Rektor UNIBA Madura Diduga Nikah Diam-Diam, LBH FORpKOT Ancam Laporkan ke Kemenpan RB

Kamis, 13 Maret 2025 - 02:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Herman Wahyudi LBH ForpKOT (Kanan), Prof Rachmad Hidayat Rektor Uniba Madura (Kiri).

Foto. Herman Wahyudi LBH ForpKOT (Kanan), Prof Rachmad Hidayat Rektor Uniba Madura (Kiri).

SUMENEP, nusainsider.com Lembaga Bantuan Hukum Forum Pembela Keadilan dan Orang-orang Tertindas (LBH FORpKOT) berencana melaporkan Rektor Universitas Bahauddin Mudhary (UNIBA) Madura ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) serta Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti).

Direktur LBH FORpKOT, Herman Wahyudi, menyatakan bahwa laporan ini akan diajukan terkait dugaan pernikahan diam-diam sang rektor dengan dua perempuan lain.

Bappeda Sumenep

Menurutnya, tindakan tersebut bertentangan dengan etika akademik dan aturan kepegawaian.

“Sebagai pejabat akademik, rektor harus menjadi teladan. Jika benar, tindakan ini mencoreng dunia pendidikan,” ujar Herman, Rabu (12/3/2024).

Lebih lanjut, Herman menegaskan bahwa dugaan pernikahan diam-diam ini tidak sejalan dengan aturan yang mengikat Aparatur Sipil Negara (ASN) serta norma akademik dalam lingkungan kampus.

“Kami telah mengumpulkan bukti untuk memperkuat laporan ke kementerian terkait. Ini bukan tuduhan tanpa dasar,” tegasnya.

Herman juga mendesak pihak UNIBA Madura untuk segera memberikan klarifikasi guna menjaga kredibilitas institusi pendidikan tersebut.

“Kami menunggu sikap resmi UNIBA. Jangan sampai kampus dibiarkan tercoreng oleh ulah oknum pejabatnya,” lanjutnya.

Jika terbukti bersalah, LBH FORpKOT akan mendorong sanksi tegas sesuai regulasi akademik yang berlaku.

“Kami ingin menjaga marwah pendidikan tinggi. Tidak boleh ada tindakan yang mencederai moral dan etika akademik,” pungkas Herman.

Ia berharap agar kementerian segera menindaklanjuti laporan ini agar tidak berlarut-larut dan berdampak buruk pada dunia pendidikan.

“Kami menginginkan transparansi dan ketegasan dari kementerian. Jangan sampai dugaan ini dibiarkan begitu saja,” tambahnya.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak UNIBA Madura belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan skandal ini.

Baca Juga :  Aparat Siaga! Patroli Gabungan Pastikan Keamanan Warga Sumenep

Sebelumnya, Rektor UNIBA Madura, Rachmad, dengan tegas membantah tuduhan tersebut saat dikonfirmasi tim media.

“Siapa yang bilang begitu? Ada buktinya saya menyalahgunakan wewenang? Jangan menuduh tanpa dasar. Sejak kapan rektor punya kewenangan mengangkat dosen? Saya mau punya hubungan dengan siapa saja, apakah ada yang salah?” ujar Rachmad melalui pesan WhatsApp, Sabtu (01/03/2025) lalu.

Senada dengan Rachmad, seorang dosen berinisial UM yang diduga menjadi istri simpanan sang rektor juga membantah tuduhan tersebut.

“Itu tidak benar. Semua ini hanya fitnah,” tegasnya saat dikonfirmasi melalui akun WhatsApp-nya.

Hingga kini, publik masih menantikan respons resmi dari pihak kampus terkait kontroversi yang mencuat ini.

Loading

Penulis : Dre

Berita Terkait

Dari 35 ke 50 Persen, Pemkab Sumenep Pasang Target Baru Penebusan Pupuk Bersubsidi
HIMPASS Bongkar Dugaan Penyelewengan PKH di Sapeken, Kartu Bantuan Diduga Ditahan Agen
PKL Sapudi Siap Direlokasi, Pemda Bangun Pasar UMKM demi Ketertiban Kota
Belanja Online Harus Transparan, Lia Istifhama: Jangan Sampai Jadi Rojali-Rohana Digital
Ruang Kota Kian Bobrok, Abdul Mahmud Desak Bupati Evaluasi OPD Terkait
Isu Maladministrasi Seleksi Sekda Dipatahkan Surat Resmi BKN, Begini
Kasus Anak di Ganding Sumenep, Keluarga Tegaskan Bukan Pencabulan
Pembatasan Pita Cukai Rokok Sebabkan PR di Sumenep Tertekan dan Kehilangan Pasar
banner 325x300

Berita Terkait

Rabu, 21 Januari 2026 - 15:53 WIB

Dari 35 ke 50 Persen, Pemkab Sumenep Pasang Target Baru Penebusan Pupuk Bersubsidi

Rabu, 21 Januari 2026 - 14:21 WIB

HIMPASS Bongkar Dugaan Penyelewengan PKH di Sapeken, Kartu Bantuan Diduga Ditahan Agen

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:31 WIB

PKL Sapudi Siap Direlokasi, Pemda Bangun Pasar UMKM demi Ketertiban Kota

Selasa, 20 Januari 2026 - 20:39 WIB

Belanja Online Harus Transparan, Lia Istifhama: Jangan Sampai Jadi Rojali-Rohana Digital

Selasa, 20 Januari 2026 - 20:29 WIB

Ruang Kota Kian Bobrok, Abdul Mahmud Desak Bupati Evaluasi OPD Terkait

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:47 WIB

Kasus Anak di Ganding Sumenep, Keluarga Tegaskan Bukan Pencabulan

Selasa, 20 Januari 2026 - 13:46 WIB

Pembatasan Pita Cukai Rokok Sebabkan PR di Sumenep Tertekan dan Kehilangan Pasar

Selasa, 20 Januari 2026 - 10:47 WIB

Dari Bencana Menuju Harapan, BAZNAS Sumenep Perbaiki Rumah Warga Pabian

Berita Terbaru