SURABAYA, nusainsider.com — Komitmen menjaga regenerasi pendidik dan jurnalis dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan.
Pola kaderisasi yang melibatkan alumni sebagai pengajar muda hingga dosen dianggap mampu memperkuat budaya akademik sekaligus melatih kepemimpinan sejak dini.
Apresiasi tersebut disampaikan Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, saat menghadiri kegiatan Puasa Digital bersama akademisi dan mahasiswa STIKOSA AWS serta siswa SMK Pra Pancasila 1 dan 2 di Surabaya.
“Saya senang sekali pada kesempatan ini bisa bertemu dengan adik-adik mahasiswa dari STIKOSA AWS, juga siswa SMK Pra Pancasila 1 dan 2,” ujar senator yang akrab disapa Ning Lia tersebut.
Menurutnya, Yayasan Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (AWS) menunjukkan konsistensi dalam menjaga keberlangsungan kaderisasi dan budaya berkarya, baik di tingkat kampus maupun sekolah menengah.
“Kita benar-benar menjadi saksi bagaimana keberlangsungan generasinya berjalan dengan sangat keren. Siswa yang berprestasi dan aktif berkarya dipilih untuk kemudian mengabdi sebagai guru bagi adik-adik kelasnya. Alumni yang kembali menjadi pengajar untuk juniornya, itu luar biasa,” kata Ning Lia.
Keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa itu menambahkan, pola serupa juga diterapkan di tingkat perguruan tinggi. Mahasiswa berprestasi diberi ruang menjadi dosen muda untuk membimbing mahasiswa lainnya.
“Di sekolah seperti itu, di kampus juga sama. Mahasiswa yang berprestasi ditunjuk menjadi dosen muda untuk mengajar adik tingkatnya. Secara otomatis mereka dilatih menjadi tenaga pendidik sekaligus leader,” ujarnya.
Putri KH Maskur Hasyim tersebut menilai, sistem kaderisasi berbasis alumni bukan hanya menjaga kualitas akademik, tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan, jiwa pengabdian, serta tanggung jawab sosial. Dengan pola ini, proses regenerasi berjalan secara alami dan berkesinambungan.
“Model keberlangsungan ini menjadi kekuatan Yayasan AWS dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga siap menjadi pendidik dan pemimpin di lingkungannya,” tegasnya.
Dukungan terhadap sistem kaderisasi tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem pendidikan berbasis kolaborasi dan pengabdian, khususnya di Jawa Timur, sekaligus menjaga keberlanjutan tradisi intelektual dan profesionalisme di bidang pendidikan serta jurnalistik.
![]()
Penulis : Wafa
















