Ning Lia Menginspirasi: Kisah Hidup, Nilai Perjuangan, dan Gagasan Besar untuk Negeri

Kamis, 11 Desember 2025 - 15:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Anggota DPD/MPR RI, Dr Lia Istifhama S.Sos.S.Sos.,i., M.E.I

Foto. Anggota DPD/MPR RI, Dr Lia Istifhama S.Sos.S.Sos.,i., M.E.I

SURABAYA, nusainsider.com — Senator muda Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, hadir sebagai narasumber dalam Podcast Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa).

Dalam perbincangan hangat tersebut, ia mengulas perjalanan hidup, nilai-nilai yang membentuk karakter kepemimpinannya, hingga dedikasinya memperjuangkan kepentingan daerah di DPD RI.

Dikenal sebagai salah satu perempuan milenial yang aktif di tingkat nasional, Ning Lia menuturkan bahwa perjalanan kariernya dibangun dari pengalaman masa kecil, pendidikan, serta lingkungan keluarga yang mengajarinya keteguhan dan empati. Perbincangan dipandu oleh Dr. Sunanto, Dosen S1 PGSD Unusa, pada Kamis (11/12).

Dalam dialog tersebut, Ning Lia membahas tantangan sebagai perempuan muda yang memikul amanah politik sekaligus menjalankan peran domestik. Ia menekankan pentingnya manajemen diri dan komunikasi yang sehat agar keduanya dapat berjalan seimbang.

“Saya belajar memahami ritme hidup. Ada masa untuk keluarga, ada masa untuk bekerja. Yang penting adalah disiplin, amanah, dan komunikasi yang baik. Perempuan bisa kuat, tapi juga tetap hangat,” ujar Ning Lia.

Ia menambahkan, perempuan inspiratif bukan hanya yang tampil di ruang publik, tetapi juga yang mampu menjaga amanah keluarga dan sosial secara harmonis.

Baca Juga :  Eks Ketua PMII Jatim Bongkar Tuntutan Demo: Kebijakan Tak Bisa Diputus di Jalanan

Pada kesempatan itu, Ning Lia juga menyampaikan pentingnya kesinambungan pembangunan nasional. Menurutnya, kehadiran Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) menjadi kebutuhan mendesak agar arah pembangunan tidak berubah setiap pergantian kepemimpinan.

“PPHN bukan hanya dokumen. Ini fondasi yang memastikan pembangunan tidak berubah setiap lima tahun. Kita harus punya arah jelas agar visi bangsa tetap kokoh,” tegasnya.

Gagasan tersebut ia bangun melalui diskusi bersama akademisi dan pakar kebijakan selama menjalankan tugas sebagai senator.

Putri tokoh ulama KH Maskur Hasyim itu juga menyoroti kisah masa remajanya yang berperan penting membentuk empati dan kepekaan sosial. Sejak SMP, ia gemar menulis cerpen dan catatan harian. Salah satu tulisannya yang diapresiasi kakaknya menjadi titik balik kepercayaan diri.

“Saya kaget waktu kakak bilang, ‘Siapa yang nulis? Bagus sekali ceritanya.’ Dari situ saya sadar mungkin saya punya bakat,” kenangnya.

Sejak itu, ia semakin aktif menulis, termasuk pesan-pesan reflektif bertema kemanusiaan. Salah satu kalimat yang ia dedikasikan untuk anak-anak di daerah konflik berbunyi, “Di mana pun kamu berada, jangan pernah merasa sendiri. Di luar sana selalu ada orang yang mengingatmu dan menyayangimu.”

Menurutnya, menulis menjadi ruang untuk menumbuhkan empati nilai yang kemudian mengiringinya dalam menjalankan amanah sebagai senator.

Baca Juga :  PHK Ratusan Buruh Plywood Jelang Lebaran, Ning Lia Desak Industri Siapkan Mitigasi Risiko

Sebagai perempuan milenial, alumni Doktoral UINSA ini mengaku sering mendapat pertanyaan soal usia. Namun baginya, kemudaan bukan persoalan angka melainkan semangat.

“Pada akhirnya saya sadar, semangat itu yang membuat kita tetap relevan,” ujarnya.

Ning Lia yang dikenal peduli pada isu pendidikan, kesehatan, dan lingkungan itu ingin menjadi sosok “kakak” bagi mahasiswa, bukan figur publik yang terasa jauh. Dengan latar pendidikan Islam dan ekonomi, ia terus membawa nilai moral dan humanisme dalam menyikapi isu global, termasuk Palestina.

“Melihat orang bersepeda sambil membawa bendera Palestina itu menyentuh hati saya. Itu tanda dunia semakin peduli,” ungkap peraih DetikJatim Award 2025 tersebut.

Senator yang juga dinobatkan sebagai Wakil Rakyat Terpopuler dan Paling Disukai versi ARCI 2025 ini menutup perbincangan dengan pesan bermakna untuk perempuan muda yang ingin berkiprah di ruang publik.

“Beranilah membaca realitas. Jangan berhenti belajar. Dan pegang integritas. Dunia publik membutuhkan perempuan yang kuat, cerdas, dan berhati lembut,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU Diduga Picu Blackout, CERI Minta Penyidikan Diperluas
DPR RI Beri Dukungan Penuh, Polri Diminta Tuntaskan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU
PT ESM Siap Luncurkan King Djava Reguler, Bidik Filipina hingga Australia
PT Garam Diduga Bongkar Tambak Produktif Tanpa Musyawarah, P4GI Desak Kades dan Manajemen Bertindak
Komitmen Bangun SDM Kepulauan, Medco Energi Gelar Pelatihan Deep Learning untuk Guru Sumenep
Yuddy Chrisnandi Apresiasi Diplomasi Prabowo: Jakarta Tak Lagi Sekadar Tamu, Kini Jadi Tuan Rumah Dunia
FGD “NgomBe” Bahas Masa Depan MBG di Sumenep, Pemkab Dorong Evaluasi Menyeluruh
Yang Paling Sakit Bukan Kepergian, Melainkan Kebenaran yang Tak Pernah Terucapkan

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:26 WIB

Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU Diduga Picu Blackout, CERI Minta Penyidikan Diperluas

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:23 WIB

DPR RI Beri Dukungan Penuh, Polri Diminta Tuntaskan Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:32 WIB

PT ESM Siap Luncurkan King Djava Reguler, Bidik Filipina hingga Australia

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:34 WIB

PT Garam Diduga Bongkar Tambak Produktif Tanpa Musyawarah, P4GI Desak Kades dan Manajemen Bertindak

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:32 WIB

Komitmen Bangun SDM Kepulauan, Medco Energi Gelar Pelatihan Deep Learning untuk Guru Sumenep

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:59 WIB

FGD “NgomBe” Bahas Masa Depan MBG di Sumenep, Pemkab Dorong Evaluasi Menyeluruh

Rabu, 8 Juli 2026 - 22:55 WIB

Yang Paling Sakit Bukan Kepergian, Melainkan Kebenaran yang Tak Pernah Terucapkan

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:34 WIB

Pesantren Al-Islamiyah Gandeng Yonif TP 931/KJ Bentuk Santri Tangguh Lewat Kemah HIMMAH ke-51

Berita Terbaru