Soroti Kalender Event Sumenep, Politisi dan Aktivis Satu Frekuensi

Jumat, 19 April 2024 - 20:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Akis Jasuli, Ketua Komisi IV DPRD Sumenep (Kanan), Andriyadi, Aktivis ALARM Sumenep (Kiri).

Foto. Akis Jasuli, Ketua Komisi IV DPRD Sumenep (Kanan), Andriyadi, Aktivis ALARM Sumenep (Kiri).

SUMENEP, nusainsider.com Usai Pagelaran Event Layangan LED dan Festival Ketupatan yang diselenggarakan di wisata Pantai Lombang pada 15-16 April 2024. Sejumlah Tokoh, Politisi, Aktivis dan Wartawan mulai soroti pelaksanaan kalender Event yang dinilai hanya Ceremonial dan Tidak memberikan dampak apapun sesuai tujuan yang ada.

Andriyadi, Aktivis ALARM Sumenep Menyampaikan bahwa kegiatan Event Wisata yang diselenggarakan sejak tahun 2019 dikenal dengan sebutan ‘Visit Years’ hingga terakhir saat ini Tahun 2024 dikenal dengan ‘Sumenep pentahelix’ hanyalah sebagai cara pemkab menguras Anggaran pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Kalaupun Tujuannya untuk menarik wisatawan mancanegara agar berwisata ke sumenep atau memperkenalkan wisata Sumenep ke wisatawan luar Madura, apakah Wisata di Sumenep sudah pantas dikenalkan?

Anggaran Milyaran rupiah yang dikucurkan dari APBD Sumenep setiap tahun, sejak 2019 hingga 2024. Enam tahun lamanya Anggaran Event di realisasikan, apakah ada dampak signifikan kepada masyarakat lokal baik dari sisi Ekonomi dan atau perbaikan pariwisata? “, Kata Aktivis Sumenep kepada media nusainsider.com, Jumat 19 April 2024.

Baca Juga :  Usai Jalani Libur Lebaran, Arif Haendra Ajak Karyawan Kembali Semangat dalam Bekerja

Ada banyak wisata di Sumenep yang sangat menarik dan punya potensi besar dengan keindahan dan keberpihakan alam. Misalnya, Pulau oksigen Giliiyang yang mendapatkan penghargaan sebagai kadar oksigen terbaik kedua dunia, Kampung kasur pasir dan pantai lombang yang konon pasirnya bisa menyembuhkan penyakit kulit dan terapi.

Semuanya punya potensi besar untuk menarik wisatawan mancanegara agar berwisata ke Sumenep, hanya saja Sumenep masih belum siap karena Kepala Disbudporapar dari tahun ke tahun tidak sesuai dengan kualitasnya mengembangkan pariwisata yang ada.

Terbukti, Grand desain pariwisata sejak 2019 hingga tahun 2024 ini belum juga rampung dan ter-cover sehingga membuat pariwisata yang dikelolanya kocar-kacir serta Stagnan dari sisi pembangunan dan sebagainya, “Imbuhnya.

Harapannya, Bupati sumenep harus mampu membaca kualitas pemimpin Organisasi perangkat daerah (OPD) dibawah kepemimpinannya tersebut.

Tanamkan pada mereka (red. Kepala OPD) khususnya Disbudporapar Sumenep bahwa Amanah itu tidaklah mudah, yang mudah hanyalah menghabiskan anggaran dengan cara paling sederhana”, Harapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Sumenep menggambarkan bahwa sejumlah kegiatan yang telah diadakan sejak awal tahun 2024 dianggap tidak hanya kurang bermanfaat, tetapi juga tidak berdampak ekonomi kepada masyarakat Sumenep, terutama para pelaku UMKM.

“Kesannya ya cuma seremonial saja. Karena tidak ada dampak yang jelas terhadap tujuan utamanya, yaitu peningkatan ekonomi masyarakat melalui UMKM dan lainnya,” Tegas Akis Jasuli kepada sejumlah wartawan saat ditemui diruang kerjanya, Jumat (19/4/2024).

