Ramai Event Tapi Minim Pembenahan, Destinasi Wisata Pemkab Sumenep Dikritik

Jumat, 15 Mei 2026 - 22:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ilustrasi

Foto. Ilustrasi

SUMENEP, nusainsider.com Wajah pariwisata di Kabupaten Sumenep mulai memunculkan ironi yang sulit ditutupi. Di tengah pesatnya perkembangan destinasi wisata swasta yang terus menghadirkan inovasi dan konsep kreatif, sejumlah objek wisata milik pemerintah daerah justru dinilai stagnan, kusam, dan tertinggal jauh.

Perbandingan tersebut kini ramai diperbincangkan masyarakat. Sejumlah wisata swasta seperti Bukit Tawap Lengleng di Desa Pagarbatu, Pantai 9 Giligenting, Gililabak, hingga Talango disebut jauh lebih hidup dan berkembang dibandingkan destinasi yang dikelola pemerintah daerah seperti Pantai Lombang dan Slopeng.

Masyarakat menilai pengelola wisata swasta lebih peka membaca kebutuhan pasar. Dengan harga tiket relatif terjangkau, rata-rata Rp10 ribu hingga Rp15 ribu, pengunjung dinilai mendapatkan fasilitas yang lebih lengkap, mulai dari spot foto menarik, wahana baru, hingga tata kelola kawasan yang lebih bersih dan tertata.

Baca Juga :  Kolaborasi Literasi di Sumenep, BPRS Bhakti Sumekar Bantu Pengembangan Perpustakaan Anak

Sebaliknya, wisata milik pemerintah justru menuai kritik. Harga tiket masuk disebut lebih mahal, berkisar Rp20 ribu hingga Rp25 ribu, namun tidak diimbangi dengan pembenahan fasilitas maupun inovasi baru.

“Alih-alih menghadirkan inovasi, fasilitas rusak malah dibiarkan. Pengunjung sekarang bisa menilai sendiri siapa yang benar-benar serius dan cerdas mengelola wisata,” ujar salah satu warga Sumenep, Hodri, Sabtu (16/5/2026).

Menurut Hodri, persoalan utama bukan sekadar harga tiket atau jumlah pengunjung, melainkan pola pikir pengelolaan wisata itu sendiri.

Baca Juga :  Tak Sekadar Hunian, KNMP Hadirkan Dermaga hingga Cold Storage untuk Nelayan

Ia menilai wisata swasta mampu bergerak cepat karena berani berinovasi dan memahami bahwa wisata saat ini tidak hanya menjual pemandangan, tetapi juga pengalaman pengunjung.

Sementara itu, beberapa destinasi wisata milik pemerintah dinilai masih terjebak dalam rutinitas lama. Spot foto dianggap tidak berkembang, sejumlah wahana rusak belum diperbaiki, hingga persoalan sampah yang masih terlihat di beberapa titik kawasan wisata.

“Miris sebenarnya. Yang seharusnya punya sumber daya lebih besar dan lebih cerdas dari masyarakat biasa, malah kalah jauh dalam pengelolaan,” sindir Umam sambil tertawa.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik terkait keseriusan pemerintah daerah dalam mengelola sektor wisata yang selama ini digadang-gadang menjadi salah satu penopang ekonomi daerah.

Baca Juga :  SMSI Award 2025: Menyatukan Madura dalam Apresiasi dan Budaya

Tanpa inovasi dan pembenahan nyata, wisata milik pemerintah dikhawatirkan hanya akan menjadi penonton di tengah agresivitas wisata swasta yang terus berkembang dan merebut perhatian pengunjung.

“Saya menduga, karena khawatir sepi pengunjung, akhirnya destinasi itu terus-menerus dijadikan lokasi berbagai event. Seolah ingin menunjukkan tempatnya ramai dan diminati, padahal masyarakat bisa menilai sendiri mana keramaian yang tumbuh alami dan mana yang sekadar dibuat terlihat hidup,” pungkasnya.

Meski destinasi wisata yang dikelola Pemkab Sumenep setiap tahun mendapatkan alokasi anggaran rehabilitasi dan perbaikan, namun belum adanya masterplan pengembangan yang jelas dinilai membuat pengelolaan wisata daerah berjalan stagnan.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Karnaval HUT RI ke-81 di Pasean, RA Nahdlatul Athfal Suguhkan Kostum Kreatif dan Nuansa Budaya Madura
Harga Tembakau hingga Rp72 Ribu, Bos HM Minta Petani Jangan Panen Terlalu Muda
Dari Perjuangan ke Pembangunan, Pesan Bupati Fauzi di Malam Tasyakuran HUT ke-81 RI
Bukan Sekadar Jurnalis, Ini Jejak Hairul Anam di Dunia Literasi, Akademik dan Media
Polresta Sumenep Edukasi 140 Pelajar MAN Sumenep Agar Cerdas dan Bijak Gunakan AI
Hadapi Gejolak Global, Said Abdullah Minta Menkeu dan Gubernur BI Rumuskan Kebijakan Inti
GEND-ILE Resmi Hadir di Pagendingan, Inovasi Digital KKN UIN Madura Permudah Layanan Desa
RAPBD Perubahan 2026 Masuk Tahap Pembahasan, Sumenep Bidik Penguatan PAD

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:46 WIB

Karnaval HUT RI ke-81 di Pasean, RA Nahdlatul Athfal Suguhkan Kostum Kreatif dan Nuansa Budaya Madura

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:43 WIB

Harga Tembakau hingga Rp72 Ribu, Bos HM Minta Petani Jangan Panen Terlalu Muda

Kamis, 20 Agustus 2026 - 02:38 WIB

Dari Perjuangan ke Pembangunan, Pesan Bupati Fauzi di Malam Tasyakuran HUT ke-81 RI

Rabu, 19 Agustus 2026 - 07:46 WIB

Bukan Sekadar Jurnalis, Ini Jejak Hairul Anam di Dunia Literasi, Akademik dan Media

Rabu, 19 Agustus 2026 - 06:23 WIB

Polresta Sumenep Edukasi 140 Pelajar MAN Sumenep Agar Cerdas dan Bijak Gunakan AI

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:47 WIB

GEND-ILE Resmi Hadir di Pagendingan, Inovasi Digital KKN UIN Madura Permudah Layanan Desa

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:41 WIB

RAPBD Perubahan 2026 Masuk Tahap Pembahasan, Sumenep Bidik Penguatan PAD

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:59 WIB

Isi Kemerdekaan dengan Kepedulian, Tank Oreng Center Sasar Pelajar Sekolah Swasta di Sapudi

Berita Terbaru