Sinergi Destinasi Nasional, Labuan Bajo dan Jawa Timur Diusulkan Satu Paket

Kamis, 29 Januari 2026 - 13:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Anggota DPD RI, Dr Lia Istifhama, S.Sos.M,.Si

Foto. Anggota DPD RI, Dr Lia Istifhama, S.Sos.M,.Si

JAKARTA, nusainsider.com Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mendorong penguatan integrasi Labuan Bajo dengan Jawa Timur dalam satu paket destinasi pariwisata nasional.

Langkah ini dinilai strategis untuk meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia sekaligus memperluas dampak ekonomi bagi daerah.

Dorongan tersebut disampaikan Lia saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) di Jakarta.

Dalam kunjungan itu, Lia berdialog langsung dengan Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenparekraf, Dwi Marhen Yono, membahas pengembangan destinasi berbasis kawasan terintegrasi serta penguatan konektivitas lintas wilayah.

Diskusi menyoroti peluang pengemasan destinasi lintas daerah yang menghubungkan kekuatan wisata unggulan nasional. Lia menilai, pengembangan pariwisata tidak bisa lagi berjalan secara parsial, melainkan harus berbasis ekosistem kawasan yang saling terhubung.

Baca Juga :  Ketahanan Pangan dan Fiskal Daerah Jadi Prioritas Pembangunan Bappeda Sumenep

Dwi Marhen Yono menjelaskan, pemerintah saat ini tengah mengembangkan kawasan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) seluas sekitar 400 hektare sebagai kawasan pariwisata darat terintegrasi.

Kawasan tersebut dirancang untuk melengkapi wisata bahari Labuan Bajo yang selama ini menjadi magnet utama kunjungan wisatawan.

“Selama ini sekitar 82 persen aktivitas wisatawan di Labuan Bajo masih didominasi island hopping, sementara wisata daratnya baru sekitar 18 persen. Melalui pembangunan kawasan otorita, kami menargetkan dalam 10 tahun ke depan komposisinya lebih seimbang sehingga dampak ekonomi pariwisata bisa lebih luas,” ujar Dwi Marhen.

Ia menegaskan, pengembangan kawasan otorita dilakukan dengan prinsip pariwisata berkelanjutan. Dari total luasan kawasan, hanya 20 persen yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan, sementara 80 persen tetap dipertahankan sebagai kawasan hijau dan hutan konservasi.

Baca Juga :  LAZISNU Pasaman Barat Sembelih 5 Ekor Hewan Kurban

Seluruh vegetasi di kawasan tersebut telah diinventarisasi guna memastikan pembangunan tidak merusak ekosistem.

Dalam kesempatan itu, Lia menekankan pentingnya sinergi dan konektivitas antardaerah, khususnya antara Labuan Bajo dan destinasi prioritas nasional di Jawa Timur, seperti kawasan Bromo Tengger Semeru (BTS).

Menurutnya, integrasi lintas wilayah akan memperkuat ekosistem pariwisata nasional sekaligus memperpanjang lama tinggal wisatawan.

“Integrasi Labuan Bajo dan Jawa Timur bukan sekadar pengemasan destinasi, tetapi merupakan strategi pemerataan ekonomi pariwisata berbasis kawasan,” tegas Lia.

Sementara itu, Dwi Marhen Yono yang pernah menjabat sebagai Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF dan dikenal sebagai mantan Kepala Dinas Pariwisata Banyuwangi menilai Jawa Timur memiliki potensi besar sebagai hub pariwisata strategis nasional.

Baca Juga :  Arif Firmanto Hadiri Dialog Keinsinyuran di ITS,Bahas Peran Insinyur untuk Pembangunan Nasional

Ia menambahkan, integrasi lintas wilayah sejalan dengan kebijakan quality tourism Kemenparekraf.

Saat ini, rata-rata belanja wisatawan mancanegara tercatat sekitar USD 1.300 per kunjungan. Pemerintah menargetkan angka tersebut meningkat menjadi USD 2.000 pada 2030 guna memperkuat kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian nasional.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

Kunjungi Jamaah Haji Sumenep, Lia Istifhama Tekankan Kesiapan Fisik Hadapi Armuzna
Pimred nusainsider.com Apresiasi Kiprah CEO DRT The Big Family di Hari Ulang Tahunnya
Opini Fauzi As ; Madura Tidak Pernah Tamat
Rokok MAKAYASA Genjot Ekspansi Pasar, 200 Outlet Baru Dibuka Setiap Hari
Bappeda Sumenep: Program SIMPUL Jawaban Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Data
Bappeda Sumenep Pacu Pertumbuhan Ekonomi Lewat Sektor Maritim, Pertanian dan Wisata
Bappeda Sumenep Dorong Transparansi Pembangunan melalui Aplikasi SIPD-RI E-Dalev
47 Tahun Achmad Fauzi Wongsojudo, Pemimpin Inspiratif Sumenep dengan Deretan Prestasi Nasional

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 04:52 WIB

Kunjungi Jamaah Haji Sumenep, Lia Istifhama Tekankan Kesiapan Fisik Hadapi Armuzna

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:20 WIB

Pimred nusainsider.com Apresiasi Kiprah CEO DRT The Big Family di Hari Ulang Tahunnya

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:55 WIB

Opini Fauzi As ; Madura Tidak Pernah Tamat

Jumat, 22 Mei 2026 - 16:41 WIB

Rokok MAKAYASA Genjot Ekspansi Pasar, 200 Outlet Baru Dibuka Setiap Hari

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:26 WIB

Bappeda Sumenep: Program SIMPUL Jawaban Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Data

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:30 WIB

Bappeda Sumenep Dorong Transparansi Pembangunan melalui Aplikasi SIPD-RI E-Dalev

Kamis, 21 Mei 2026 - 02:21 WIB

47 Tahun Achmad Fauzi Wongsojudo, Pemimpin Inspiratif Sumenep dengan Deretan Prestasi Nasional

Kamis, 21 Mei 2026 - 01:18 WIB

East Java Maritime Awards 2026: Sumenep Diakui sebagai Penggerak Ekonomi Maritim Daerah

Berita Terbaru

Foto. Fauzi As

Berita

Opini Fauzi As ; Madura Tidak Pernah Tamat

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:55 WIB