Momentum Hari Batik Nasional di Sumenep Diwarnai Isu Dugaan Penipuan

Kamis, 2 Oktober 2025 - 09:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ilustrasi Pengrajin Batik

Foto. Ilustrasi Pengrajin Batik

SUMENEP, nusainsider.com Momentum peringatan Hari Batik Nasional 2025 seharusnya menjadi ajang kebanggaan bagi para pengrajin batik di Kabupaten Sumenep. Namun, kenyataan pahit justru dirasakan oleh sejumlah pengrajin yang terlibat dalam Festival Batik Sumenep beberapa minggu lalu.

Alih-alih menjadi etalase promosi budaya lokal, festival tersebut kini meninggalkan jejak kekecewaan. Seorang pengrajin batik bahkan meneteskan air mata saat mengenang kejadian yang dianggap sebagai bentuk penipuan yang melukai hati para pelaku UMKM batik.

“Harapan kami dulu begitu tinggi, ingin batik lokal semakin dikenal. Tapi ternyata malah berujung kecewa,” ungkap seorang pengrajin batik yang identitasnya enggan dipublikasikan, Kamis (2/10/2025).

Berdasarkan informasi yang dihimpun nusainsider.com, dugaan penipuan tersebut menyeret nama Kepala Puskesmas Pamolokan, Drg. Novia Sri Wahyuni, yang diketahui menjadi salah satu penanggung jawab Festival Batik Sumenep.

Baca Juga :  Sumenep 756 Tahun: Bahasa Madura Jadi Simbol Jati Diri dan Kebanggaan Daerah

Sang pengrajin menceritakan bahwa dua orang diantaranya Drg Novia dan IM (Inisial), datang langsung ke rumahnya pada malam hari untuk meminta enam potong kain batik. Kain tersebut dijanjikan akan dijahit dan digunakan mendampingi para model di panggung festival.

“Saya percaya, karena niat saya memang ingin memajukan batik lokal. Tapi sejak kain itu diserahkan, tidak ada kabar lagi. Janji tinggal janji,” keluhnya dengan nada getir.

Ia menambahkan, komunikasi yang semula lancar tiba-tiba terhenti. Bahkan upaya menghubungi salah satu pihak berinisial IM tidak pernah membuahkan hasil.

“Ini bukan soal ganti ruginya, tapi soal kebohongan yang tidak bisa diterima,” tegasnya.

Hingga berita ini dinaikkan, pewarta telah berupaya mengonfirmasi Drg. Novia Sri Wahyuni selaku penanggung jawab festival sekaligus Kepala Puskesmas Pamolokan. Namun, ia memilih bungkam dan enggan memberikan klarifikasi terkait dugaan persoalan yang mencuat.

Baca Juga :  Jangan Buta Fakta! Festival Kebudayaan Sumenep Diklaim Serap Ribuan Tenaga Kerja

Sikap diam ini menambah panjang daftar pertanyaan publik mengenai transparansi penyelenggaraan festival, yang seharusnya menjadi kebanggaan masyarakat Sumenep.

Kekecewaan para pengrajin batik akhirnya mendapat perhatian dari Komisi IV DPRD Kabupaten Sumenep. Lembaga legislatif ini berkomitmen memanggil Drg. Novia Sri Wahyuni untuk dimintai penjelasan terkait berbagai persoalan serius yang muncul.

Langkah tersebut juga mendapat dukungan dari kalangan aktivis, salah satunya Aliansi Pemuda Reformasi Melawan (ALARM), yang sejak awal konsisten mengawal kasus ini.

Baca Juga :  Dari Kota Batu, SMSI Sumenep Rumuskan Masa Depan Media Siber Lokal

Mereka menilai, dugaan penyalahgunaan wewenang dalam festival budaya tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut martabat pengrajin lokal.

Meski luka akibat dugaan penipuan masih membekas, masyarakat diharapkan tetap memberikan semangat kepada para pengrajin batik. Batik bukan sekadar kain bermotif indah, melainkan warisan budaya yang mencerminkan identitas bangsa.

Momentum Hari Batik Nasional kali ini diharapkan tidak hanya menjadi pengingat pentingnya melestarikan budaya, tetapi juga memastikan keadilan bagi para pelaku UMKM batik yang menjadi garda depan dalam menjaga warisan leluhur.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Kepulauan Sumenep Dibidik Bappenas, Energi Surya hingga Hilirisasi Garam Dikaji
Emas Bernilai Ibadah, Central 88 Gold & Jewellery Dedikasikan Keuntungan untuk Yatim-Duafa
Bawa Polresta Sumenep ke Arah Baru, Kombes Pol Ariek Raih Penghargaan
ICONIS ke-10 Jadi Ruang Refleksi Merawat Tradisi Keagamaan Masyarakat Madura
Rokok Makayasa Lebarkan Sayap, Ratusan Warung Disiapkan Jadi Jaringan Baru
Tak Andalkan Perang Harga, DRT The Big Family Perkuat Kualitas Rokok Lokal Madura
Antrean BBM Meluas di Jember-Lumajang-Situbondo-Bondowoso, KOPRI PMII Soroti Kesiapan Distribusi
STIT Aqidah Usymuni Bersiap Naik Level, Kopertais Minta Civitas Akademika Perkuat Kelembagaan

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 22:49 WIB

Kepulauan Sumenep Dibidik Bappenas, Energi Surya hingga Hilirisasi Garam Dikaji

Kamis, 10 September 2026 - 14:23 WIB

Emas Bernilai Ibadah, Central 88 Gold & Jewellery Dedikasikan Keuntungan untuk Yatim-Duafa

Kamis, 10 September 2026 - 09:19 WIB

Bawa Polresta Sumenep ke Arah Baru, Kombes Pol Ariek Raih Penghargaan

Kamis, 10 September 2026 - 08:06 WIB

ICONIS ke-10 Jadi Ruang Refleksi Merawat Tradisi Keagamaan Masyarakat Madura

Rabu, 9 September 2026 - 17:48 WIB

Rokok Makayasa Lebarkan Sayap, Ratusan Warung Disiapkan Jadi Jaringan Baru

Rabu, 9 September 2026 - 14:01 WIB

Antrean BBM Meluas di Jember-Lumajang-Situbondo-Bondowoso, KOPRI PMII Soroti Kesiapan Distribusi

Rabu, 9 September 2026 - 13:04 WIB

STIT Aqidah Usymuni Bersiap Naik Level, Kopertais Minta Civitas Akademika Perkuat Kelembagaan

Rabu, 9 September 2026 - 12:53 WIB

Wisuda ke-15 STITA Aqidah Usymuni, 61 Sarjana Disiapkan Terjun ke Masyarakat

Berita Terbaru