Reformasi atau Represi? Oknum Polisi Sumenep Diduga Intimidasi Jurnalis

Minggu, 25 Januari 2026 - 18:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si (Kanan), Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si (Samping kiri) dan Oknum Laka Lantas Polres Sumenep Homaidi (Kiri).

Foto. Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si (Kanan), Kapolda Jatim Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si (Samping kiri) dan Oknum Laka Lantas Polres Sumenep Homaidi (Kiri).

SUMENEP, nusainsider.comKepercayaan publik terhadap institusi Polri kembali diuji. Di tengah gencarnya wacana reformasi kepolisian, seorang jurnalis di Kabupaten Sumenep, berinisial IBN, mengaku mengalami dugaan intimidasi oleh oknum anggota kepolisian hanya karena anaknya menjadi korban kecelakaan lalu lintas.

Peristiwa bermula pada Sabtu (24/1/2026), saat putra IBN hendak memarkir sepeda motor di area parkir perorangan SMPN 1 Manding. Tanpa diduga, sepeda motor tersebut ditabrak dari belakang oleh pengendara lain berinisial G.

Akibat kejadian itu, sepeda motor korban mengalami kerusakan parah, sementara sang anak menderita luka lecet di lengan kanan dan hingga kini masih menjalani perawatan di rumah.

Ironisnya, pihak penabrak justru menuntut keluarga korban untuk menanggung separuh biaya perbaikan sepeda motor.

“Anak saya tidak bersalah, justru menjadi korban dan sampai sekarang masih sakit. Motornya rusak, tapi kami malah dituntut membayar,” ungkap IBN dengan nada kecewa.

Persoalan yang semula diharapkan dapat diselesaikan secara kekeluargaan justru berkembang ke arah yang dinilai janggal.

Baca Juga :  Buka Puasa Bersama, Polres dan Media Sepakat Jaga Kondusivitas Sumenep

Pada Minggu (25/1/2026), IBN menerima telepon mendadak dari seorang oknum anggota Unit Laka Lantas Polres Sumenep bernama Homaidi, yang meminta dirinya datang ke kantor Polres dengan alasan adanya “Laporan Masyarakat”.

Pemanggilan tersebut menimbulkan tanda tanya besar, lantaran hingga saat itu tidak pernah ada laporan polisi (LP) resmi yang diterbitkan. IBN menilai, cara pemanggilan tersebut terkesan memaksa dan bernuansa intimidatif.

Saat dikonfirmasi media Detikzone.id, Homaidi menyampaikan alasan yang tidak jelas dan terkesan berubah-ubah.
“Karena ada laporan masyarakat,” ujarnya singkat.

Namun ketika ditanya lebih lanjut mengenai dasar hukum pemanggilan dan keberadaan LP resmi, Homaidi terlihat kebingungan dan memberikan penjelasan berbelit.

“Sebenarnya kemarin si G datang ingin membuat laporan, tapi saya sarankan diselesaikan secara kekeluargaan. Kalau bikin laporan, otomatis harus ada LP. Jadi dia hanya minta saran. Saya juga masih piket,” katanya, tanpa mampu menjelaskan secara tegas alasan pemanggilan terhadap IBN.

Bahkan, saat ditanya apakah dirinya secara langsung meminta IBN menghadap ke Polres, Homaidi berdalih.

Saya tidak menyuruh menghadap.” kata Homaidi melalui sambungan telfonnya dengan Igusty madani, ketua JSI Sumenep.

Pernyataan tersebut bertolak belakang dengan fakta bahwa IBN menerima panggilan telepon mendadak yang dinilainya bernada menekan.

“Kalau modelnya seperti ini, saya merasa seperti mau diperas. Anak saya korban, masih sakit, tapi saya justru dipanggil tanpa dasar hukum yang jelas. Ini intimidasi,” tegas IBN.

Atas kejadian tersebut, Jurnalis Sumenep Independen (JSI) menyatakan sikap tegas dengan mengecam dugaan penyalahgunaan wewenang oleh oknum aparat.

