Ning Lia Terharu: Keteguhan Haikal Cermin Iman Santri Al-Khoziny

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 13:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Anggota DPD/MPR RI, Dr Lia Istifhama, S.Sos.i,. M.E.I saat dikonfirmasi sejumlah wartawan usai jenguk Santri Haikal di Rumah sakit

Foto. Anggota DPD/MPR RI, Dr Lia Istifhama, S.Sos.i,. M.E.I saat dikonfirmasi sejumlah wartawan usai jenguk Santri Haikal di Rumah sakit

JATIM, nusainsider.com Memasuki hari keenam pasca-ambruknya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, proses evakuasi korban masih terus dilakukan Tim SAR gabungan. Hingga Sabtu (4/10/2025), tercatat 14 santri meninggal dunia.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa total korban berjumlah 167 orang. Dari jumlah itu, 103 selamat, 14 meninggal dunia, 1 kembali ke rumah tanpa penanganan medis, sementara 49 santri masih dalam pencarian.

“Sebanyak 14 korban masih dirawat di rumah sakit, 89 sudah dipulangkan, dan satu dirujuk ke Mojokerto,” jelas Abdul Muhari.

Musibah ini menyedot perhatian berbagai pihak. Sejumlah tokoh nasional dan daerah datang menjenguk korban, di antaranya Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Menko PMK Abdul Muhaimin Iskandar, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Senator DPD RI Lia Istifhama, hingga Bupati Sidoarjo Subandi.

Di antara banyak kisah haru, pengalaman Syailendra Haikal (13) dan Yusuf (16) menjadi sorotan publik. Keduanya berhasil bertahan hidup meski lebih dari dua hari tertimbun reruntuhan. Percakapan lirih Haikal dengan tim penyelamat, “Semuanya sakit…,” viral dan membekas di hati masyarakat.

Baca Juga :  Program Mudik Gratis 7.000 Kuota, Ning Lia: Bukti Kepedulian Pemprov Jatim untuk Rakyat

Ning Lia Menangis Lihat Keteguhan Haikal

Saat menjenguk Haikal di RSUD R.T. Notopuro, Sidoarjo, Lia Istifhama tampak terharu. Ia mendampingi kedua orang tua Haikal, Abdul Hawi dan Dwi Ajeng, serta relawan LazisNU Care Jawa Timur.

“Haikal usianya hampir sama dengan anak saya. Saat melihat sorot matanya, saya kagum dengan ketegarannya meski tubuhnya penuh luka,” ungkap politisi yang akrab disapa Ning Lia itu.

Menurutnya, cerita Haikal mencerminkan iman yang kuat sekaligus kecerdasan luar biasa. Haikal tetap menunaikan salat meski terjepit beton dan hanya bisa bergerak terbatas.

“Dia bahkan mengajak temannya salat Isya di bawah reruntuhan,” jelasnya.

Namun, ketika Subuh tiba, ajakan Haikal tidak lagi bersambut. Saat itu ia sadar, sahabatnya telah wafat.

Baca Juga :  Hadiri Sosialisasi Empat Pilar di Wonocolo, Ning Lia Ajak Warga Berani Bermimpi dan Jaga Persatuan

Kisah Mistis dan Keteguhan Iman

Haikal juga sempat menceritakan pengalaman tak biasa. Di hari pertama tertimbun, ia merasakan haus yang luar biasa. Tiba-tiba, ada sosok anak kecil datang dan memberinya minum. Namun, sekejap kemudian sosok itu menghilang.

“Apakah itu mukjizat atau sekadar halusinasi positif, kita tidak tahu. Tapi jelas ini menjadi hikmah besar yang membuat kita semakin berempati pada keselamatan anak-anak santri,” kata Lia.

Tak hanya itu, Haikal juga bercerita bagaimana ia memilih menyimpan tenaga. Ia teringat pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah: semakin banyak bergerak, semakin cepat energi habis.

“Dia mengimplementasikan pelajaran sekolah dengan baik. Itu luar biasa,” tutur Lia.

