MADURA, nusainsider.com — Panggung spektakuler yang melibatkan artis jebolan Dangdut Academy (DA) kembali santer diperbincangkan.
Setelah sebelumnya sukses besar meraup donasi lebih dari Rp1,1 miliar saat kedatangan Valen DA7, konser lanjutan bertajuk program Indosiar dikabarkan akan kembali digelar di wilayah Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Ach Valen akbar, yang disebut sebagai “King of Dynamica” oleh salah satu dewan juri saat audisi beberapa pekan lalu di Dangdut Academy 7 Indosiar, menjadi magnet utama kesuksesan konser amal sebelumnya.
Tak heran, rencana lanjutan program tersebut kini kembali mengundang perhatian publik. Isu ini semakin viral setelah beredar informasi adanya proposal resmi dari Stasiun Televisi Indosiar yang ditujukan untuk penyelenggaraan konser lanjutan di Pamekasan.
Namun hingga kini, belum diketahui secara pasti apakah proposal tersebut telah diterima dan ditindaklanjuti oleh pihak pemerintah daerah atau swasta.
Di platform TikTok, akun Kuswanto Ferdian dalam siaran langsungnya menyebut bahwa pihak Indosiar meminta agar acara serupa kembali digelar di Pamekasan.
Dalam live tersebut, ia bahkan memperlihatkan sebuah proposal dengan halaman depan bertuliskan “Program D’Academy Menggoyang Indonesia”, lengkap dengan foto puluhan artis jebolan DA.
“Ini sudah saya pegang proposalnya, tinggal digelar saja. Mintanya indosiar bulan ini,” ujar Kuswanto Ferdian dalam rekaman layar yang kemudian diunggah oleh akun @lor_tellor.
Kuswanto mengaku bahwa proposal tersebut memang diterima dirinya lantaran ia merupakan Event Organizer (EO) saat acara penyambutan Valen di Pamekasan beberapa hari lalu.
Ia juga menyebut, konser yang diminta Indosiar dijadwalkan berlangsung bulan ini, dengan melibatkan sekitar 10 artis jebolan Dangdut Academy, termasuk Valen.
“Artis yang hadir sekitar 10 orang, ini langsung dari Indosiar yang menggelar. Saya diminta membantu mencari titik lokasi, ikut mengonsep, dan mensukseskan acara ini,” imbuhnya.
Meski demikian, saat dikonfirmasi lebih lanjut melalui pesan WhatsApp, Kuswanto Ferdian belum memberikan respons hingga berita ini diterbitkan, sehingga kepastian konser program Indosiar tersebut masih menunggu klarifikasi resmi dari Kuswanto ferdian dan juga Indosiar.
Sementara itu, tokoh pemuda Madura, Amin Hanafi, mengapresiasi langkah Indosiar yang dinilainya berpotensi menggerakkan ekonomi masyarakat Madura melalui kegiatan hiburan berskala nasional.
Namun menurutnya, konsep kegiatan harus dirancang secara matang. Amin sapaan akrabnya menilai, jika Indosiar ingin memaksimalkan dampak sosial dan budaya, maka Kabupaten Sumenep adalah lokasi paling strategis di Madura.
“Sumenep adalah kabupaten yang terbuka terhadap kekayaan seni dan konsisten mengapresiasi talenta anak muda sejak beberapa tahun terakhir,” ujar Amin kepada media ini, Senin (5/1/2025).
Lebih jauh, Amin juga menekankan pentingnya keterlibatan Sultan Madura, H. Her, sebagai figur sentral dan konseptor kegiatan, terutama jika konser tersebut dikemas sebagai konser amal kemanusiaan, misalnya untuk korban bencana di Aceh dan Sumatera.
“Indosiar perlu datang langsung ke H. Her. Dengan keterlibatan beliau, energi kemanusiaan akan jauh lebih besar dan legitimasi kegiatan akan semakin kuat,” tegasnya.
Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa dari sisi lokasi, infrastruktur, dan iklim seni budaya, Sumenep merupakan tempat paling strategis dan mendukung untuk program Indosiar di Madura, karena seni dalam berbagai bentuk, hidup dan berkembang di kabupaten ujung timur Pulau Madura tersebut.
![]()
Penulis : Wafa

















