Senator Muda Lia Istifhama Apresiasi Pemprov Jatim: Fiskal Tertekan, Layanan Publik Tetap Tangguh

Kamis, 8 Januari 2026 - 06:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Anggota DPD RI, Dr Lia Istifhama S.Sos., S.Sos.i., M.E.I

Foto. Anggota DPD RI, Dr Lia Istifhama S.Sos., S.Sos.i., M.E.I

SURABAYA, nusainsider.comSenator muda asal Jawa Timur, Lia Istifhama, memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang dinilainya mampu menjaga stabilitas kinerja pemerintahan di tengah tekanan fiskal yang tidak ringan.

Menyusutnya dana transfer dari pemerintah pusat serta perubahan kebijakan pajak dan retribusi daerah dinilai tidak menghambat pelaksanaan program-program strategis Pemprov Jatim.

Menurut Lia, kondisi fiskal yang menantang sejatinya berpotensi memperlambat pembangunan dan menurunkan kualitas pelayanan publik. Namun yang terjadi di Jawa Timur justru sebaliknya.

“Ini menunjukkan kepemimpinan fiskal yang adaptif dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. Tidak semua daerah mampu bertahan dan tetap melaju dalam situasi seperti ini,” ujarnya.

Ia menilai, pengurangan dana transfer pusat yang cukup signifikan seharusnya menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah.

Baca Juga :  TPID Sumenep Gelar Pasar Murah Ramadan, Beras hingga Cabai Dijual di Bawah Harga Pasar

Namun, Pemprov Jawa Timur dinilai mampu merespons tantangan tersebut dengan kebijakan yang tepat tanpa mengorbankan layanan dasar masyarakat. Langkah ini, kata Lia, layak menjadi rujukan bagi daerah lain.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, menegaskan bahwa penurunan pendapatan daerah tidak berdampak pada program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Memang banyak yang heran, di tengah pendapatan yang menurun, program Pemprov tetap berjalan normal. Kuncinya ada pada efisiensi dan fokus,” jelasnya.

Adhy mengungkapkan, Pemprov Jatim melakukan penyisiran menyeluruh terhadap kegiatan yang dinilai kurang prioritas.

Program-program yang bersifat pendukung atau berdampak minimal ditunda, sementara anggaran difokuskan pada program inti serta tugas dan fungsi utama perangkat daerah.

“Efisiensi kami lakukan secara ketat, terutama pada belanja yang tidak berdampak langsung terhadap pelayanan publik,” tegasnya.

Selain efisiensi belanja, Pemprov Jatim juga mengoptimalkan aset daerah. Aset produktif, termasuk kepemilikan saham pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) seperti Bank Jatim, terus dimaksimalkan kontribusinya terhadap pendapatan daerah.

Baca Juga :  Marak Kekerasan Seksual, LKK PCNU Kabupaten Sumenep Gelar Workshop Pencegahan

Tak hanya itu, aset-aset yang sebelumnya menganggur kini mulai dimanfaatkan agar memiliki nilai ekonomis.

“Optimalisasi aset menjadi salah satu sumber penting untuk menutup celah fiskal. Pendapatan dari berbagai sumber ini menunjukkan tren peningkatan yang cukup signifikan,” tambah Adhy.

Meski kebijakan efisiensi dan optimalisasi aset tersebut menuai kritik dari sejumlah pihak, Pemprov Jawa Timur menegaskan tetap konsisten pada tujuan utama, yakni peningkatan kualitas pelayanan publik dan keberlanjutan pembangunan daerah.

Baca Juga :  Gandeng Elemen Pemuda, SKK Migas - KKKS Kangean Energy Indonesia (KEI) Tanam Ribuan Bibit di Pesisir Pantai

Menanggapi perbedaan pandangan tersebut, Lia Istifhama menilai kritik merupakan hal wajar dalam sistem demokrasi. Namun selama orientasi kebijakan tetap berpihak pada masyarakat, ia menilai langkah Pemprov Jatim sudah berada di jalur yang tepat.

“Yang terpenting, pelayanan publik tidak terganggu dan kepercayaan masyarakat tetap terjaga,” pungkasnya.

Dengan strategi efisiensi yang terukur dan pengelolaan aset yang lebih agresif, Pemprov Jawa Timur membuktikan bahwa keterbatasan anggaran bukan penghalang untuk terus melaju.

Sebaliknya, kondisi ini menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola keuangan daerah yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Pimred nusainsider.com Apresiasi Kiprah CEO DRT The Big Family di Hari Ulang Tahunnya
Opini Fauzi As ; Madura Tidak Pernah Tamat
Rokok MAKAYASA Genjot Ekspansi Pasar, 200 Outlet Baru Dibuka Setiap Hari
Bappeda Sumenep: Program SIMPUL Jawaban Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Data
Bappeda Sumenep Pacu Pertumbuhan Ekonomi Lewat Sektor Maritim, Pertanian dan Wisata
Bappeda Sumenep Dorong Transparansi Pembangunan melalui Aplikasi SIPD-RI E-Dalev
47 Tahun Achmad Fauzi Wongsojudo, Pemimpin Inspiratif Sumenep dengan Deretan Prestasi Nasional
East Java Maritime Awards 2026: Sumenep Diakui sebagai Penggerak Ekonomi Maritim Daerah

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:20 WIB

Pimred nusainsider.com Apresiasi Kiprah CEO DRT The Big Family di Hari Ulang Tahunnya

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:55 WIB

Opini Fauzi As ; Madura Tidak Pernah Tamat

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:41 WIB

Rokok MAKAYASA Genjot Ekspansi Pasar, 200 Outlet Baru Dibuka Setiap Hari

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:26 WIB

Bappeda Sumenep: Program SIMPUL Jawaban Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Data

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:33 WIB

Bappeda Sumenep Pacu Pertumbuhan Ekonomi Lewat Sektor Maritim, Pertanian dan Wisata

Kamis, 21 Mei 2026 - 02:21 WIB

47 Tahun Achmad Fauzi Wongsojudo, Pemimpin Inspiratif Sumenep dengan Deretan Prestasi Nasional

Kamis, 21 Mei 2026 - 01:18 WIB

East Java Maritime Awards 2026: Sumenep Diakui sebagai Penggerak Ekonomi Maritim Daerah

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:44 WIB

Menuju Sumenep Bersih dan Sehat, Bappeda Gulirkan Program “Small but Beautiful”

Berita Terbaru

Foto. Fauzi As

Berita

Opini Fauzi As ; Madura Tidak Pernah Tamat

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:55 WIB