Petani Vs Sultan: Polemik Tanam Tembakau di Madura 2025

Senin, 14 April 2025 - 12:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, nusainsider.com Dua tokoh pengusaha tembakau dan rokok asal Madura, H. Khairul Umam (akrab disapa H. Her) dari Pamekasan dan H. Mukmin dari Ganding, Sumenep, mengimbau para petani untuk mengurangi jumlah tanam tembakau di musim tanam 2025.

Imbauan tersebut disampaikan karena stok tembakau di tingkat pabrikan saat ini disebut-sebut sudah penuh. Bila pasokan melebihi kapasitas, dikhawatirkan akan terjadi penurunan harga yang merugikan petani.

H. Her yang juga menjabat Ketua Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Madura (P4TM) menyampaikan seruannya melalui video yang diunggah ke media sosial Tiktok. Video itu menjadi viral di kalangan masyarakat Madura.

“Kalau biasanya nanam 1.000 pohon, tahun ini cukup 500 saja,” ucap H. Her dalam video yang dikutip dari akun TikTok Madura Kita, Senin (14/4/2025).

H. Mukmin turut menyuarakan kekhawatiran serupa. Dalam pertemuan terbatas bersama sejumlah media pada Selasa (25/3/2025), ia menyampaikan bahwa stok lama tembakau masih menumpuk sementara petani terus menanam dalam jumlah besar.

“Saya khawatir harga tembakau turun. Stok masih numpuk, petani juga makin ramai tanam lagi,” kata H. Mukmin.

Imbauan dua tokoh tersebut ternyata menuai reaksi beragam, terutama dari para petani yang merasa khawatir terhadap dampak pernyataan tersebut.

Baca Juga :  Dinkes P2KB Sumenep Keluarkan SE Tekan DBD ke Setiap Puskesmas se-Kabupaten Sumenep

Salah satunya adalah Munhari, petani tembakau asal Kecamatan Ganding, Sumenep, yang juga dikenal dengan nama Cak Emon. Ia menyebut imbauan itu membuat petani menjadi pesimis menghadapi musim tanam.

“Pernyataan H. Her itu membuat pesimis kepada petani tembakau,” ujarnya melalui pesan suara WhatsApp, Sabtu (12/4/2025).

Cak Emon mempertanyakan motif di balik imbauan tersebut. Ia menyangsikan bahwa alasan pabrikan full stok adalah satu-satunya penyebab, dan menduga ada faktor lain yang belum diungkap secara jelas.

“Maksud H. Her bisa bilang demikian itu apa faktornya? Apakah karena produksi rokok yang diduga ilegal sudah tak sulit lagi dipasarkan?” tanyanya.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Paguyuban Kelompok Tani (Poktan) Kecamatan Ganding itu menilai pernyataan dari Ketua P4TM tidak semestinya disampaikan secara terbuka tanpa mempertimbangkan dampak psikologis terhadap petani.

“Artinya sudah tidak sewajarnya H. Her sebagai ketua P4TM berkomentar seperti itu,” tegasnya.

Sebagai bentuk perlawanan terhadap imbauan tersebut, Cak Emon mengajak petani Madura tetap menanam tembakau sesuai kemampuan dan kebutuhan masing-masing.

“Intinya mari para petani di Madura tetap optimis menanam tembakau sesuai kemampuan masing-masing. Hal ini merupakan bagian dari perjuangan mempertahankan budidaya yang menjadi kebanggaan orang Madura sejak dahulu,” ajaknya.

Sikap serupa juga disuarakan oleh Abd. Malik, warga Nahdliyin sekaligus pemerhati tembakau lokal. Ia mengkritik keras pernyataan Ketua P4TM yang menurutnya tidak mencerminkan tanggung jawab sebagai tokoh yang mestinya melindungi petani.

“Sebagai pengusaha tembakau lokal, bukan malah meminta petani mengurangi jumlah tanam. Tapi harus mencarikan solusi terbaik jika memang pabrikan benar-benar full stok,” tulisnya dalam sebuah grup Nahdliyin di Sumenep, Sabtu (12/4/2025).

Ia menambahkan, jika petani Madura mengurangi produksi, maka kemungkinan besar pabrikan akan menyerap tembakau dari luar daerah seperti Lombok dan Jawa, yang berpotensi menggeser posisi tembakau Madura di pasar nasional.

“Saya khawatir kalau tembakau Madura sedikit, kekurangannya nanti akan diambil dari luar Madura,” pungkasnya.

Situasi ini memperlihatkan adanya perbedaan pandangan antara tokoh pengusaha tembakau dengan para petani. Sementara para pengusaha mendorong pengurangan produksi demi stabilitas harga, para petani justru melihatnya sebagai ancaman terhadap kelangsungan tradisi dan ekonomi mereka.

Baca Juga :  Media Pekaaksara bersama Bupati Sumenep Santuni 30 Anak Yatim Desa Lebeng Timur

Bagaimanapun, masa tanam tembakau 2025 di Madura akan menjadi penentu arah ke depan bagi industri ini. Apakah petani akan tetap teguh menanam atau mengikuti imbauan untuk mengurangi, waktu yang akan menjawab.

Loading

Penulis : Dre

Berita Terkait

Karnaval HUT RI ke-81 di Pasean, RA Nahdlatul Athfal Suguhkan Kostum Kreatif dan Nuansa Budaya Madura
Harga Tembakau hingga Rp72 Ribu, Bos HM Minta Petani Jangan Panen Terlalu Muda
Dari Perjuangan ke Pembangunan, Pesan Bupati Fauzi di Malam Tasyakuran HUT ke-81 RI
Bukan Sekadar Jurnalis, Ini Jejak Hairul Anam di Dunia Literasi, Akademik dan Media
Polresta Sumenep Edukasi 140 Pelajar MAN Sumenep Agar Cerdas dan Bijak Gunakan AI
Hadapi Gejolak Global, Said Abdullah Minta Menkeu dan Gubernur BI Rumuskan Kebijakan Inti
GEND-ILE Resmi Hadir di Pagendingan, Inovasi Digital KKN UIN Madura Permudah Layanan Desa
RAPBD Perubahan 2026 Masuk Tahap Pembahasan, Sumenep Bidik Penguatan PAD

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Karnaval HUT RI ke-81 di Pasean, RA Nahdlatul Athfal Suguhkan Kostum Kreatif dan Nuansa Budaya Madura

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:43 WIB

Harga Tembakau hingga Rp72 Ribu, Bos HM Minta Petani Jangan Panen Terlalu Muda

Kamis, 20 Agustus 2026 - 02:38 WIB

Dari Perjuangan ke Pembangunan, Pesan Bupati Fauzi di Malam Tasyakuran HUT ke-81 RI

Rabu, 19 Agustus 2026 - 07:46 WIB

Bukan Sekadar Jurnalis, Ini Jejak Hairul Anam di Dunia Literasi, Akademik dan Media

Rabu, 19 Agustus 2026 - 06:23 WIB

Polresta Sumenep Edukasi 140 Pelajar MAN Sumenep Agar Cerdas dan Bijak Gunakan AI

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:47 WIB

GEND-ILE Resmi Hadir di Pagendingan, Inovasi Digital KKN UIN Madura Permudah Layanan Desa

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:41 WIB

RAPBD Perubahan 2026 Masuk Tahap Pembahasan, Sumenep Bidik Penguatan PAD

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:59 WIB

Isi Kemerdekaan dengan Kepedulian, Tank Oreng Center Sasar Pelajar Sekolah Swasta di Sapudi

Berita Terbaru