Baca Juga :  JJS Bank BPRS Bhakti Sumekar, Harapkan Keberkahan dan Kesejahteraan Masyarakat

JSI bahkan menuntut agar Homaidi diproses tegas hingga Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) jika terbukti melakukan intimidasi dan pelanggaran etik.

JSI juga berencana mengajukan audiensi ke Polda Jawa Timur guna memastikan kasus ini ditangani secara transparan dan adil.

Kasus pemanggilan mendadak terhadap seorang jurnalis yang juga orang tua korban kecelakaan ini menjadi potret buram lemahnya pengawasan internal di tubuh Polri. Di satu sisi, reformasi dan profesionalisme aparat terus digaungkan.

Baca Juga :  Atlet Pembawa Martabat Bangsa, Lia Istifhama Tekankan Jaminan Pascakarier

Namun di sisi lain, praktik-praktik yang diduga intimidatif masih terjadi di lapangan.
Lebih mengkhawatirkan, dugaan intimidasi tersebut menyasar jurnalis, yang seharusnya dilindungi sebagai bagian dari kontrol sosial dan pengawas publik.

Kasus ini bukan semata persoalan kecelakaan lalu lintas, melainkan menyangkut keadilan, perlindungan hukum, serta kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.

Sikap dan keputusan Polda Jawa Timur dalam menangani perkara ini akan menjadi ujian nyata, apakah reformasi Polri benar-benar berjalan, atau sekadar menjadi jargon tanpa implementasi.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Rokok Makayasa Lebarkan Sayap, Ratusan Warung Disiapkan Jadi Jaringan Baru
Tak Andalkan Perang Harga, DRT The Big Family Perkuat Kualitas Rokok Lokal Madura
Antrean BBM Meluas di Jember-Lumajang-Situbondo-Bondowoso, KOPRI PMII Soroti Kesiapan Distribusi
STIT Aqidah Usymuni Bersiap Naik Level, Kopertais Minta Civitas Akademika Perkuat Kelembagaan
Wisuda ke-15 STITA Aqidah Usymuni, 61 Sarjana Disiapkan Terjun ke Masyarakat
13 Tahun Hadapi Sengketa Rumah, Sri Endah Minta Keadilan, Ning Lia Turun Tangan
Industri Rokok Lokal Tertekan, Ayunda Group Dorong Pemerintah Perkuat Pemberantasan Rokok Ilegal
Bukan Sekadar Hiburan, Festival Tong-Tong Sumenep Dinilai Gerakkan Pariwisata dan UMKM

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 17:48 WIB

Rokok Makayasa Lebarkan Sayap, Ratusan Warung Disiapkan Jadi Jaringan Baru

Rabu, 9 September 2026 - 16:51 WIB

Tak Andalkan Perang Harga, DRT The Big Family Perkuat Kualitas Rokok Lokal Madura

Rabu, 9 September 2026 - 14:01 WIB

Antrean BBM Meluas di Jember-Lumajang-Situbondo-Bondowoso, KOPRI PMII Soroti Kesiapan Distribusi

Rabu, 9 September 2026 - 13:04 WIB

STIT Aqidah Usymuni Bersiap Naik Level, Kopertais Minta Civitas Akademika Perkuat Kelembagaan

Rabu, 9 September 2026 - 12:53 WIB

Wisuda ke-15 STITA Aqidah Usymuni, 61 Sarjana Disiapkan Terjun ke Masyarakat

Rabu, 9 September 2026 - 09:51 WIB

Industri Rokok Lokal Tertekan, Ayunda Group Dorong Pemerintah Perkuat Pemberantasan Rokok Ilegal

Senin, 7 September 2026 - 21:58 WIB

Bukan Sekadar Hiburan, Festival Tong-Tong Sumenep Dinilai Gerakkan Pariwisata dan UMKM

Senin, 7 September 2026 - 19:43 WIB

Buntut Flyer Konferensi Pers, Disbudporapar dan FKPPI Sumenep Klarifikasi Polemik Penilaian Festival Musik Tong-Tong

Berita Terbaru