Baca Juga :  Jutaan Manusia Padati Lebaran Ketupat 2024 Dipantai Lombang, Begini Kata Pengunjung

Dalam upaya memperbaiki situasi yang dinilai memprihatinkan tersebut, Komisi IV DPRD Sumenep berencana untuk mengambil langkah tegas dengan melakukan koreksi dan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Kalender Event yang telah dilaksanakan oleh Pemkab Sumenep.

“Kami pasti akan memanggil Diaspora, terkait dengan Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep,” Tandasnya.

Politisi Partai Nasdem ini juga menyatakan, bahwa kegiatan event yang telah berlangsung, cenderung mengejar jumlah peserta dan mengabaikan kualitas. Dia juga menyuarakan kekecewaannya terhadap manajemen dana yang dianggap tidak efektif.

“Kami menilai banyak kegiatan event itu kurang memiliki kualitas. Bahkan, dana yang digunakan untuk pelaksanaan event ini seperti terbuang sia-sia,” Tukasnya.

Selain itu, Akis juga menyoroti bahwa sejumlah event yang telah dilaksanakan tidak hanya gagal mempromosikan identitas etnik Sumenep ke luar daerah dengan baik, tetapi juga dinilai tidak mampu menarik minat wisatawan untuk datang ke Sumenep.

“Selama ini saya perhatikan, event yang digelar tidak mampu menarik minat wisatawan ke Sumenep,” ujarnya.

Dalam upaya kerasnya untuk membuat perubahan, Akis memperdebatkan bahwa event-event yang diselenggarakan harus memiliki dampak yang lebih besar dan bernilai tinggi terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

“Dampaknya harus dirasakan bukan hanya oleh orang Sumenep saja, tetapi juga oleh wisatawan dari luar. Ini adalah saatnya untuk melakukan perubahan yang berarti,” pungkasnya.

Loading

Penulis : Mif

Berita Terkait

“Dalih Birokrasi, Derita Kepulauan: Potret Buram Pengelolaan Anggaran Ratusan Miliar”
Berat Barang Bukti Berbeda, BEMSU Singgung Lemahnya Komunikasi Publik Kasus Kokain
Baru 4 Hari Klarifikasi, SPPG Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Kembali Disorot: Makanan MBG Diduga Berulat Lagi
Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK
Tak Lagi Parsial, Lia Istifhama Dorong Pengelolaan Dana Umat Lebih Transparan Lewat PDUF
Baru Buka, SkY Coffee Grounds Diserbu Pengunjung, Nongkrong Naik Level!
Detikzone Tebar Kepedulian, Santuni Pekerja Informal Lewat Program Jumat Berkah
Gerakan Hijau DPRD Sumenep, Anggota PDIP Pilih Sepeda ke Kantor

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 12:50 WIB

“Dalih Birokrasi, Derita Kepulauan: Potret Buram Pengelolaan Anggaran Ratusan Miliar”

Sabtu, 18 April 2026 - 11:19 WIB

Berat Barang Bukti Berbeda, BEMSU Singgung Lemahnya Komunikasi Publik Kasus Kokain

Sabtu, 18 April 2026 - 08:32 WIB

Baru 4 Hari Klarifikasi, SPPG Yayasan Sosial Rumah Sejahtera Kembali Disorot: Makanan MBG Diduga Berulat Lagi

Sabtu, 18 April 2026 - 07:45 WIB

Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK

Sabtu, 18 April 2026 - 03:15 WIB

Tak Lagi Parsial, Lia Istifhama Dorong Pengelolaan Dana Umat Lebih Transparan Lewat PDUF

Jumat, 17 April 2026 - 18:17 WIB

Detikzone Tebar Kepedulian, Santuni Pekerja Informal Lewat Program Jumat Berkah

Jumat, 17 April 2026 - 15:51 WIB

Gerakan Hijau DPRD Sumenep, Anggota PDIP Pilih Sepeda ke Kantor

Jumat, 17 April 2026 - 09:03 WIB

KI Sumenep Bangun Budaya Transparansi Lewat Kolaborasi Akademik

Berita Terbaru

Foto. Pintu Masuk dan Keluar Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur

Berita

Kasus Cukai DJBC Melebar, PR Lokal Sumenep Masuk Radar KPK

Sabtu, 18 Apr 2026 - 07:45 WIB