SURABAYA, nusainsider.com — Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, M.E.I., menegaskan bahwa peran perempuan dalam politik tidak boleh direduksi hanya pada aspek fisik atau kecantikan semata. Politik, menurutnya, menuntut kualitas, kapasitas, dan integritas yang nyata.
Penegasan tersebut disampaikan Senator yang akrab disapa Ning Lia itu dalam forum diskusi bersama Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Timur. Diskusi tersebut mengangkat tema peran strategis perempuan dalam kepemimpinan dan politik kebangsaan, serta diikuti kader HMI dari berbagai daerah.
Dalam paparannya, Ning Lia mengajak peserta untuk bersikap kritis terhadap konstruksi sosial tentang kecantikan perempuan yang kerap berubah seiring perkembangan zaman dan budaya.
Ia menekankan bahwa standar kecantikan tidak pernah bersifat absolut.
“Pada masa Yunani Kuno, tubuh gemuk dianggap ideal. Di Dinasti Han, kecantikan diidentikkan dengan kaki kecil. Era Renaisans memuja tubuh berisi dan kulit cerah. Tahun 1920-an justru mengagungkan tubuh ramping dan maskulin. Kini, media sosial kembali membentuk standar baru melalui budaya populer Korea Selatan,” papar Ning Lia.
Perubahan standar tersebut, lanjutnya, membuktikan bahwa kecantikan bersifat relatif dan tidak semestinya dijadikan tolok ukur utama dalam menilai kapasitas perempuan, khususnya dalam ruang publik dan politik.
“Jangan membeli sesuatu yang tidak kita tahu bentuk dan isinya. Begitu pula dalam politik, jangan hanya terpukau pada tampilan luar. Yang utama adalah kualitas, kapasitas, dan integritas,” tegas Senator DPD RI tersebut.
Ia juga menyoroti kuatnya pengaruh beauty influencer dan budaya visual di era digital yang kerap membentuk persepsi masyarakat secara dangkal.
Menurutnya, perempuan harus mampu melampaui standar fisik dengan membangun kompetensi, karakter, dan kebermanfaatan sosial.
Sebagai Wakil Rakyat Terpopuler dan Paling Disukai di Jawa Timur versi ARCI 2025, Ning Lia menegaskan bahwa kecantikan sejati tidak hanya terletak pada outer beauty, melainkan juga inner beauty yang tercermin dari kecerdasan, sikap, keteguhan prinsip, serta kemampuan berkomunikasi.
Bahkan, ia menyebut kecerdasan emosional dan konsistensi nilai sebagai “kekuatan super” perempuan dalam menghadapi tantangan politik dan kepemimpinan.
Keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa itu juga merangkum nilai-nilai utama yang perlu dimiliki perempuan, khususnya kader HMI, yakni kindness (kebaikan hati), adaptability (kemampuan beradaptasi), respect (saling menghormati), toughness (ketangguhan), intelligence (kecerdasan), negotiation skill (kemampuan bernegosiasi), dan integrity (integritas).
“Perempuan tidak cukup hanya cantik. Ia harus cakap, berkarakter, dan mampu memberi dampak nyata. Politik membutuhkan kualitas, bukan sekadar visual,” pungkas Putri KH Maskur Hasyim tersebut
![]()
Penulis : Wafa
















