Ramai Isu Keluhan Pelayanan Kesehatan Puskesmas Legung, Kapus Legung Klarifikasi Begini

Kamis, 9 Januari 2025 - 14:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, nusainsider.com Ramainya Isu Keluhan masyarakat terkait pelayanan Puskesmas Legung yang di rilis dalam pemberitaan media ini sebelumnya, Kepala Puskesmas Legung kecamatan Batang-batang sampaikan Klarifikasi hasil Audit bersama petugas PKM Setempat.

Pasalnya, pelayanan Puskesmas Legung sebagaimana dikeluhkan masyarakat sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada. Sehingga, jika ada keluhan kepada pasien, hal itu akan menjadi masukan bagi kami agar lebih baik kedepannya, “Kata Kepala Puskesmas Legung, Adi Mulyono saat dihubungi Via Telphone WhatsAppnya kepada media nusainsider.com, Rabu 8 Januari 2024.

Namun, kata Adi Mulyono, mengenai Meninggalnya Bayi dalam kandungan yang dianggap sebagai kesalahan Puskesmas Legung karena mempulangkan pasien padahal kondisi kandungannya belum Stabil.

Pihaknya menyampaikan bahwa waktu pasien periksa kandungannya memang kondisi detak jantung bayi Naik-turun, namun ketika diberi asupan Makanan dan Teh Hangat detak jantung bayi kembali Stabil sehingga pasien diperbolehkan Pulang.

Baca Juga :  Pesta Rakyat Simpedes 2024, BRI Sumenep Sediakan Satu Unit Mobil New Ertiga Mewah

Ke-esokan Harinya, pasien kembali lagi karena merasa lemas dan perutnya Kram (Mules) sehingga petugas (red. Bidan) kami kembali memeriksa kandungannya hingga melakukan rujukan ke RSUD Moh Anwar.

Setelah dirujuk ke RSUD, detak Jantung bayi itu kembali Lemah bersama Ibunya. Akhirnya diruang Persalinan diatasi Oleh dokter. Namun Herannya, kenapa RSUD Moh Anwar tidak melakukan Operasi justru melahirkan lewat Bawah. Saya tidak tahu pasti Soal itu, karena itu sudah kewenangan RSUD, “Imbuhnya.

Apalagi, pada tanggal 19 Desember itu saat periksa terakhir ke Dokter Wongso katanya sudah Terminasi (red. proses medis untuk mengakhiri masa kehamilan, sehingga bayi tidak lahir pada waktunya). Mestinya itu juga dilakukan Operasi oleh Dokter Wongso. Namun lagi-lagi itu bukan wilayah kami.

Yang jelas, pada saat periksa kandungan ke Puskesmas, kami sudah melakukan Tindakan sesuai SOP mas, “Pungkasnya.

Adi sapaan akrabnya melanjutkan bahwa Terkait keluhan pasien yang disengat Tabuhan, pada saat diperiksa, sengatan gejalanya tidak terlalu parah dan Puskesmas tidak pernah mengabaikan Pasien.

Pasien sudah diperiksa untuk mengetahui sejauh mana kondisi dari penyakitnya pasien, dan tidak mungkin dipulangkan tanpa ada pengobatan dari Petugas, “Tuturnya Adi Mulyono sapaan akrab Adi.

Dari gejala yang diperiksa Dokter waktu datang ke Puskesmas mungkin tidak terlalu parah karena baru disengat, setelah beberapa jam dibawa ke Puskesmas Batang-batang lalu disana di Infus, Barangkali sudah parah karena reaksi Obat yang diberikan Puskesmas Legung tidak mampu (red. Mempan).

Seandainya, usai diberi Obat jika masih merasa tidak Enak langsung dibawa kembali ke Puskesmas Legung, maka kami juga akan melakukan Hal yang sama, “Pungkasnya.

Ditambahkan, terkait penolakan pasien yang kejang-kejang itu saya klarifikasi bukan penolakan, akan tetapi ketepatan pasien tersebut ke Puskesmas Legung kemarin itu tempat tidur di Puskesmas kosong karena keterbatasan.

Dan langsung saya komunikasikan dan koordinasikan ke Puskesmas Batang-batang agar dirawat di sana (red. Puskesmas Batang-batang) mas, “Tambahnya.

Loading

Penulis : Mif

Berita Terkait

Dari Sumenep ke Puncak Prestasi: Syahra Taklukkan 300 Peserta di Pamekasan
Tagar “Anyar Pole di PMK” Ramai, Polisi Selidiki Video Diduga Libatkan Pelajar
Warga Berburu Lebih Awal, Harga Kambing Sudah Melambung
“Dalih Birokrasi, Derita Kepulauan: Potret Buram Pengelolaan Anggaran Ratusan Miliar”
Berat Barang Bukti Berbeda, BEMSU Singgung Lemahnya Komunikasi Publik Kasus Kokain
Baru 4 Hari Klarifikasi, SPPG Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Kembali Disorot: Makanan MBG Diduga Berulat Lagi
Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK
Tak Lagi Parsial, Lia Istifhama Dorong Pengelolaan Dana Umat Lebih Transparan Lewat PDUF

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 17:26 WIB

Dari Sumenep ke Puncak Prestasi: Syahra Taklukkan 300 Peserta di Pamekasan

Minggu, 19 April 2026 - 14:11 WIB

Tagar “Anyar Pole di PMK” Ramai, Polisi Selidiki Video Diduga Libatkan Pelajar

Minggu, 19 April 2026 - 07:36 WIB

Warga Berburu Lebih Awal, Harga Kambing Sudah Melambung

Sabtu, 18 April 2026 - 12:50 WIB

“Dalih Birokrasi, Derita Kepulauan: Potret Buram Pengelolaan Anggaran Ratusan Miliar”

Sabtu, 18 April 2026 - 11:19 WIB

Berat Barang Bukti Berbeda, BEMSU Singgung Lemahnya Komunikasi Publik Kasus Kokain

Sabtu, 18 April 2026 - 07:45 WIB

Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK

Sabtu, 18 April 2026 - 03:15 WIB

Tak Lagi Parsial, Lia Istifhama Dorong Pengelolaan Dana Umat Lebih Transparan Lewat PDUF

Jumat, 17 April 2026 - 22:59 WIB

Baru Buka, SkY Coffee Grounds Diserbu Pengunjung, Nongkrong Naik Level!

Berita Terbaru

Foto. Ilustrasi

Nasional

Warga Berburu Lebih Awal, Harga Kambing Sudah Melambung

Minggu, 19 Apr 2026 - 07:36 WIB