Sulaisi Abdurrazaq Himbau Polda Jatim tidak Menyembunyikan Pelaku Tipidkor PATM di Sumenep

Sabtu, 18 Mei 2024 - 14:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Sulaisi Abdurrazaq, Praktisi Hukum sekaligus Pengacara (Ist/nusainsider.com : Ach Toifur Ali Wafa)

Foto. Sulaisi Abdurrazaq, Praktisi Hukum sekaligus Pengacara (Ist/nusainsider.com : Ach Toifur Ali Wafa)

SUMENEP, nusainsider.com — Proyek pompa air tanpa motor (PATM) tahun 2019 senilai Rp 4,8 miliar di Kabupaten Sumenep hilang jejak. Proyek ini merupakan satu di antara kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipidkor) yang terjadi di Kota Keris, menurut Sulaisi Abdurrazaq, jika sudah dilaporkan, maka menjadi keharusan untuk diusut.

Saya sendiri sudah datang ke lokasi PATM yang proyeknya itu gagal beroperasi karena ternyata ambruk sebelum waktunya.

Karena itu, dugaan korupsinya sangat kentara dan secara khusus dirinya meminta kepada polda jawa Timur yang menangani perkara ini agar segera menyeret seluruh pelaku dugaan tindak pidana korupsi termasuk apabila ada otak dibalik dipinjamnya CV yang mengerjakan proyek PATM, “kata Praktisi hukum dan Pengacara asal Sumenep saat dikonfirmasi media nusainsider.com, Jumat 17 Mei 2024.

Jadi, otak dibalik dipinjamnya CV, kalau itu dugaannya dipinjam. Saya menduga itu dipinjam.

Polda jatim tidak boleh menyembunyikan dan atau melindungi terduga pelaku Tipidkor PATM yang kami duga menimbulkan kerugian besar bagi negara karena programnya tidak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar sehingga proyeknya gagal.

Baca Juga :  Pencabulan Siswi SMP, Ning Lia Harapkan Penegakan Hukum Sampai Tuntas

Kegagalan proyek tersebut kami duga bukan semata-mata karena faktor musibah tetapi karena faktor kualitas pembangunannya tidak sesuai Rencana Anggaran biaya (RAB) sehingga mudah ambruk, “Jelasnya.

Sulaisi sapaan akrabnya melanjutkan, berkaitan dengan inspektorat, inspektorat saya kira sudah melaksanakan pekerjaannya tetapi kalau ternyata hasil dari inspeksinya itu melindungi salahsatu pihak. Maka kami sarankan agar jangan sampai inspektorat menjadi lembaga yang melindungi terduga pelaku tipidkor.

Inspektorat daerah sebagai unsur pengawas memiliki tugas membina dan mengawasi seluruh kegiatan pemerintah, mulai perencanaan hingga pelaksanaan, “Imbuhnya.

Ditambahkan, Untuk melawan korupsi butuh komitmen Bupati sebagai leader birokrasi. Butuh APH yang kuat dan tidak terpapar mental korup.

Jika Bupatinya tidak punya komitmen dan APH nya tak punya nyali karena terpapar mental korup akan sangat sulit melawan korupsi.

Jika korupsi di Sumenep tetap subur, maka rakyat akan terus miskin. Tak ada program pemerintah yang signifikan untuk mengatasi korupsi, kecuali hanya akrobat kata-kata oleh Pemerintah di hadapan jurnalis.

Baca Juga :  Anggaran Rp4,8 Miliar Raib, Kasus Mangkrak Korupsi PATM dinilai Ajaib

Akhirnya, rakyat dihibur oleh bupati melalui janji dan kata-kata, “Tambahnya.



Sebelumnya diberitakan, Proyek yang menelan dana Rp4,8 miliar itu didanai dari Anggaran pendapatan Belanja daerah (APBD) Sumenep 2019. Setelah dinyatakan selesai dibangun, instalasi air itu sempat jebol pada tahun 2020. Kemudian diperbaiki di tahun 2021. Tetapi sampai pertengahan tahun 2022 tidak kunjung bisa difungsikan. Sempat bisa difungsikan sebentar, namun rusak lagi.

Pembangunan PATM itu dikerjakan oleh CV Sady Family. CV yang beralamat di Jalan Masalembu Nomor 8 Pamolokan, Sumenep berhasil menyingkirkan 16 peserta lain lantaran berani menawar dengan nilai tertinggi yakni Rp. 4.959.999.999,98 dari pagu Rp. 4.960.000.000,00.

Hal tersebut terpantau viral di akun Tiktok Fauzi As, Owner Mami muda cafe sekaligus aktivis kebijakan publik kota keris. Video berdurasi 1 Menit tersebut sudah di tonton 120,6Rb (red. Seratus dua puluh enam Ribu) dan disukai ribuan pengunjung serta mendapat komentar Ratusan dari penikmat Tiktoker.

Bahkan, dalam video tersebut tertera Plat kendaraan berkode unik dan Menarik.

Fauzi As juga menyayangkan adanya proyek miliaran tidak ter-urus bahkan terkesan di buat Ghaib oleh oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di kota Keris. Meskipun sudah diperiksa Polda Jatim tahun 2023 Lalu, namun hingga saat ini belum ada Kejelasan.

“Ayo Polda Jatim, jangan Tutup-tutupi. Segera tangkap tersangka PATM, Tetapkan tersangka baru, 4,8 Miliar jadi Apa? PATM atau ATM? “, imbuhnya.

 

Loading

Penulis : Pur

Berita Terkait

Menyapa Madrasah dari Hal Sederhana, Jurnalis Sapudi Salurkan Bantuan AMDK
Pemulihan BBM di Bali Dipercepat, 108 Mobil Tangki dan 465 Awak Disiagakan
LUKW Unitomo dan IJTI Dorong Profesionalisme Wartawan Lewat Uji Kompetensi di Surabaya
Mukernas TDA 9.0 di Surabaya, Himpun 500 Pengurus dari 119 Daerah
Hadapi Era Digital, Ning Lia Dorong Mahasiswa Miliki Karakter dan Integritas
Kementan RI Apresiasi Sumenep atas Keberhasilan Program Pertanian UPLAND
Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi
Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:14 WIB

Menyapa Madrasah dari Hal Sederhana, Jurnalis Sapudi Salurkan Bantuan AMDK

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Pemulihan BBM di Bali Dipercepat, 108 Mobil Tangki dan 465 Awak Disiagakan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:07 WIB

LUKW Unitomo dan IJTI Dorong Profesionalisme Wartawan Lewat Uji Kompetensi di Surabaya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Mukernas TDA 9.0 di Surabaya, Himpun 500 Pengurus dari 119 Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:34 WIB

Hadapi Era Digital, Ning Lia Dorong Mahasiswa Miliki Karakter dan Integritas

Kamis, 15 Oktober 2026 - 02:37 WIB

Santri dan Mahasiswa Belajar Jurnalistik, LensaMadura.com Buka Ruang Literasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Dinkes P2KB Sumenep dan Puskesmas Dasuk Bersinergi Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Desa

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Dari Pantai Slopeng, Khofifah Indar Parawansa Dorong Potensi Maritim Sumenep dan Kesejahteraan Nelayan

Berita Terbaru