Harapan dan Cita-Cita Haikal

Meski harus menghadapi kemungkinan amputasi, Haikal tetap memendam mimpi besar. Ia ingin melanjutkan pendidikan di SMPN 1 Probolinggo. Ning Lia bahkan telah mencoba menghubungkan dengan pihak sekolah agar cita-cita Haikal terwujud.

Baca Juga :  Nama Samuel Disorot, Senator Lia Istifhama Minta Kasus Nenek Elina Tak Digiring Adu Domba

Tak hanya itu, Haikal juga bercita-cita menjadi tentara.

“Dengan keteguhan mental, iman, kecerdasan, dan solidaritasnya, Haikal layak menjadi teladan dan kelak bisa menjadi patriot bangsa,” tegas Lia.

Korban Syahid dan Doa Bersama

Menurut laporan Basarnas, Haikal berhasil dievakuasi pada Rabu (1/10) pukul 15.22 WIB, sebagai korban ke-13. Menyedihkan, tak jauh dari lokasi itu, ditemukan korban lain dalam posisi sujud.

“Mereka insya Allah syahid. Para santri adalah pencari ilmu, pelita kehidupan. Duka mereka adalah duka kita semua,” ujar Ning Lia sembari mendoakan kesembuhan Haikal.

Sementara itu, Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, menyebut penyelamatan Haikal dan Yusuf sebagai momen paling dramatis selama operasi. Kisah mereka kini viral, menjadi simbol ketabahan santri, sekaligus teladan bagi generasi bangsa.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Pengurus JSI Sumenep 2026-2029 Dikukuhkan, Bupati Fauzi Dorong Media Sajikan Berita Mencerdaskan
Dikukuhkan Periode 2026-2029, JSI Sumenep Tegaskan Komitmen Bergerak di Bidang Sosial
Sosialisasi Empat Pilar, Ning Lia Tekankan Peran Anak Muda Kawal Keadilan
Dari Borobudur, Fauka Noor Farid Tegaskan Arah Baru Lindu Aji: Budaya, Sosial dan Ekonomi Kerakyatan
Lia Istifhama Dorong RUU Pertanahan Jadi Benteng Warga Hadapi Sengketa dan Mafia Tanah
Gegara Investasi Dapur MBG, Warga Sumenep Laporkan Istri DPR RI ke Polisi
Ning Lia Apresiasi Haji dan Umrah Fest 2026 Gresik, Dorong Pelayanan Jemaah Makin Prima
Suahasil Nazara Resmi Jadi Menkeu, Komisi XI Titip Pesan soal APBN

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 16:34 WIB

Pengurus JSI Sumenep 2026-2029 Dikukuhkan, Bupati Fauzi Dorong Media Sajikan Berita Mencerdaskan

Selasa, 15 September 2026 - 15:26 WIB

Dikukuhkan Periode 2026-2029, JSI Sumenep Tegaskan Komitmen Bergerak di Bidang Sosial

Selasa, 15 September 2026 - 12:46 WIB

Sosialisasi Empat Pilar, Ning Lia Tekankan Peran Anak Muda Kawal Keadilan

Selasa, 15 September 2026 - 11:20 WIB

Dari Borobudur, Fauka Noor Farid Tegaskan Arah Baru Lindu Aji: Budaya, Sosial dan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 15 September 2026 - 10:22 WIB

Lia Istifhama Dorong RUU Pertanahan Jadi Benteng Warga Hadapi Sengketa dan Mafia Tanah

Senin, 14 September 2026 - 19:45 WIB

Ning Lia Apresiasi Haji dan Umrah Fest 2026 Gresik, Dorong Pelayanan Jemaah Makin Prima

Senin, 14 September 2026 - 16:27 WIB

Suahasil Nazara Resmi Jadi Menkeu, Komisi XI Titip Pesan soal APBN

Senin, 14 September 2026 - 11:28 WIB

Perkuat Iman dan Kebersamaan, Bappeda Sumenep Gelar Maulid Nabi dan Santuni Anak Yatim

Berita Terbaru