SUMENEP, nusainsider.com — Pelatihan Fasilitator Gaharu Keluarga resmi dimulai di Aula Hotel Asmi, Sumenep, Jawa Timur. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 16 hingga 18 Mei 2025.
Mengangkat tema “Keluarga Maslahat: Mewujudkan Lingkungan Aman dan Nyaman Bagi Keluarga” pelatihan ini menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat ekosistem keluarga yang mendukung tumbuh kembang anak dan remaja.
Pelatihan diselenggarakan oleh Gaharu Keluarga bekerja sama dengan Ashoka Indonesia, LKK PCNU Sumenep, ASVIA, Tarbiyatul Quran, dan Sekolah Perempuan Bintang 9. Dukungan juga datang dari Pemkab Sumenep, Rahima, Medco Energi, Kangean Energi Indonesia, dan HCML.
Ketua panitia dari Gaharu Keluarga, Anis, menjelaskan pelatihan ini bertujuan mempertemukan penggerak pengasuhan komunitas dan membekali mereka dengan pendekatan lima prinsip pengasuhan maslahat: rahmah, fitrah, mas’uliyyah, maslahah, dan uswah.
“Gaharu Keluarga ingin memperkuat ekosistem keluarga yang mampu melahirkan anak-anak berempati, serta keluarga sebagai agen perubahan menuju masyarakat yang adil dan egaliter,” ungkap Anis dalam sambutannya.
Sebanyak 30 peserta terpilih dari 53 pendaftar mengikuti pelatihan ini. Mereka berasal dari berbagai badan otonom dan lembaga di bawah naungan Nahdlatul Ulama, dengan rentang usia 25–45 tahun.
Peserta dipersiapkan menjadi fasilitator andal yang siap berkontribusi dalam penguatan pengasuhan komunitas di lingkungan masing-masing.
Ketua LKK PWNU Jawa Timur, Dr. H. M. Isa Anshori, SE, M.Si, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini, serta menyambut baik semangat kolaborasi lintas lembaga.
“Kolaborasi ini luar biasa. Kami melihat peran aktif LKK PCNU Sumenep. Harapannya, akan lahir fasilitator-fasilitator andal dari kabupaten ini,” ujarnya.
Ketua PCNU Sumenep melalui Sekretaris PCNU, Zainul Hasan, menekankan pentingnya kesinambungan program agar dampaknya terus berlanjut di masa mendatang.
“LKK NU adalah lembaga paling aktif. Semoga kegiatan seperti ini tak berhenti di periode ini. NU bukan hanya kelompok, tapi peradaban,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua LKK PCNU Sumenep, Raudlatun, M.Pd.I, menekankan pentingnya kesamaan visi antara Ashoka dan LKK NU dalam membangun keluarga yang maslahat dan berdaya.
“Harapan kami, para peserta dapat membawa dampak nyata bagi warga Nahdliyyin di lingkungan masing-masing,” jelasnya.
Pelatihan ini turut dihadiri oleh tokoh penting, di antaranya Kiai Mahmudi dari Tarbiyatus Sholihin, Kusmawati dari Dinsos P3A Sumenep, serta Zulminarni dari Ashoka Indonesia.
Kehadiran para tokoh dan lembaga pendukung memperkuat pesan bahwa pengasuhan keluarga merupakan tanggung jawab kolektif lintas sektor dan generasi.
Pelatihan Fasilitator Gaharu Keluarga menjadi momentum penting dalam membangun jaringan pengasuhan komunitas yang berbasis nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin dan prinsip keadilan sosial.
Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari gerakan berkelanjutan dalam menciptakan lingkungan aman dan nyaman bagi seluruh keluarga, khususnya di wilayah Madura dan Kabupaten Sumenep.
![]()
Penulis : Mif
















