Slamet Ariyadi Klarifikasi Kekisruhan Pleno di kecamatan Lenteng

Minggu, 3 Maret 2024 - 11:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Slamet Ariyadi, S.Ps.i

Foto. Slamet Ariyadi, S.Ps.i

SUMENEP, nusainsider.com Dugaan penggelembungan Suara yang Menghebohkan serta membuat Kisruh Rekapitulasi kecamatan Lenteng hingga muncul ancaman pembunuhan mulai ada Titik Terang.

Slamet membantah melakukan ancaman pembunuhan. “Sebetulnya itu bukan ancaman pembunuhan, tapi itu bagian dari peringatan bagi para oknum petugas PPK yang bermain mengubah data,” kata Slamet kepada wartawan, Minggu (3/3/2024).

Slamet menjelaskan kronologi kejadian itu bermula saat pihaknya meminta agar formulir model DA1 merujuk ke hasil rekapitulasi suara yang disetujui dalam rapat pleno. Namun, menurut dia, pihak PPK mengabaikannya

“Sebetulnya dari jam 9 pagi tim saksi kami meminta agar data DA1 yang dikeluarkan itu dikembalikan ke hasil pleno yang sudah disetujui oleh semua saksi, tapi mereka ngelak dan merasa benar,” ujarnya.

Slamet menuturkan pihaknya sempat terlibat cekcok dengan pihak PPK setempat. Dia pun mengaku mengecek langsung menindaklanjuti laporan yang didapat timnya.

Baca Juga :  Menteri ESDM Resmikan Kegiatan Tajak Sumur Infill dan Clastic Banyu Urip Blok Cepu

“Sehingga perdebatan itu sampai sore, sehingga temen-temen tim menghubungi saya untuk segera turun ke bawah ke situasinya dari pihak PPK tidak memberikan respons bahkan sebagian menghindar,” kata dia.

Dan mendengar laporan itu saya segera merapat ke lokasi. Karena mereka dihalusin sudah, dan mereka tidak mau melakukan mediasi,” imbuhnya.

Nada Ancaman itu hanya sebagai peringatan atas kejadian yang diduga terjadi penggelembungan suara Paslon urut 2 (dua) Partai Amanat Nasional, Malik Effendi dari Sebelumnya 4 Ribu menjadi 6 Ribu Suara.

“Ya tidak mungkinlah mas, saya mau main hakim sendiri jika kemudian betul-betul terjadi kecurangan. Kita juga paham aturan hukum dalam pemilu”, jelasnya politisi muda Slamet Ariyadi kepada media Media ini, Minggu 3 Maret 2024.

Clear sudah persoalannya mas antara saya, saksi dengan PPK dan Panwascam Lenteng tidak ada masalah. Sekali lagi Ancaman itu hanya sebatas peringatan agar panitia Pemilu saat ini bekerja dengan sebenar-benarnya untuk menciptakan Pemilu yang Adil dan Bersih serta Demokrasi yang Sehat dan Bermartabat,”Tambahnya.

Sementara itu, Hamdan, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Lenteng membenarkan bahwa sudah dilakukan perbaikan dan kembali ke hasil Semula sesuai dengan CHasil dari Desa yang di Plenokan di Tingkat Kabupaten.

Baca Juga :  Mengenal Tokoh Perempuan Inspiratif Lia Istifhama, Ternyata Keponakan Gubernur Jatim

Suara Partai 1.166, Caleg Urut satu 415, caleg urut Dua 4.315, caleg urut tiga 19, caleg urut Empat, Lima, Enam dan Tujuh NOL. Dengan jumlah suara SAH 5.915,” Singkatnya Anggota PPK Lenteng saat dikonfirmasi media ini, Ahad 3 Maret 2024.

Maaf mas, saya masih sibuk persiapan pleno kabupaten, intinya sudah selesai persoalan yang sempat viral diberbagai grup whatsapp sumenep.

“Clear sudah tidak ada masalah, terimakasih”, Tutupnya.

Loading

Penulis : Mif

Berita Terkait

Berat Barang Bukti Berbeda, BEMSU Singgung Lemahnya Komunikasi Publik Kasus Kokain
Baru 4 Hari Klarifikasi, SPPG Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Kembali Disorot: Makanan MBG Diduga Berulat Lagi
Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK
Tak Lagi Parsial, Lia Istifhama Dorong Pengelolaan Dana Umat Lebih Transparan Lewat PDUF
Baru Buka, SkY Coffee Grounds Diserbu Pengunjung, Nongkrong Naik Level!
Detikzone Tebar Kepedulian, Santuni Pekerja Informal Lewat Program Jumat Berkah
Gerakan Hijau DPRD Sumenep, Anggota PDIP Pilih Sepeda ke Kantor
KI Sumenep Bangun Budaya Transparansi Lewat Kolaborasi Akademik

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 11:19 WIB

Berat Barang Bukti Berbeda, BEMSU Singgung Lemahnya Komunikasi Publik Kasus Kokain

Sabtu, 18 April 2026 - 08:32 WIB

Baru 4 Hari Klarifikasi, SPPG Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Kembali Disorot: Makanan MBG Diduga Berulat Lagi

Sabtu, 18 April 2026 - 07:45 WIB

Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK

Sabtu, 18 April 2026 - 03:15 WIB

Tak Lagi Parsial, Lia Istifhama Dorong Pengelolaan Dana Umat Lebih Transparan Lewat PDUF

Jumat, 17 April 2026 - 18:17 WIB

Detikzone Tebar Kepedulian, Santuni Pekerja Informal Lewat Program Jumat Berkah

Jumat, 17 April 2026 - 15:51 WIB

Gerakan Hijau DPRD Sumenep, Anggota PDIP Pilih Sepeda ke Kantor

Jumat, 17 April 2026 - 09:03 WIB

KI Sumenep Bangun Budaya Transparansi Lewat Kolaborasi Akademik

Jumat, 17 April 2026 - 06:34 WIB

Tabir Skandal Cukai Mulai Terbuka, KPK Bidik Perusahaan Rokok di Madura

Berita Terbaru

Foto. Pintu Masuk dan Keluar Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur

Berita

Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK

Sabtu, 18 Apr 2026 - 07:45 WIB