Petani Tembakau Sumenep Punya Pegangan Harga, Pengusaha Bisa Atur Produksi. Bupati Diapresiasi

Rabu, 13 Agustus 2025 - 08:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. H Sofwan Wahyudi, Ketua Paguyuban Pengusaha Rokok Sumenep (Kanan), Bupati Sumenep Dr H Achmad Fauzi Wongso judo, SH.,MH (Kiri).

Foto. H Sofwan Wahyudi, Ketua Paguyuban Pengusaha Rokok Sumenep (Kanan), Bupati Sumenep Dr H Achmad Fauzi Wongso judo, SH.,MH (Kiri).

SUMENEP, nusainsider.com Ketua Paguyuban Pengusaha Rokok (PR) Sumenep, H. Sofwan Wahyudi, mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep yang secara resmi menetapkan Titik Impas Harga Tembakau (TIHT) tahun 2025 bagi petani tembakau.

Kebijakan ini dihasilkan melalui rapat koordinasi lintas sektor yang melibatkan instansi terkait, perwakilan petani, dan pelaku usaha pertembakauan di Sumenep beberapa hari lalu.

Bappeda Sumenep

H. Sofwan, yang akrab disapa H. Udik, menilai penetapan TIHT lebih awal memberi kepastian harga, sekaligus menjadi bukti keberpihakan pemerintah terhadap petani.

“Langkah Pemkab Sumenep ini patut diapresiasi. Dengan adanya acuan harga, petani memiliki pegangan yang melindungi dari permainan harga, sementara pengusaha dapat menyusun strategi produksi lebih matang,” ujarnya, Rabu (13/8/2025).

Menurutnya, komunikasi antara pemerintah, petani, dan pengusaha harus terus diperkuat. Ia mengingatkan, penetapan TIHT tidak cukup hanya di atas kertas, melainkan harus diawasi ketat di lapangan.

“Kami harap pemerintah juga memastikan pengawasan di tingkat pembelian. Jangan sampai petani menjual di bawah titik impas karena terpaksa atau dipermainkan tengkulak,” tegasnya.

H. Udik menambahkan, stabilitas harga tembakau sangat memengaruhi rantai industri rokok lokal di Sumenep. Harga terlalu rendah akan menekan kualitas bahan baku karena biaya produksi tidak tertutupi, sedangkan harga yang wajar dan menguntungkan akan mendorong kualitas tembakau yang kompetitif.

Baca Juga :  Lonjakan Penumpang Warnai Mudik Gratis ke Kepulauan Sumenep

Sementara itu, Bupati Sumenep, H. Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan TIHT merupakan bentuk perlindungan kepada petani dari risiko kerugian akibat fluktuasi pasar.

“Kami optimistis harga di pasar nantinya bisa melampaui titik impas, karena pasokan tahun ini diperkirakan menurun,” ujarnya usai rakor di Sumenep, Senin (11/8/2025).

Menurut Bupati, cuaca tak menentu sejak awal tahun telah mengganggu pola tanam dan mengurangi produksi di sejumlah sentra tembakau. Kondisi ini berpotensi mendorong kenaikan harga jual di pasaran.

Baca Juga :  Walikota Medan Harap IMO Indonesia Sumut Tayangkan Berita Akurat, Objektif dan Konstruktif

Penetapan TIHT lebih awal menjadi langkah antisipasi sekaligus bentuk kesiapan pemerintah dalam menghadapi tantangan musim tanam. Dengan adanya acuan harga, petani diharapkan dapat menyusun strategi produksi dan pemasaran lebih optimal.

Adapun TIHT tahun 2025 di Sumenep ditetapkan sebagai berikut:

  • Tembakau Gunung: Rp 67.929/kg (naik Rp 946 atau 1,41% dari 2024)
  • Tembakau Tegal: Rp 63.117/kg (naik Rp 1.513 atau 2,46%)
  • Tembakau Sawah: Rp 46.142/kg (naik Rp 46 atau 0,10%)
Baca Juga :  Pendaftaran Ulang Festival Musik Tong-tong KEN 2025 Dimulai, 38 Grup Siap Meriahkan Panggung Budaya Madura

Bupati Fauzi menyebut, dalam dua tahun terakhir harga beli di tingkat petani hampir selalu berada di atas TIHT.

“Sejak 2022, data di lapangan menunjukkan penetapan TIHT efektif menjaga harga. Sebagian besar petani menjual hasil panen di atas titik impas,” tandasnya.

Pemkab Sumenep berharap, kebijakan ini tidak hanya menjaga stabilitas harga, tetapi juga memperkuat keberlanjutan sektor pertembakauan yang menjadi tulang punggung ekonomi ribuan keluarga petani di daerah tersebut.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Dari Kota Batu, SMSI Sumenep Rumuskan Masa Depan Media Siber Lokal
Prestasi Gemilang, Yazdan Al Dzaky Harumkan Sumenep di Ajang Sains Nasional
Dari Meja Billiard Menuju Prestasi, GEN Probet Tournament Dorong Talenta Muda
Kerapan Sapi Kapolres Sumenep Cup 2025, DRT The Big Family Teguhkan Pelestarian Budaya Madura
Edukasi Lingkungan Berbasis Aksi, DLH Sumenep Gelar Kemah Hijau
DRT The Big Family Angkat Nilai Budaya Madura Lewat Kerapan Sapi Kapolres Sumenep Cup 2025
Membangun Kedaulatan Epistemik: Analisis Marxis sebagai Fondasi Awal Aktivisme Perempuan
Sumenep Sun Run 2025, Pemkab Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Sehat
banner 325x300

Berita Terkait

Senin, 15 Desember 2025 - 15:13 WIB

Dari Kota Batu, SMSI Sumenep Rumuskan Masa Depan Media Siber Lokal

Senin, 15 Desember 2025 - 07:55 WIB

Prestasi Gemilang, Yazdan Al Dzaky Harumkan Sumenep di Ajang Sains Nasional

Minggu, 14 Desember 2025 - 22:27 WIB

Dari Meja Billiard Menuju Prestasi, GEN Probet Tournament Dorong Talenta Muda

Minggu, 14 Desember 2025 - 21:06 WIB

Kerapan Sapi Kapolres Sumenep Cup 2025, DRT The Big Family Teguhkan Pelestarian Budaya Madura

Minggu, 14 Desember 2025 - 17:23 WIB

Edukasi Lingkungan Berbasis Aksi, DLH Sumenep Gelar Kemah Hijau

Minggu, 14 Desember 2025 - 10:49 WIB

Membangun Kedaulatan Epistemik: Analisis Marxis sebagai Fondasi Awal Aktivisme Perempuan

Minggu, 14 Desember 2025 - 09:32 WIB

Sumenep Sun Run 2025, Pemkab Ajak Warga Terapkan Gaya Hidup Sehat

Minggu, 14 Desember 2025 - 09:24 WIB

Ning Lia: Politik Sejati Adalah Kebaikan yang Dirasakan Semua Golongan

Berita Terbaru