Kontroversi Miras DPRD Bangkalan: Pesan Wartawan Terbaca, Klarifikasi Nihil

Minggu, 11 Januari 2026 - 12:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto. Screenshot Video Pesta Miras Oknum Anggota DPRD Bangkalan F-Gerindra.

Foto. Screenshot Video Pesta Miras Oknum Anggota DPRD Bangkalan F-Gerindra.

BANGKALAN, nusainsider.com — Dugaan skandal pesta minuman keras (miras) yang menyeret dua oknum anggota DPRD Bangkalan Fraksi Partai Gerindra kian menuai sorotan, seiring sikap bungkam yang ditunjukkan salah satu terduga pelaku saat dikonfirmasi awak media.

Hingga berita ini diturunkan, oknum anggota DPRD Bangkalan berinisial APW diketahui belum memberikan klarifikasi apa pun terkait isu yang menyeret namanya.

Upaya konfirmasi yang dilakukan pewarta nusainsider.com melalui pesan singkat dan panggilan telepon WhatsApp-nya tidak mendapat respons, meski pesan yang dikirimkan terlihat telah berstatus centang dua.

Sikap diam tersebut justru memunculkan tanda tanya besar di tengah publik. Pasalnya, sebagai pejabat publik yang melekat tanggung jawab moral dan etik, anggota DPRD seharusnya bersikap terbuka dan kooperatif terhadap upaya klarifikasi media, terutama saat namanya dikaitkan dengan isu serius yang menyangkut integritas dan moralitas.

“Bungkamnya pejabat publik dalam kasus seperti ini justru memperkuat persepsi negatif di masyarakat. Klarifikasi itu penting, bukan hanya untuk pembelaan diri, tapi juga sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada publik,” ujar Pengamat Hukum Madura, Johan Subrata, S.H., M.H., saat dimintai pandangannya, Minggu (11/1/2026).

Menurut Johan, sikap enggan menanggapi wartawan dapat ditafsirkan publik sebagai bentuk pengabaian terhadap prinsip transparansi yang seharusnya dijunjung tinggi oleh wakil rakyat.

Baca Juga :  Mahasiswa UNISMA Raih Penghargaan Inovasi Bisnis Lewat Konsep MOMENTRA

Terlebih, isu yang mencuat bukan persoalan sepele, melainkan dugaan perilaku yang bertentangan dengan nilai etika, moral, dan kultur religius masyarakat Madura.

“Secara etik, pejabat publik wajib memberikan penjelasan. Diam bukan solusi, apalagi jika pesan wartawan sudah terbaca. Ini berpotensi menambah krisis kepercayaan,” tegasnya.

Ia menambahkan, jika klarifikasi terus dihindari, Badan Kehormatan (BK) DPRD Bangkalan seharusnya proaktif memanggil dan meminta keterangan secara resmi, tanpa harus menunggu tekanan publik semakin besar.

Baca Juga :  Sambut Idulfitri 1447 H, BPRS Bhakti Sumekar Tebar Pesan Damai dan Kebersamaan

Sementara itu, sikap serupa juga ditunjukkan oleh oknum anggota DPRD berinisial RI yang hingga kini belum memberikan pernyataan terbuka kepada media. Kondisi ini memicu kritik dari berbagai kalangan yang menilai adanya kesan menghindar dari tanggung jawab etik.

Di tengah komitmen Presiden Prabowo Subianto yang kerap menekankan pentingnya disiplin, keteladanan, dan moralitas pejabat publik, sikap bungkam kader partai di daerah dinilai sebagai ironi yang sulit dibenarkan.

Baca Juga :  Tak Sekadar Hemat Energi, RSUD Sumenep Bangun Budaya Sehat Lewat Gowes

Publik kini menanti langkah konkret dari Fraksi Partai Gerindra DPRD Bangkalan, DPD maupun DPP Partai Gerindra, serta Badan Kehormatan DPRD setempat.

Transparansi dan ketegasan dinilai menjadi kunci untuk meredam spekulasi sekaligus memulihkan kepercayaan masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi nusainsider.com masih membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait sesuai dengan prinsip jurnalistik yang berimbang dan beretika.

Loading

Penulis : Wafa

Berita Terkait

330 Desa di Gresik Berstatus Mandiri, Pemkab Dorong Pembentukan Kawasan Ekonomi Pedesaan
Tekan Aksi Balap Liar, Tim Gabungan Polres Pamekasan Sisir Jalanan Kota
119 Pelajar Adu Kompetensi di Olimpiade Ekonomi MGMP Sumenep, Ini Daftar Juaranya
Media Expo 2026 Digelar 10 Hari, KlikTimes.id dan Nusainsider.com Siapkan Pesta Rakyat dan Pemberdayaan UMKM Madura
Viral di TikTok! Usai di Sebut Bupati Tong-tong, Kini Achmad Fauzi di Sebut Bupati Bola
SKK Migas-KEI Serahkan Handtraktor, Perkuat Pertanian dan Ketahanan Pangan di Kepulauan Sapeken
Krisis Air Meluas, Lumajang Idea Distribusikan Bantuan ke Ranuyoso dan Padang
Dokumen Pendidikan Gibran Disorot MK, Surokim Dorong Pemeriksaan Etik KPU di DKPP

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:25 WIB

330 Desa di Gresik Berstatus Mandiri, Pemkab Dorong Pembentukan Kawasan Ekonomi Pedesaan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:12 WIB

Tekan Aksi Balap Liar, Tim Gabungan Polres Pamekasan Sisir Jalanan Kota

Minggu, 11 Oktober 2026 - 06:26 WIB

119 Pelajar Adu Kompetensi di Olimpiade Ekonomi MGMP Sumenep, Ini Daftar Juaranya

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:26 WIB

Media Expo 2026 Digelar 10 Hari, KlikTimes.id dan Nusainsider.com Siapkan Pesta Rakyat dan Pemberdayaan UMKM Madura

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:48 WIB

Viral di TikTok! Usai di Sebut Bupati Tong-tong, Kini Achmad Fauzi di Sebut Bupati Bola

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Krisis Air Meluas, Lumajang Idea Distribusikan Bantuan ke Ranuyoso dan Padang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:27 WIB

Dokumen Pendidikan Gibran Disorot MK, Surokim Dorong Pemeriksaan Etik KPU di DKPP

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:48 WIB

Dari Sumenep Mengguncang Lombok, Tongtong Bawa Identitas Madura ke Parade MotoGP 2026

Berita Terbaru