Pameran Pembangunan Sumenep 2025: Bappeda-BKPSDM Usung Konsep Filosofis dan Visioner

Senin, 1 September 2025 - 20:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Bersama Bupati Sumenep dengan Kepala Bappeda serta Sebagian Pegawai dua OPD di Momen Pameran Pembangunan dalam Rangkaian Madura Culture Festival #3.

Foto Bersama Bupati Sumenep dengan Kepala Bappeda serta Sebagian Pegawai dua OPD di Momen Pameran Pembangunan dalam Rangkaian Madura Culture Festival #3.

SUMENEP, nusainsider.com Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengunjungi stand paling elegan dengan menampilkan konsep pembangunan khas daerah, milik Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Badan Kepegawaian serta Sumber Daya Manusia (BKPSDM) setempat, Senin malam (1/9/2025).

Dalam kunjungannya, Bupati Fauzi menyampaikan apresiasi tinggi kepada kedua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut.

Menurutnya, apa yang ditampilkan dalam pameran bukan sekadar ornamen estetis, tetapi juga sarat makna sejarah, budaya, dan visi pembangunan daerah.

“Saya bangga dengan inovasi yang ditunjukkan Bappeda dan BKPSDM. Stand ini bukan hanya indah dipandang, tapi juga memberikan pesan kuat tentang jati diri, semangat, dan arah pembangunan Sumenep ke depan,” ujarnya.

Kebanggaan Bupati itu tidak lepas dari konsep yang dihadirkan Bappeda dengan mengusung ornamen utama berupa replika Labeng Mesem.

Foto. Saat Bupati Sumenep Melihat inovasi yang dipamerkan Bappeda dan BKPSDM Sumenep di Stand miliknya. (Ist/nusainsider.com : Ach Toifur Ali wafa)

Dengan berbagai inovasi itu, stand Bappeda dan BKPSDM menjadi salah satu pusat perhatian di pameran pembangunan. Tidak hanya menampilkan kemewahan visual, tetapi juga menyampaikan pesan filosofis dan visioner tentang arah pembangunan Kabupaten Sumenep.

Baca Juga :  Kapolres Sumenep Hadiri Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Tahun 2024

Bupati Fauzi pun menambahkan, pameran pembangunan seperti ini bukan hanya ajang memamerkan kreativitas, tetapi juga media edukasi bagi masyarakat.

“Kita ingin masyarakat melihat bahwa pembangunan Sumenep berakar pada sejarah dan budaya, namun tetap menatap masa depan dengan inovasi,” Tambahnya.

Di tempat yang sama, Kepala Bappeda Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU., ASEAN Eng, menjelaskan bahwa Labeng Mesem bukan sekadar hiasan arsitektur, melainkan simbol bersejarah yang erat kaitannya dengan filosofi kepemimpinan di Sumenep.

“Labeng Mesem adalah gerbang utama menuju pusat pemerintahan Keraton Sumenep. Kata ‘Mesem’ berarti senyum, yang melambangkan keramahan dan kebijaksanaan pemimpin Sumenep dalam menyambut rakyat maupun tamu dari berbagai penjuru,” jelas Arif.

Dengan mengambil simbol Labeng Mesem, lanjutnya, Bappeda dan BKPSDM ingin menegaskan komitmen sebagai abdi negara yang siap melayani masyarakat dengan penuh senyum, sopan santun, dan dedikasi.

Baca Juga :  Jasa Sedot WC di Sumenep Diduga Lakukan Pungli, Pondok Pesantren Diminta Bayar Rp 6 Juta

Filosofi itu juga ditopang ornamen tambahan berupa alun–alun taman bunga, yang dipasang sebagai pintu masuk utama stand.

“Alun–alun melambangkan ruang publik yang terbuka bagi semua elemen masyarakat. Sejak dulu, alun–alun Sumenep menjadi pusat interaksi sosial, budaya, dan pemerintahan. Di sini kami hadirkan sebagai ruang kebersamaan untuk berinteraksi dan berdiskusi dengan masyarakat,” imbuhnya.

Selain ornamen, pewarnaan stand juga sarat makna. Warna merah melambangkan keberanian dan tanggung jawab, sementara hijau mencerminkan harapan, keseimbangan, dan religiusitas.

Perpaduan keduanya menggambarkan semangat membangun Sumenep yang berani melangkah maju, tanpa meninggalkan harmoni sosial dan spiritual.

