SUMENEP, nusainsider.com — Suara deru mesin motor trail memecah keheningan pagi di Pantai Badur, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, Minggu (18/5/2025).
Ratusan offroader dari berbagai penjuru Jawa Timur menantang adrenalin dalam ajang bertajuk Adventure Trail di Pantai Badur.

Event ini bukan sekadar ajang menaklukkan medan ekstrem, tetapi juga menjadi sarana promosi wisata dan penggerak ekonomi lokal. Kegiatan ini masuk dalam Kalender Event Kabupaten Sumenep 2025.
Tak kurang dari 200 offroader dari daerah seperti Blitar, Malang, Surabaya, Tulungagung, dan Madura Raya memadati kawasan pesisir utara Madura ini.
Mereka tak hanya menikmati medan berbatu dan berlumpur, tetapi juga panorama alam Pantai Badur yang memesona, “Kata Kepala Disbudporapar sumenep, Mohammad Iksan kepada Media nusainsider.com
Start dimulai pukul 09.00 WIB dari bibir Pantai Badur, dibuka langsung oleh Kepala Disbudporapar Sumenep, Moh. Iksan.
Dengan dibukanya Adventure Trail ini diharapkan Kolaborasi yang terjalin menjadi contoh bahwa pengembangan desa tidak harus selalu berbasis pertanian atau perikanan.
“Dengan konsep yang tepat, desa seperti Badur punya potensi jadi destinasi wisata petualangan unggulan,” kata Moh. Iksan.
Ia menambahkan bahwa Pemkab Sumenep akan terus mendukung event-event serupa yang memberi dampak langsung ke masyarakat.
Keindahan pantai yang berpadu dengan tantangan medan membuat Badur semakin dilirik komunitas ekstrem sport dan pecinta alam.
Di akhir kegiatan, peserta disuguhi panorama matahari terbenam khas Pantai Badur yang memukau.
Kemeriahan semakin lengkap dengan hiburan rakyat, pembagian doorprize dari sponsor lokal, serta penyerahan hadiah bagi 10 finisher tercepat.
Gelaran Adventure Trail di Pantai Badur diharapkan menjadi agenda rutin yang tak hanya menantang adrenalin, tetapi juga mengangkat citra Sumenep sebagai destinasi wisata lengkap: budaya, alam, dan petualangan.
Para peserta menempuh lintasan sejauh 70 kilometer yang melewati tujuh desa di dua kecamatan.
“Lintasannya komplet banget. Ada lumpur, pasir, tebing, dan jalur ekstrem yang bikin deg-degan. Tapi pemandangannya luar biasa,” ujar Rea, offroader asal Blitar.
Ia mengaku terkejut dengan keindahan alam Madura yang belum banyak diketahui publik luar.
Kegiatan ini juga berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat. Sejak sehari sebelum acara, warung, homestay, dan lapak UMKM ramai diserbu peserta dan tim.
Produk lokal seperti camilan tradisional, kopi khas Badur, serta kerajinan tangan laris dalam bazar di area start dan finish.
“Event seperti ini membawa manfaat besar bagi warga. Pemuda juga jadi semangat karena desanya disorot,” kata Atnawi, Kepala Desa Badur.
Diketahui Kesuksesan acara ini tak lepas dari kerja sama komunitas trail S-Track, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat.
![]()
Penulis : Dre

















