SUMENEP, nusainsider.com — Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., mengunjungi Stand Petani Milenial Sumenep pada ajang Pameran Pembangunan yang menjadi bagian dari rangkaian Madura Culture Festival (MCF) #3 tahun 2025, Senin (1/9/2025).
Kunjungan orang nomor satu di Kabupaten Sumenep tersebut dilakukan pada pukul 20.23 WIB. Setibanya di lokasi, Bupati yang akrab disapa Cak Fauzi itu langsung diperlihatkan hasil inovasi berupa pupuk organik Grow AF karya Petani Milenial Sumenep.

Dalam kesempatan itu, Bupati Achmad Fauzi menyampaikan apresiasinya atas terobosan generasi muda Sumenep yang terus berinovasi di sektor pertanian.
Menurutnya, pupuk organik dan produk UMKM yang dihasilkan komunitas petani muda dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah.
“Pemerintah daerah tentu mendukung penuh langkah-langkah kreatif anak muda. Produk seperti ini bukan hanya bermanfaat untuk petani, tetapi juga dapat meningkatkan nilai ekonomi masyarakat,” ujar Cak Fauzi.
Stand Petani Milenial Sumenep pada pameran tersebut menampilkan beragam produk inovatif. Mulai dari pupuk organik ramah lingkungan, hingga berbagai produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang dikembangkan para anggotanya.
Ketua Komunitas Petani Milenial Sumenep, Abd. Halim, mengungkapkan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep, khususnya kepada Bupati Achmad Fauzi yang memberi ruang bagi generasi muda untuk turut serta dalam pameran berskala besar.
“Kami mengapresiasi dukungan Pemkab Sumenep. Ajang ini menjadi kesempatan berharga untuk memperluas jangkauan pemasaran pupuk organik dan produk UMKM yang kami kembangkan,” ungkap Halim saat ditemui di stand pameran.
Halim menjelaskan, pupuk organik yang dipamerkan merupakan hasil kreasi generasi muda yang berorientasi pada pertanian berkelanjutan.
Ia menegaskan, produk tersebut diharapkan menjadi solusi bagi petani untuk kembali menerapkan sistem pertanian alami yang ramah lingkungan.
Selain pupuk organik, komunitas Petani Milenial juga memamerkan aneka produk UMKM seperti olahan pangan lokal, minuman herbal, hingga bibit tanaman.
Kehadiran produk-produk tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif berbasis pedesaan.
Menurut Halim, partisipasi komunitasnya dalam ajang Madura Culture Festival tidak sekadar untuk promosi.
Lebih dari itu, pihaknya ingin memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya mengembangkan pertanian alami yang ramah lingkungan sekaligus mendukung kemandirian ekonomi.
“Harapan kami, dukungan pemerintah bisa terus berlanjut agar semakin banyak anak muda tertarik terjun ke dunia pertanian dan UMKM. Dengan begitu, Sumenep semakin mandiri serta memiliki daya saing yang kuat, baik di bidang pertanian maupun ekonomi kreatif,” pungkasnya.
![]()
Penulis : Wafa

