Foto. Bupati Sumenep Dr H Achmad Fauzi Wongsojudo, SH., MH saat berkunjung ke Stand Bappeda dan BKPSDM di kepemimpinan Dr Ir Arif Firmanto, S.TP., M.Si.IPU., ASEAN Eng.

Kolaborasi Bappeda dan BKPSDM dalam satu stand juga mengandung filosofi tersendiri. Arif menegaskan, penggabungan itu adalah simbol sinergi antara visi pembangunan dengan pengelolaan sumber daya manusia.

“Sebagaimana para pemimpin Sumenep terdahulu bijak dalam menata pemerintahan dan aparaturnya, kami juga berkomitmen membangun Sumenep yang unggul, mandiri, dan sejahtera. Visi pembangunan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas aparatur sipil negara,” ujarnya.

Tidak hanya menampilkan konsep historis dan filosofis, stand ini juga memperkenalkan gagasan masa depan, yakni pemanfaatan energi terbarukan sebagai solusi atas keterbatasan sumber daya fosil. Menurut Arif, energi surya adalah salah satu jawaban atas kebutuhan efisiensi energi.

“Energi terbarukan, khususnya tenaga surya, adalah solusi berkelanjutan. Setelah investasi awal, energi dari panel surya bisa didapatkan secara gratis dan ramah lingkungan. Bahkan garansinya mencapai 25 tahun,” katanya.

Ia merinci, pemasangan panel surya terbagi menjadi dua segmen, yakni residensial (rumah tangga) dan office/commercial (kantor atau usaha). Tingkat penghematan yang dihasilkan dapat mencapai 70 hingga 80 persen dari biaya listrik bulanan.

“Untuk sektor residensial, penghematan bisa mencapai Rp850 ribu per bulan, sedangkan untuk office atau commercial bisa mencapai Rp2 juta per bulan. Artinya, biaya investasi awal bisa kembali hanya dalam kurun waktu sekitar enam tahun,” papar Arif.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Sosialisasi Empat Pilar, Ning Lia Tekankan Peran Anak Muda Kawal Keadilan
Dari Borobudur, Fauka Noor Farid Tegaskan Arah Baru Lindu Aji: Budaya, Sosial dan Ekonomi Kerakyatan
Lia Istifhama Dorong RUU Pertanahan Jadi Benteng Warga Hadapi Sengketa dan Mafia Tanah
Gegara Investasi Dapur MBG, Warga Sumenep Laporkan Istri DPR RI ke Polisi
Ning Lia Apresiasi Haji dan Umrah Fest 2026 Gresik, Dorong Pelayanan Jemaah Makin Prima
Suahasil Nazara Resmi Jadi Menkeu, Komisi XI Titip Pesan soal APBN
Perkuat Iman dan Kebersamaan, Bappeda Sumenep Gelar Maulid Nabi dan Santuni Anak Yatim
Warga Tamidung Gempar! Sumur Bor Mendadak Semburkan Gas, Pemkab dan Polresta Diminta Bergerak

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 12:46 WIB

Sosialisasi Empat Pilar, Ning Lia Tekankan Peran Anak Muda Kawal Keadilan

Selasa, 15 September 2026 - 11:20 WIB

Dari Borobudur, Fauka Noor Farid Tegaskan Arah Baru Lindu Aji: Budaya, Sosial dan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 15 September 2026 - 10:22 WIB

Lia Istifhama Dorong RUU Pertanahan Jadi Benteng Warga Hadapi Sengketa dan Mafia Tanah

Selasa, 15 September 2026 - 08:45 WIB

Gegara Investasi Dapur MBG, Warga Sumenep Laporkan Istri DPR RI ke Polisi

Senin, 14 September 2026 - 19:45 WIB

Ning Lia Apresiasi Haji dan Umrah Fest 2026 Gresik, Dorong Pelayanan Jemaah Makin Prima

Senin, 14 September 2026 - 11:28 WIB

Perkuat Iman dan Kebersamaan, Bappeda Sumenep Gelar Maulid Nabi dan Santuni Anak Yatim

Senin, 14 September 2026 - 10:19 WIB

Warga Tamidung Gempar! Sumur Bor Mendadak Semburkan Gas, Pemkab dan Polresta Diminta Bergerak

Senin, 14 September 2026 - 09:21 WIB

Guru Ngaji hingga Legalitas TPQ Jadi Sorotan, FKPQ Jatim Sampaikan Aspirasi ke Ning Lia

Berita Terbaru