Ning Lia Dukung Revitalisasi 478 Sekolah, Soroti Pentingnya Sanitasi dan Ekosistem Pendidikan

Senin, 16 Maret 2026 - 16:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Anggota DPD/MPR RI, Dr Lia Istifhama S.Sos.,i., M.E.I

Foto. Anggota DPD/MPR RI, Dr Lia Istifhama S.Sos.,i., M.E.I

SURABAYA, nusainsider.com Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengapresiasi program percepatan revitalisasi fasilitas pendidikan yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, langkah pemerintah memperbaiki infrastruktur sekolah dan sanitasi merupakan kebijakan strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Senator yang akrab disapa Ning Lia itu menilai pembangunan 454 unit toilet dan sarana air bersih (SAB) serta revitalisasi 478 sekolah di kawasan transmigrasi menjadi langkah awal penting dalam memastikan pemerataan kualitas pendidikan, khususnya di daerah terpencil dan kawasan pengembangan baru.

“Pendidikan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh kurikulum dan guru, tetapi juga oleh lingkungan belajar yang sehat, aman, dan manusiawi. Sanitasi yang layak dan ruang belajar yang baik adalah fondasi dasar bagi proses pendidikan yang bermartabat,” ujar Ning Lia, Senin (16/3/2026).

Program revitalisasi yang dijalankan pemerintah melalui Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia tersebut saat ini telah menjangkau 27 provinsi, mencakup 122 kabupaten, 231 kecamatan, dan 399 desa untuk pembangunan sanitasi sekolah.

Baca Juga :  Dana Desa Terbatas, Pemdes Rosong dan Warga Bangun Jalan Secara Swadaya

Sementara revitalisasi sekolah dilakukan di 114 kabupaten, 218 kecamatan, dan 406 desa yang berada di 129 kawasan transmigrasi.

Ning Lia yang juga merupakan keponakan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menilai kebijakan tersebut sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo yang menekankan pentingnya perbaikan fasilitas pendidikan sebagai kunci peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Baca Juga :  Sederhana Penuh Makna, Polres Sumenep Peringati Hari Jadi Polwan ke-77

Ia menambahkan, persoalan sanitasi di sekolah selama ini sering dianggap sepele, padahal memiliki dampak besar terhadap kesehatan siswa, kenyamanan belajar, serta pembentukan budaya hidup bersih.

“Sekolah yang bersih dan layak akan membentuk karakter siswa sejak dini. Anak-anak akan belajar tentang disiplin, kesehatan, dan penghargaan terhadap lingkungan,” jelasnya.

Meski demikian, Ning Lia berharap penguatan program revitalisasi sekolah ke depan tidak hanya berhenti pada perbaikan fisik bangunan. Ia menilai revitalisasi perlu diintegrasikan dengan penguatan ekosistem pendidikan di daerah transmigrasi.

Menurutnya, pendekatan revitalisasi pendidikan berbasis kawasan dapat dilakukan dengan menggabungkan perbaikan infrastruktur sekolah dengan peningkatan kualitas guru, literasi digital, serta keterhubungan sekolah dengan potensi ekonomi lokal.

“Revitalisasi sekolah seharusnya tidak hanya memperbaiki bangunan, tetapi juga membangun ekosistem pendidikan yang adaptif. Misalnya dengan menghadirkan literasi digital, laboratorium keterampilan, hingga kurikulum yang relevan dengan potensi daerah transmigrasi seperti pertanian, perikanan, atau ekonomi kreatif lokal,” ungkapnya.

Ning Lia menilai kawasan transmigrasi memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan baru. Karena itu, pendidikan di wilayah tersebut perlu diarahkan untuk mencetak generasi yang tidak hanya terdidik, tetapi juga memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pembangunan daerah.

“Sekolah di kawasan transmigrasi harus menjadi pusat pengembangan masyarakat. Dengan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, serta organisasi masyarakat, keberlanjutan program revitalisasi sekolah bisa terjamin,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

NU Education Summit Sumenep 2026 Jadi Momentum Transformasi Pendidikan NU
Rutin Tiap Bulan ke Madura, Ning Lia Tunjukkan Wajah Senator yang Dekat dengan Rakyat
KPM STITA dan PKK Bersinergi, Temulawak Beluk Raja Diolah Jadi Produk Unggulan Desa
PBB Sumenep Bakal Full Digital 2027, Bapenda: Pembayaran Langsung Masuk Kas Daerah
Bangga Hasil Bumi Lokal, Bos Ayunda Group Sebut Produk Olahan Tani Tak Kalah dari Produk Modern
Membeli Sama dengan Berbagi, Central 88 Gold and Jewellery Dedikasikan Hasil Usaha untuk Yatim
Ning Lia Dinilai Inspiratif, Raih Penghargaan Leadership dan Community Empowerment
JJS Gayam Pecah! Ribuan Warga Padati Jalan, Doorprize Jadi Magnet

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 02:42 WIB

NU Education Summit Sumenep 2026 Jadi Momentum Transformasi Pendidikan NU

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:18 WIB

Rutin Tiap Bulan ke Madura, Ning Lia Tunjukkan Wajah Senator yang Dekat dengan Rakyat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:39 WIB

KPM STITA dan PKK Bersinergi, Temulawak Beluk Raja Diolah Jadi Produk Unggulan Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 - 09:29 WIB

PBB Sumenep Bakal Full Digital 2027, Bapenda: Pembayaran Langsung Masuk Kas Daerah

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:52 WIB

Bangga Hasil Bumi Lokal, Bos Ayunda Group Sebut Produk Olahan Tani Tak Kalah dari Produk Modern

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:22 WIB

Ning Lia Dinilai Inspiratif, Raih Penghargaan Leadership dan Community Empowerment

Minggu, 23 Agustus 2026 - 06:52 WIB

JJS Gayam Pecah! Ribuan Warga Padati Jalan, Doorprize Jadi Magnet

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:32 WIB

Eduwisata ke Markas TNI, Siswa SLBN Bugih Dapat Pengalaman Belajar Penuh Makna

Berita Terbaru