indra turut menyoroti aspek standar operasional dapur. Menurutnya, masih ada dapur MBG yang belum mengantongi sertifikasi seperti HACCP, ISO, maupun Halal.
Pengelolaan limbah juga menjadi perhatian, karena beberapa dapur belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) berbasis biomedia yang ramah lingkungan.
Sebagai langkah konkret, Indra memastikan pihaknya akan melakukan inspeksi langsung ke sejumlah dapur MBG di wilayah Sumenep. Kunjungan tersebut juga akan disertai pengambilan sampel makanan guna menilai kualitas sajian secara objektif.
“Hasil turun lapangan nanti akan kami rangkum sebagai bahan rekomendasi resmi kepada BGN. Tujuannya agar MBG benar-benar menjadi program yang menyehatkan anak-anak dan mendukung peningkatan kualitas generasi,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Wafa
















