Pelatihan Gaharu Keluarga Sumenep: Cetak Fasilitator Pengasuhan Berbasis Maslahat

Sabtu, 17 Mei 2025 - 11:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Bersama Usai Pelatihan Gaharu Keluarga di Hotel Asmi Sumenep.

Foto Bersama Usai Pelatihan Gaharu Keluarga di Hotel Asmi Sumenep.

SUMENEP, nusainsider.com Pelatihan Fasilitator Gaharu Keluarga resmi dimulai di Aula Hotel Asmi, Sumenep, Jawa Timur. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 16 hingga 18 Mei 2025.

Mengangkat tema “Keluarga Maslahat: Mewujudkan Lingkungan Aman dan Nyaman Bagi Keluarga” pelatihan ini menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat ekosistem keluarga yang mendukung tumbuh kembang anak dan remaja.

Pelatihan diselenggarakan oleh Gaharu Keluarga bekerja sama dengan Ashoka Indonesia, LKK PCNU Sumenep, ASVIA, Tarbiyatul Quran, dan Sekolah Perempuan Bintang 9. Dukungan juga datang dari Pemkab Sumenep, Rahima, Medco Energi, Kangean Energi Indonesia, dan HCML.

Ketua panitia dari Gaharu Keluarga, Anis, menjelaskan pelatihan ini bertujuan mempertemukan penggerak pengasuhan komunitas dan membekali mereka dengan pendekatan lima prinsip pengasuhan maslahat: rahmah, fitrah, mas’uliyyah, maslahah, dan uswah.

“Gaharu Keluarga ingin memperkuat ekosistem keluarga yang mampu melahirkan anak-anak berempati, serta keluarga sebagai agen perubahan menuju masyarakat yang adil dan egaliter,” ungkap Anis dalam sambutannya.

Sebanyak 30 peserta terpilih dari 53 pendaftar mengikuti pelatihan ini. Mereka berasal dari berbagai badan otonom dan lembaga di bawah naungan Nahdlatul Ulama, dengan rentang usia 25–45 tahun.

Baca Juga :  Jangan Lupa! Besok SMSI Sumenep akan Menggelar Seminar Nasional Bahas Green Economy dan Tantangan Ekologis KEK Madura

Peserta dipersiapkan menjadi fasilitator andal yang siap berkontribusi dalam penguatan pengasuhan komunitas di lingkungan masing-masing.

Ketua LKK PWNU Jawa Timur, Dr. H. M. Isa Anshori, SE, M.Si, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini, serta menyambut baik semangat kolaborasi lintas lembaga.

“Kolaborasi ini luar biasa. Kami melihat peran aktif LKK PCNU Sumenep. Harapannya, akan lahir fasilitator-fasilitator andal dari kabupaten ini,” ujarnya.

Ketua PCNU Sumenep melalui Sekretaris PCNU, Zainul Hasan, menekankan pentingnya kesinambungan program agar dampaknya terus berlanjut di masa mendatang.

“LKK NU adalah lembaga paling aktif. Semoga kegiatan seperti ini tak berhenti di periode ini. NU bukan hanya kelompok, tapi peradaban,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua LKK PCNU Sumenep, Raudlatun, M.Pd.I, menekankan pentingnya kesamaan visi antara Ashoka dan LKK NU dalam membangun keluarga yang maslahat dan berdaya.

“Harapan kami, para peserta dapat membawa dampak nyata bagi warga Nahdliyyin di lingkungan masing-masing,” jelasnya.

Pelatihan ini turut dihadiri oleh tokoh penting, di antaranya Kiai Mahmudi dari Tarbiyatus Sholihin, Kusmawati dari Dinsos P3A Sumenep, serta Zulminarni dari Ashoka Indonesia.

Baca Juga :  Opini: Peredaran Rokok Ilegal di Madura, Peran Pejabat Desa dan Potensi Penyalahgunaan Wewenang

Kehadiran para tokoh dan lembaga pendukung memperkuat pesan bahwa pengasuhan keluarga merupakan tanggung jawab kolektif lintas sektor dan generasi.

Pelatihan Fasilitator Gaharu Keluarga menjadi momentum penting dalam membangun jaringan pengasuhan komunitas yang berbasis nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin dan prinsip keadilan sosial.

Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari gerakan berkelanjutan dalam menciptakan lingkungan aman dan nyaman bagi seluruh keluarga, khususnya di wilayah Madura dan Kabupaten Sumenep.

Loading

Penulis : Mif

Berita Terkait

Ziarah Jelang Ramadan, Lia Istifhama Tegaskan Makna Cinta Lewat Doa untuk Leluhur
Jelang Libur Panjang, Sipropam Polres Sumenep Sisir Tempat Hiburan Malam
Jaga Stabilitas Harga, Bupati Fauzi Dialog Langsung dengan Pedagang dan Pembeli
Wujudkan Lingkungan Sehat, Pemdes Pinggirpapas Turun Langsung Bersih-Bersih
Budaya Gotong Royong Terjaga, Aparatur Kecamatan Batang-Batang Bersihkan Area Perbatasan
Tokoh Muda Sumenep Naghfir Sowan ke KHR. Azaim Ibrahimy, Teguhkan Warisan Sanad Keilmuan
Bayi Terluka Ditemukan di Gang Trunojoyo, Polisi Selidiki Kasus Secara Humanis
Pengukuhan DEKOPINDA Sumenep Jadi Tonggak Penguatan UMKM dan Ekonomi Pesisir

Berita Terkait

Minggu, 15 Februari 2026 - 14:00 WIB

Ziarah Jelang Ramadan, Lia Istifhama Tegaskan Makna Cinta Lewat Doa untuk Leluhur

Sabtu, 14 Februari 2026 - 22:43 WIB

Jelang Libur Panjang, Sipropam Polres Sumenep Sisir Tempat Hiburan Malam

Jumat, 13 Februari 2026 - 22:35 WIB

Jaga Stabilitas Harga, Bupati Fauzi Dialog Langsung dengan Pedagang dan Pembeli

Jumat, 13 Februari 2026 - 08:39 WIB

Budaya Gotong Royong Terjaga, Aparatur Kecamatan Batang-Batang Bersihkan Area Perbatasan

Kamis, 12 Februari 2026 - 16:47 WIB

Tokoh Muda Sumenep Naghfir Sowan ke KHR. Azaim Ibrahimy, Teguhkan Warisan Sanad Keilmuan

Kamis, 12 Februari 2026 - 14:26 WIB

Bayi Terluka Ditemukan di Gang Trunojoyo, Polisi Selidiki Kasus Secara Humanis

Kamis, 12 Februari 2026 - 10:57 WIB

Pengukuhan DEKOPINDA Sumenep Jadi Tonggak Penguatan UMKM dan Ekonomi Pesisir

Kamis, 12 Februari 2026 - 09:52 WIB

Kolaborasi KEI dan Pemkab Sumenep Perkuat Pendidikan Guru Kepulauan

Berita Terbaru