Retaknya Komando Birokrasi? Publik Pertanyakan Kepemimpinan Sekda Sumenep

Senin, 20 Juli 2026 - 12:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Ach Toifur Ali Wafa, Pimred nusainsider.com

Foto. Ach Toifur Ali Wafa, Pimred nusainsider.com

OPINI, nusainsider.com — Birokrasi yang sehat dibangun di atas dua fondasi utama, yakni kepemimpinan yang dihormati dan disiplin yang dijalankan. Ketika salah satunya mulai goyah, maka tata kelola pemerintahan berpotensi kehilangan arah.

Fenomena yang terjadi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep pada Senin, 20 Juli 2026, layak menjadi bahan evaluasi bersama.

Pada hari itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumenep mengeluarkan surat bernomor 400.14.1.1/217/031/2026 yang berisi imbauan kepada seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Namun, berdasarkan informasi yang berkembang, imbauan tersebut justru diindahkan oleh mayoritas kepala OPD.

Di hari yang sama, publik juga menyoroti ketidakhadiran Sekda dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) bersama DPRD Kabupaten Sumenep.

Padahal, forum tersebut merupakan agenda strategis yang berkaitan langsung dengan arah pembangunan daerah dan penyusunan APBD tahun berikutnya.

Baca Juga :  Ikut Meriahkan Festival Ketupatan 2024, Kadisdik Sumenep Sajikan Layangan Bertema Literasi

Dua peristiwa dalam satu hari itu memunculkan pertanyaan publik mengenai efektivitas koordinasi birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Sebagai pejabat administrasi tertinggi di lingkungan pemerintah daerah, Sekretaris Daerah memiliki fungsi penting sebagai penghubung antara kepala daerah dengan seluruh perangkat daerah. Posisi tersebut bukan sekadar administratif, tetapi juga menjadi pusat koordinasi, pengendalian, serta penjaga disiplin birokrasi.

Apabila surat resmi dari Sekda tidak memperoleh respons sebagaimana mestinya, tentu hal itu menjadi sinyal yang tidak dapat dianggap sepele. Sebab, dalam sistem pemerintahan, penghormatan terhadap mekanisme komando administratif merupakan bagian dari tata kelola yang baik.

Di sisi lain, absennya Sekda dalam pembahasan KUA-PPAS juga menimbulkan ruang tafsir di tengah masyarakat. Terlepas dari apa pun alasan yang mendasarinya, komunikasi kepada publik menjadi penting agar tidak memunculkan spekulasi yang berlebihan.

Sekda yang baru dilantik pada 26 Februari 2026 memang masih memiliki waktu untuk membangun konsolidasi birokrasi. Namun, masa adaptasi tidak boleh berlangsung terlalu lama mengingat tantangan pemerintahan semakin kompleks dan membutuhkan koordinasi yang kuat.

Baca Juga :  Kolaborasi dengan WMS, Nia Kurnia Dorong Perempuan Sumenep Berkarya Lewat Batik Shibori

Kepemimpinan birokrasi bukan hanya diukur dari kewenangan yang dimiliki, melainkan dari kemampuan membangun komunikasi, merangkul seluruh OPD, menyelesaikan perbedaan persepsi, hingga memastikan setiap kebijakan dijalankan secara kolektif.

Apabila benar terdapat kepala OPD yang mengabaikan arahan Sekda, maka persoalannya bukan hanya menyangkut hubungan personal, melainkan menyentuh aspek disiplin organisasi. Sebaliknya, apabila terdapat hambatan komunikasi atau koordinasi dari pimpinan birokrasi, maka hal tersebut juga menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diperbaiki.

Yang paling dirugikan apabila situasi seperti ini terus berlanjut adalah masyarakat. Program pembangunan berpotensi berjalan tidak sinkron, pelayanan publik dapat terhambat, dan hubungan antara eksekutif dengan legislatif menjadi kurang harmonis.

Baca Juga :  Dewan Pers: Tantangan Media Bukan Hanya Disrupsi Digital, Tapi Turunnya Kepercayaan Publik

Momentum ini seharusnya menjadi bahan introspeksi bagi seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Sumenep. Soliditas birokrasi tidak dibangun melalui simbol atau jabatan semata, tetapi melalui kepemimpinan yang mampu menghadirkan kepercayaan, komunikasi yang terbuka, dan komitmen bersama dalam menjalankan roda pemerintahan.

Publik tentu berharap persoalan ini tidak berkembang menjadi polemik berkepanjangan. Yang dibutuhkan masyarakat adalah pemerintahan yang solid, saling menghormati kewenangan masing-masing, serta mampu bekerja secara profesional demi kepentingan pembangunan Kabupaten Sumenep.

Pada akhirnya, wibawa seorang Sekretaris Daerah tidak hanya ditentukan oleh keputusan pengangkatannya, tetapi juga oleh sejauh mana kepemimpinannya mampu diterima, dihormati, dan dijalankan oleh seluruh perangkat daerah.

Sebab, birokrasi yang kuat selalu lahir dari kepemimpinan yang efektif dan budaya organisasi yang menjunjung tinggi disiplin serta tanggung jawab.

Penulis : Ach Toifur Ali Wafa, Pimred nusainsider.com

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Dua Pengusaha Lokal Terima Apresiasi PWI Sumenep atas Kiprah di Dunia UMKM
Kapolres Pamekasan Bersama Personel Atur Lalu Lintas, Warga Beraktivitas Lebih Nyaman
Sambut Hari Jadi ke-757 dan Hari Santri 2026, Pemkab Sumenep Gelar Gerakan Baca Al-Waqi’ah 111.111 Kali
Peringati Hari Santri Nasional, ASN Sumenep Diminta Teladani Nilai Pesantren
Gerakan “Nongtong Bareng” Jadi Strategi Diskominfo Sumenep Promosikan Budaya Lokal
Kementerian Pariwisata Apresiasi Sumenep, Festival Tong-Tong Didorong Dongkrak UMKM dan Kunjungan wisatawan
Pelantikan Arya Wiraraja Warnai Festival Tong-Tong 2026, Bupati Sumenep Terima Penghargaan Kemenpar RI
KOKAR Bali Bawa Nuansa Pulau Dewata ke Panggung Festival Musik Tong-Tong Sumenep 2026

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:49 WIB

Dua Pengusaha Lokal Terima Apresiasi PWI Sumenep atas Kiprah di Dunia UMKM

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:52 WIB

Kapolres Pamekasan Bersama Personel Atur Lalu Lintas, Warga Beraktivitas Lebih Nyaman

Selasa, 20 Oktober 2026 - 06:46 WIB

Sambut Hari Jadi ke-757 dan Hari Santri 2026, Pemkab Sumenep Gelar Gerakan Baca Al-Waqi’ah 111.111 Kali

Senin, 19 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Peringati Hari Santri Nasional, ASN Sumenep Diminta Teladani Nilai Pesantren

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:16 WIB

Gerakan “Nongtong Bareng” Jadi Strategi Diskominfo Sumenep Promosikan Budaya Lokal

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:59 WIB

Pelantikan Arya Wiraraja Warnai Festival Tong-Tong 2026, Bupati Sumenep Terima Penghargaan Kemenpar RI

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 21:36 WIB

KOKAR Bali Bawa Nuansa Pulau Dewata ke Panggung Festival Musik Tong-Tong Sumenep 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Menyapa Madrasah dari Hal Sederhana, Jurnalis Sapudi Salurkan Bantuan AMDK

Berita Terbaru